
Jagalah ucapanmu sebelum kamu sadar,
Sudah sebanyak apa hati sesesorang kamu
hancurkan
-Riyu A.M-
____________________________________________________________________________________________
Mall yang dituju Ruby merupakan salah satu pusat pembelanjaan tebesar yang ada di kota J baik untuk golongan menengah ke bawah maupun menengah keatas dan memiliki fasilitas yang lengkap. Dari merek domestik sampai merek luar negri bahkan merek kelas dunia bisa ditemui. Membuat mall ini tidak pernah sepi pengunjung.
Ketika Ruby menginjakan kakai di pusat perbelanjaan ada perasaan tidak nyata,”Gini rupanya yang namanya mal...kebiasaan datang ke pasar sekalinya ke mall rasanya kaya orang kampung datang ke kota..hadeh..hadeh...”
“Jadi jelek ga selalu disukai orang jadi cantik diliatin orang mulu, gini amat nasibku! Bisa gak sih di kasih wajah yang biasa aja ga cantik ga jelek muka standar gitu, yang penting idup dan damai.” Belajar dari pengalaman yang selalu jadi pusat perhatian ruby memilih tidak peduli dengan tatapan disekitarnya.
Setelah lama mencari hair salon yang direkomendasikan mesin pencarian. Ruby langsung
masuk, kebetulan belum banyak pelanggan yang membuatnya tidak perlu mengantri.
“Mau model rambut seperti apa nona."
“Saya mau ganti warna rambut jadi hitam sekalian potong rambut, apa ada model rambut yang bisa di rekomendasikan,” Sang stylist menunjukan sebuah buku yang di dalamnya tertera berbagai jenis
potongan rambut dan merekomendasikan gaya rambut yang sedang trend.
Tapi Ruby yang melihat salah satu model rambut yang membuatnya tertarik dan menujukan potongan rambut yang di suka kepada stylist. Meski gaya rambut yang dia pilih bukan gaya populer yang dia rekomendasikan. “Potong seperti ini.”
Hasil duduk selama berjam-jam membuahkan hasil. Melihat gaya rambut barunya membuatnya sangat puas bahkan sang staylist terkejut dengan hasilnnya. Ruby yang pada dasarnya memiliki wajah yang cantik tapi dengan perubahan gaya rambut seluruh penampilan seperti mengalami perubahan besar. Memberi kontras antara penampilannya yang seperti anak di bawah umur dan aura tenang serta mantap disekitarnya layaknya seorang wanita dewasa tampa menimbulkan rasa ketidakcocokan.
orang-orang yang sedang memperhatikan Ruby juga terutama para gadis bahkan ingin memiliki model rambut yang sama dengan Ruby. Sebenarnya model rambut yang dipilih Ruby cukup sederhana, Rambut awal Ruby awalnya bewarna emas yang dibuat ikal tapi berubah menjadi hitam apalagi setelah diluruskan panjangnya melewati pinggang dia kemudian memotong bagian poni ala jepang. Model poni yang membingkai wajah. Membuatnya terlihat semakin imut.
Selesai mengganti gaya rambut Ruby segera membeli semua yang dia perlukan mencoba mengabaikan tatapan orang di sekitarnya. Ada yang menggambil foto Ruby secara diam-diam bahkan yang lebih berani mencoba meminta nomor ponsel yang tentu saja ditolak oleh Ruby.
Berjalan naik turun mengelilingi mall selama berjam-jam membuat kakinya pegal dan memutuskan mencari tempat makan untuk istirahat sekalian makan siang.
“Harusnya aku ga implusif.”Ruby memandangi semua tas belanjaannya dengan nanar. Saat dia melihat berbagai jenis pakaian yang dulu hanya bisa dia lihat dari ponsel ada di depan mata ditambah sekarang dia juga punya uang untuk membelinya tanpa berpikir dua kali Ruby langsung membelinya, dia bahkan tidak berani melihat catatan pembayaran karena takut dikejutkan dengan nominal harga yang dia habiskan.
“Apa aku belikan hadiah sebagai permintaan maaf?.... Ka Ethen mungkin tidak akan telalu marah." Karena memeang kartu yang digunakan Ruby merupakan pemberian kaka pertamanya dan kartu yang paling suka dipake Ruby asli.
__ADS_1
"Tapi pertama-tama apa tidak sebaiknya memanggil supir dulu untuk membawakan semua belanjaanku ke mobil.” Tangannya sudah mulai sakit karena menjinjing terlalu banyak barang.
Berhubung Ruby juga suka anime, Ruby akhirnya memilih lestoran jepang karena penasaran denga makanan khas negri sakura itu. “Sebagai Penggemar berat Naruto rasanya ga afdol ga pernah nyobain ramen.” Selain Ramen Ruby juga memliih beberapa hidangan yang kelihatan enak.
Sambil menunggu pesanan datang Ruby mengirim pesan untuk memberi tahu keberadaannya kepada supir. Pada awalnya Ruby tidak berbelanja sendiri tapi ditemani supir hanya setelah beberapa saat supirnya sudah terlihat kelelahan membuatnya merasa bersalah dan memintanya untuk menunggu dimobil. Berakhir Ruby membawa semua belanjaannya sendiri.
15 menit kemudian pak supir yang ditinggu akhirnya muncul.
“Bapak udah dateng, sini pak makan siang dulu, biar aku yang bayarinn, majikanmu ini ga kekurangan uang tenag aja, Pesen aja apa yang bapak mau itung-itung bayaran nemenin aku belanja.”
“Ga usah nona muda, tidak sopan makan dengan majikan. Lagipula ini memang tugas saya.”
“Ayolah pa... sekarang udah zaman moderen bukan jaman kerajaan lagi... kalau gitu bapak makannya pisah meja aja nanti saya yang bayar.” Kebetulan makanan yang dia pesan sudah dintarkan.
“Emba.... Nanti sekalian pesanan bapak ini saya bayar.” Ruby berpesan kepada pelayan yang tadi mengantarkan makan.
“Baik kaka, bapaknya mau pesan apa?”
Seolah bisa membaca pikiran sang supir Ruby menyahut dari samping. Ruby berfikir supirnya belum makan siang gara-gara menunggunya, sebagai majikian yang baik dia harus merawat bawahannya dengan baik juga bukan.
“Jangan pilih yang paling murah lo pak tanggung bayarnya pilih yang mahal sekalian kalo ada yang bapak suka.”
“Baik nona.” Ucapnya dengan nada pasrah. Sejak nona mudanya kembali dia menjadi sangat baik, bukan sebelumnya tidak baik hanya saja Ruby asli tidak secara lansung menunjukan kebaikannya tapi sekarang nona mudanya menjadi lebih terebuka.
Sebelum makan Ruby menangkup kedua telapak tangan di depan dada dan menundukkan kepala sedikit sebelum mengucapkan, "Itadakimasu!" Setelahnya Ruby baru mulai untuk menyantap makanan.
Pada awalnya Ruby ragu untuk memesan jenis makanan yang belum dimasak tapi didorong rasa penasaran Ruby tetap memesannya. Tanpa diduga rasanya cukup enak dan tidak ada bau amis yang biasa tercium dari ikan mentah.
“Oishii....!!!!” Ruby makan dengan sangat lahap saking lahapnya Ruby menghabiskan semua makanannya dengan sangat cepat. Membuat orang yang melihatnya menjadi lapar dan menambah nafsu makan.
“Kayaknya aku makan kebanyakan hehe...” Sambil nyengir memperlihatkan gig putih yang tersusun rapi. Ruby kemudian mendatangi kasir untuk membayar. “Berapa totalnya?”
“Total semuanya 450 ribu, kakanya mau membayar dengan tunai, kartu, atau alipay?”
“Pake kartu.” Ruby yang menyodorkn kartu hitam membuat kasir terkejut. lagipula orang dengan kartu hitam mau makan di tempat makan biasa seperti ini.
Si kasir juga melihat bagaiamana perlakuakn pelanggan didepannya kepada supirnya. Untuk pertama kalinya kasir memegang kartu hitam walau bukan miliknya ini sudah cukup untuk memuaskan khyalannya tentang keluarga kaya.
“Udah kaya ga sombong, cantik, baik lagi..... Bagaimana bisa membiarkan perempuan biasa sepertinya hidup!” kasir perempuan mengeluh dalam hati.
__ADS_1
Setelah makan Ruby menjadi bingung ingin memberi hadiah seperti apa."Katanya laki-laki bakal seneng kalo di kasih jam tangan...Apa ka Ethen bakal suka kalo aku kasih jam tangan?" Kebetulan dia sempat melewati toko jam tangan mewah. Dia ingat betul karena posisinya dekat dengan toko yang menjual peralatan balap dan serba-serbi otomotif, membuat dia ingin punya motor sendiri. Tapi takut tidak diijinkan oleh keluarganya apalagi kaka tertunya yang terlalu overprotektif.
“Sayang beli motor tapi ga bisa kepake!” Yang dikatakan Ruby untuk mencegah dirinya membeli motor secara implusif seperti sebelumnya.
Sesampainya di toko Ruby disambut oleh sales dengan ramah tanpa ada drama seperti di novel tentang pelayan yang memandang rendah pelanggan yang akhirnya kena karma langsung.
“Selamat datang nona ada yang bisa saya bantu. Saya bisa merekomendasikan beberapa model jam tangan yang mungkin anda sukai.”
“Tidak terima kasih saya ingin melihat-lihat dulu.” Tolak Ruby halus.
Melihat berbagai model jam tangan di etalase membuatnya sakit kepala, Dia tidak mengerti sama sekali tentang jam tangan mewah seperti ini. “Aku angkat tangan buat masalah kaya ginian!.....Apa beli jam tangan couple? Tapi masa si beli jam tangan pasangan buat kaka sendiri.” Dia yang gak pernah beli hadiah buat lawan jenis dipaksa memilih hadiah yang cocok meski hadiahnya buat kaka sendiri bukan buat gebetan. Harusnya dia tadi menerima tawaran sales dari pada so-soan mau milih sendiri.
Ruby akhirnya memutuskan untuk meminta bantuan pelayan untuk merekomendasikan jam tangan yang cocok untuk dijadikan hadiah.
"Dipikir-pikir lucu juga kalo beli jam tangan kapel buat satu keluarga....Tapi kalau mereka ga suka gimana?”Tiba-tiba muncul ilusi iblis dan malaikat kecil di kepala Ruby.
“Kalau gak suka tingal beli lagi susah amat,”Si iblis kecil dengan tanduk dan sayap kelelawar berbicara pertama.
“Tapi sebagai hadiah permintaan maaf tidak bisa asal membeli,” Dibalas dengan malaikat dengan sayap putih dan lingkaran hallo di kepalanya.
“Ah diam...”Teriaknya dalam hati agar tidak mengejutkan pelanggan yang ada di toko.
Tapi Ruby tiba-tiba saja tertarik dengan jam tangan di etalase terpisah. Jam tangan dengan warna rosgold yang bagian pergelangan tangannyan dibentuk layaknya sepasang sayap malaikat yang di susun berlian warna merah muda dan bagian penyambungnya menngunakan rantai kecil yang sedikit menjuntai bewarna perak yang di ujungnya ada liontin dengan model sayap malaikat dengan warna rosgold, sedangkan angka pada jam tangan di ganti menggunakan berlian transparan. Walau merah muda bukan warna kesukannya tapi melihat barang dengan warna muda masih membuatnya tertarik apalagi jam tangan tersebut adalah satu-satunya yang ada di toko.
“Bagus.... tapi kayaknya ada yang mau beli, ga sopan kayaknya kalo nerobos beli gitu aja. Apa aku tanya aja dia mau jad beli apa engga?” Ruby mulai ragu untuk membeli.
*******
Karina yang tertarik dengan jam tangan yang ada di etalase toko, tapi mendengar harga jam tangan di depannya membuatnya menyerah. Awalnya dia datang ke toko jam tangan untuk menhadiahi dirinya sendiri karena berhasil mendapat pekerjaan menjadi guru di sekolah elit, sekaligus saat nanti dia mengajar tidak terlihat lusuh. “Akhirnya aku bisa selangkah lebih dekat dengan kalangan atas, jika aku bisa menikah dengan salah satu dari mereka jam tangan seperti apa yang tidak bisa ku beli.” Karina menatap jam tangan di etalase dengan kerinduan.
“Permisi tante.” Ruby mencoba berbicara dengan perempuan dewasa didepannya.
Saat Karina asik berfikir sebuah suara lembut mengintrupsinya,“Ya, ada apa ?” Karina yang melihat penampilan gadis yang memanggilnya membuatnya sangat cemburu karena dia memiliki wajah yang lebih cantik darinya. Tapi melihat pakaian biasa yang dipakai Ruby membuatnya merasa seimbang.
“Apa tante jadi membeli jam tangan ini,” Mendengar pertanyaan gadis di depannya membuatnya
sedikit kesal, Seolah gadis kecil itu sengaja mengejeknya karena tidak mampu membeli.
*Itadakimasu (いただきます) sebenarnya tidak berarti selamat makan melainkan bentuk formal dari kata dasar itadaku (いただく) yang artinya menerima. Itadakimasu mulai populer diucapkan sejak era Perang Dunia ke-2. Pada saat itu, makanan cukup langka dan masyarakat jepang mengalami kelaparan sehingga masyarakat mengucapkan itadakimasu sebagai rasa syukur mereka saat menerima makanan. Itadakimasu juga berarti bahwa dia menerima dengan sepenuh hati atas pengorbanan yang terjadi sampai makanan itu siap untuk dia dimakann seperti para petani yang menanam padi, orang yang memasak makanan, bahkan pada tumbuhan dan hewan yang bersedia mati untuk bisa dia santap. Intinya rasa syukur atas makanan yang yang bisa dia santap.
__ADS_1
*oishii artinya “enak” atau “lezat”.