Ruby : Behind The Antagonist

Ruby : Behind The Antagonist
Chapter 4. Tinggal Di Rumah Sakit


__ADS_3

Hidupmu tidak lebih dari buku kosong


dan pilihanmu yang menjadi tinta, dia


yang nanti akan menuliskan cerita pribadimu


sendiri.


-Riyu A.M-


___________________________________________________________________________________________


“Tidak ada yang salah saya hanya mengingat sesutu yang lucu.”


“Tidak nona saya hanya memikirkan kucing saya di rumah.”


Ucap mereka untuk mengelak, Ruby hanya ber ohh... ria saja mendengar perkataan mereka.


“Anda sudah koma selama tiga hari, suatu keajaiban anda bisa bangun secepat ini. Urat nadi hampir putus dan membutuhkan dua kantong darah. Beruntung ada seseorang yang bisa mendonorkan darahnya saat itu, mengingat golongan darah anda yang sangat langka.”


“Pantas saja aku merasa sangat lapar.”


Ruby hanya mengangguk mendengar penjelasan sang Dokter karena memang Ruby yang asli sudah mati dan digantikan oleh dirinya. Saat Dr.Riyan mengecek keadaannya, Ruby hanya diam dan mengikuti setiap intruksi dengan patuh. Melihat pemeriksaan sudah selesai Ruby mulai angkat bicara.


“Kapan saya bisa pulang dokter?” Ruby bertanya dengan ringan tidak melihat ekspresi sang dokter menjadi semakin serius.


Suara Dr.Riyan yang awalnya lembut berubah menjadi sangat serius, “Nona Ruby, anda adalah orang yang paling tahu tentang keadaan anda saat ini, bahkann jika anda tidak melakukan bunuh diri harapan hidup anda tidaklah besar. Seberat apapun masalah yang anda hadapi saat ini mengakhiri hidup bukanlah jalan keluar yang tepat. Anda harus bisa lebih menikmati hidup.”


Dr.Riyan memperingati sekaligus memberi nasehat pada Ruby melihat usia Ruby yang hampir seumuran dengan anak perempuannya. Dia tidak tega melihat gadis muda dengan penampilan seperti peri di depannya mengakhiri hidupnya dengan sia-sia.

__ADS_1


Yang paling ditakutkan seorang Dokter itu bukan penyakit mematikan, luka serius ataupun orang sekarat tapi orang sehat yang tak lagi ingin hidup. Sekeras apapun dokter mencoba menyelamatkannya dari gerbang kematian, jika pasieh itu sendiri bahkan tidak ingin lagi melihat dunia dokter hanya merasa menyelamatkan tubuh kosong tanpa jiwa.


“Em.. Apa yang anda ucapkan memang benar. Jadi Dr.Riyan kapan saya bisa pulang dan bisakah saya makan sekarang,” Ucap Ruby pelan sambil memegang perutnya.


Meski terdengar tidak peduli Ruby sangat setuju dengan apa yang dikatakan sang dokter. Itu juga yang dia lakukan di kehidupan pertamanya meski pernah terbesit dalam pikirannya untuk bunuh diri namun logika lebih mendominasi yang membuatnya menyerah dan memilih melanjutkan hidup.


Melihat kelakukuan sang pasien yang terlihat tidak peduli sang dokter hanya menghela nafas, penderita Hemofili berat tipe A dan memiliki golongan darah Rh-null, bahkan akan sangat sulit berumur panjang apalagi dia memotong urat nadinya sekeras itu. pasien didepannya memang sudah lelah hidup.


Penderita Hemofili berat seperti Ruby yang harusnya melakukan transfusi darah berulang karena sering mengalami pendarahan spontan tanpa sebab yang jelas. Tapi bagaimana mungkin seseorang dengan “Golden Blood” bisa menemukan pendonor dengan mudah.


Bisa dibayangkan bahwa Ruby bisa mati kapan saja hanya karena luka ringan atau sedang entah karena telat ditangani atau karena udah kehabisan darah duluan. Tidak, Ruby yang asli memang sudah mati dan digantikan oleh Amelia seorang pekerja pabrik biasa.


“Mungkin sekitar empat atau lima hari anda baru bisa pulang. Jika nona merasa sangat lapar, nanti akan saya pinta perawat mengirimkan makanan. Mungkin beberapa hari ke depan Anda harus memperhatikan pola makan Anda, dan itu harus ringan, dan Anda tidak boleh makan makanan pedas, yang akan mempengaruhi penyembuhan luka dan meninggalkan bekas luka.”


“Oh... oke Dokter...” Padahal dalam hati Ruby, “Aku sangat ingin makan pedas ahh... mi


Setelah semua selesai Dokter dan perawat itu pergi meninggalkan Ruby sendiri di ruangan.


“Pindah ke dunia novel ya.... Cerita yang benar-benar klise...huh.... Gimana ya kira-kira reaksi meraka kalau tahu aku udah mati duluan... Mereka bakal sedih ga ya...Mengingat anak tidak bergunanya ini mati di kota orang...” Ruby bergumam pelan dia tidak menagis ko, hanya merasa sedih dan sedikit menyesal. Dalam kehudupan pertamanya dia merasa belum mencapai apa-apa. Tapi secara ajaib dirinya berpindah ke tempat asing ini.


Meski diluar dirinya bersikap tenang. Dia tak merasa tenang sama sekali sebaliknya dia merasa sangat takut, cemas dan gelisah. Berbagai pemikiran berkecamuk di otaknya seperti...


Apa yang akan terjadi kedepannya ?


Apa yang akan dia lakukan ?


Bisakah dirinya menjadi Ruby ?


Sosok yang terlihat lemah tapi tangguh didalam, dikenal sangat takut sakit padahal dirinya hanya tak ingin terluka karena Hemofili. Takut sakit, sangat lucu.. orang lain saja tidak tahu Ruby menahan sakit yang belum tentu orang lain bisa tanggung. Dan pengecut, tapi bagaimana orang pengecut ini bisa lari dari penculikan hidup-hidup disaat yang lain hanya bisa mati sia-sia.

__ADS_1


Sedangkan dia sosok dari dunia lain, tidak yakin bisa melakukan apa yang telah dilakukan Ruby asli. Jujur dia adalah sosok pengecut yang hanya ingin lari dari masalah sosok yang selalu ingin menghindari masalah walau kadang dirinya sendiri yang menjadi korban kepengecutannya.


Tapi dia tak selalu berhasil menghindari masalah, banyak masalah harus tetap dia hadapi agar bisa hidup normal. Lagi pula sebagai seorang manusia bukankah normal memiliki masalah, justru dia yang tidak normal karena selalu ingin lari dari masalah.


Tapi untuk kali ini dirinya bukan dirinya yang dulu, dia kini menjadi Ruby Seorang antagonis novel. Dia harus lebih berani bukan..?


Selama Ruby melakukan rawat inap tak ada yang datang mengunjunginya selain Dr.Riyan dan perawat, hanya pihak hotel tempat dia menginap yang datang membawakan barang-barang pribadinya yang tertinggal di hotel.


Oh...tolong ingatkan dia nanti untuk mengirim ulasan bintang lima atas pelayanan hotel mereka yang luar biasa.


Ruby memang sengaja tidak memberitahu kondisinya kepada siapapun dan tak ada yang bisa menghubunginya saat ini. Ruby sengaja melakukan semua ini karena dirinya tak ingin di ganggu oleh para tokoh utama novel, dia juga belum siap menghadapi mereka.


Sebelum pulang Ruby berpamitan dengan Dr.Riyan dan para perawat lain yang sudah menjaganya selama dia dirawat dirumah sakit. Apalagi para pearawat disini sangat baik dan sering menemaninya saat bosan, ada juga yang memberinya hadiah.


Di seluruh lantai ini dia mungkin pasien yang paling terkenal. Karena penampilnnya seprti elf,  murni dan tidak ternoda kejahatan dunia tidak seperti sosok yang harusnya tingal di ranjang rumah sakit. Banyak orang kadang datang hanya untuk meminta foto bersama atau hanya sekedar melihat kecantikan legendaris yang dibicarakan orang-orang.


Bahkan ada kejadian lucu saat seorang wanita hamil ngidam ingin Ruby mengelus perutnya, “Siapa tahu cantiknya nular... gapapa cuma bisa turun 5% juga, yang penting udah usaha,” Mendengar perkataan calon ibu, membuat para perawat yang ada di sana tertawa termasuk Ruby.


Melihat suami di samping ibu itu hanya tersenyum melihat tingkah istrinya sambil mengelus pucuk kepalanya dengan manja apalagi sang suami yang dari awal masuk tidak pernah lepas memeluk sang istri. Katanya si ini adalah anak ketiganya.


Melihat pasangan romantis di depannya membuatnya sedikit iri. Apakah pasangannya nanti akan memperlakukan dirinya selembut ini. Apalagi melihat umur mereka yang tak lagi muda, tapi tingkah mereka masih mirip kaya pasutri baru.


Selama empat hari dirinya tinggal di rumah sakit dia mencoba membiasakan diri dengan situasi yang benar-benar absrud ini. Ruby juga mulai mengingat apa saja yang terjadi dalam novel. Sebelum memilih untuk pulang.


Keterangan penyakit Ruby bisa kalian skip, tidak akan mempengaruhi pemahaman jalan cerita.


Hemofilia adalah gangguan pada sistem pembekuan darah yang langka. Kondisi ini terjadi ketika tubuh kekurangan proteiin tertentu yang dibutuhkan dalam proses pembekuan darah. Pada Hemefolia berat, jumlah faktor pembekuan kurang dari 1%. Sedangkan faktor pembekuan darah normal adalah 100%, jika pembekuan darah seseorang sekitar 30%, hal tersebut sudah tergolong tidak normal.


Golongan darah Rh-null merupakan golongan darah super langka, saking langkanya mereka disebut dengan “Golden Blood” atau darah emas. Karena hingga saat ini diketahui hanya 43 orang didunia yang memilikinya. Tak hanya langka, Golongan darah ini juga bisa ditransfusikan ke semua jenis golongan darah, namun hanya bisa menerima golongan darah Rh-null lainnya.

__ADS_1


__ADS_2