Ruby : Behind The Antagonist

Ruby : Behind The Antagonist
Chapter 6. Pesta penyambutan (Bagian 1)


__ADS_3

Penyesalan memang datang diakhir,


Tapi kesempatan untuk menebus penyesalan


Kadang tak pernah datang dua kali.


-Riyu A.M.-____________________________________________________________________________________________


Bersamaan dengan kepulangan Ruby, di tempat lain canten sekolah Hilandisch College School, lantai tiga. Di salah satu ruang pribadi mewah tiga remaja laki-laki dengan fiturwajah yang hampir sempurna dengan ciri khasnya masing-masing sedang berkumpul untuk makan siang.


“Felix adek lo belum balik juga...? Sebagai kakak masa lo gak khawatir, dia itu adek perempuan lo satu-satunya!” Salah satu dari mereka memakai kacamata angkat bicara setelah menyelesaikan makan siang.


Memang diantara Mereka Theo adalah yang bersikap paling baik. Bukan Theo cinta atau suka, hanya setiap Theo melihat Ruby dia seolah melihat adik perempuannya yang sudah meninggal. Theo menyesal tidak pernah memperlakukan adiknya dengan baik. Dia hanya tak ingin teman baiknya merasakan apa yang dia rasakan dulu.


“Gue ga punya adek perempuan egois kaya dia.” Felix berkata dengan ketus. Kaka kedua Ruby, dan salah satu alasan kenapa Ruby sangat membenci protagonis Kiera.


“Felix dia mungkin punya alesan kenapa ga bisa donorin darahnya buat kiera. Sekarang Kiera baik-baik aja tapi adek lo sampe sekarang ga tahu kabarnya gimana? Senggenya.... lo harusnya nyariin dia, kalo adek lo kenapa-napa gimana?”


“Kenapa si lo peduli benget sama dia..? Lo suka sama dia?” Felix bertanya dengan nada curiga.


“Gue cuma nganggep Ruby kaya adek gue sendiri ga lebih.”


“Ga usah sok peduli adik kandung lo juga bukan!! harusnya lo gak lupakan gimana dia nyeburin Kiera kekolam dia bahkan ngancurin kejutan yang udah susah-susah kita buat.”


Felix masih kesal mengingat kejadian seminggu lalu saat Ruby mengacau di acara ulang tahun Kiera. Keesokan harinya Ruby tiba-tiba saja menghilang. Sudah seminggu dan mereka belum mendengar kabar apapun.


“Gimana ga kesel orang kaka sama tunangannya sendiri aja gak pernah buat kejutan buat dia, malah perempuan yang ga ada hubungannya yang kalian istimewakan.”


Meski felix dan Kenzie yang notabenya adalah tunangan Ruby merasa sedikit tersindir. Kenzie bukan Felix yang dengan mudahnya membalas perkataan Theo dengan enteng. Kenzie cuma diam karena sadar apa yang dikatakan sahabatnya adalah kebenaran.


"Apa aku bersikap terlalu kasar?" Kenzie sedikit merenung dalam hati.


“Jelaslah Ruby punya segalanya buat apa kita ngurusin dia ?! kiera itu beda, dia ga seberuntung Ruby.” Felix berusaha membuat alibi untuk dirinya sendiri.

__ADS_1


“Gila lo ya, Lo nganggep adek lo apa si. Iya dia emang gak kekurangan apa-apa tapi dia cuma kurang perhatian. Perhatian yang harusnya lo kasih sebagai kakanya!”


“Gue gak peduli. Lagian kakanya bukan cuma gue doang.” Felix masih bersikap acuh.


“Serah.. Gue harep lo gak bakal nyesel nanti.”


Saat suasana semakin memburuk suara dering ponsel memecah suasana. Kenzie melihat siapa yang menelphonenya di saat yang tepat ini? Ternyata sepupunya yang mengalami mutasi genetik.


Daichi yang memiliki sifat bertolak belakang dengan anggota keluarga Kenzie yang lain.


"Kon'nichiwa itoko.... gimana... lo kangen ga sama gue? Sepupu lo yang paling ganteng."


"Hem.."


"Jutek amat si... dahlah...demi hari pertama gue di indo. Berhubung mulai besok kita bakal satu sekolah.... gimana kalo lo ngajak para calon temen sekelas gue buat ketemuan malam ini sekalian reunian, udah lama kita ga ketemu."


"Oke..."


"Lo ga bisa apa ngomong lebih dari satu kata? kasian banget kaka ipar gue dapat calon suami kaya lo..!!"


Melihat kedua temannya masih tanding tatap mata membuat suasana yang tadinya reda menjadi semakin tegang. Kenzie angkat bicara mengenai kedatangan Daichi.


"Daichi jadi pindah ke sini!! Dia mau dibuatin party malam ini."


Theo memandang Kenzie heran, dia sedikit mendengar perkataan Daichi bukan ingin menguping salahkan Daichi yang mempunya Volume suara di atas rata-rata,


"Emang dia udah tahu mau di tempatin ke kelas yang mana ? belum tentu bakal sekelas?"


Kenzie hanya mengangkat bahu acuh Sepupunya yang satu ini memang selalu bersikap diluar nalar.


"Di rumah gue aja, nanti gue bilang ke paman Qin buat nyiapin semuanya.  Tinggal nentuin siapa aja yang mau di undang.”


Theo dan Kenzie tidak keberatan dengan rencana Felix, karena memang rumah Felix adalah pilihan yang paling tepat karena disana hanya ada pelayan dan tidak ada orang yang dapat menggangu mereka.

__ADS_1


******


Saat Ruby turun mencari makanan, dia berpapasan dengan paman Qin yang akan naik mencari Ruby. “Nona Ruby... Tuan Felix mengadakan pestsa di taman di bagian sayap kiri, apa nona akan datang?”


“Aku tidak akan ikut.... Satu hal lagi, paman Qin tidak perlu memberitahuku tentang ka Felix ataupun Kenzie, jika aku tidak bertanya.”


“Baik nona, apa nona akan makan malam sekarang?” Meski terkejut dengan permintaan nona mudanya paman Qin tidak banyak bertanya.


“Bawakan saja ke kamar.”


Setelah percakapan berakhir paman Qin sedikit menundukan kepala sebagai etika sebelum undur diri untuk menyiapkan makan malam.


Sedangkan Ruby, didorong rasa penasaran memilih pergi untuk mengintip bagaimana pesta yang dibuat anak-anak konglomerat ini. Semakin dekat Ruby dengan tempat kejadian, semakin jelas suara bising yang dia dengar.


Dengan cara mengendap-ngendap Ruby melihat bagaimana para remaja dengan pakaian glamor dibagi menjadi beberapa kelompok ada yang sibuk menari di iringi musik yang memekakan telinga, ada yang sibuk makan atau hanya sekedar mengobrol dengan orang yang mereka kenal. Ruby berniat kembali ke kamar setelah melihat sekilasa, mungkin jika dia masih Ruby yang asli dia aka senang untuk bergabung.


“Baka... Benar yang dikatakan novel pesta kalangan atas memang ada di level lain!!...!!! Makanan warna kuning-kuning beneran emas! Lama-lama organ pencernaan mereka bisa berubah jadi tambang emas.” Berbagai komentar dia layangkan bak seorang netizen.


Ruby kembali mengingat beberapa pesta yang pernah dia lihat di kehidupan sebelumnya bahkan tidak bisa menyamai 5% kemewahan pesta di depannya. Dirasa sudah puas Ruby berniat untuk kembali tapi dia meras ada seseorang yang sedang memperhatikannya, Ruby yang mencari sumber tatapan panas malah bertukar pandang dengan kaka keduanya membuatnya sangat terkejut dan buru-buru mengalihkan pandangan.


“Gila......!!!! Serem banget tatapannya, balik kamar... Ayo balik kamar...inimah harus cepet-cepet balik kamar...!!!!!” Ruby mengulang tiga kali yang menjelaskan berapa urgent masalah didepannya.


Tapi disaat bersamaan bukan hanya Felix yang melihat kedatangan Ruby. Termasuk Daichi yang berkata dengan ‘suara pelan’ yang tidak pelan sama sekali membuat orang di dekatnya bisa mendengar apa yang dia katakan,“Eh... Kenapa tu cewe mirip kaka ipar, tapi masa si kaka ipar gue yang mirip oni  bisa berubah jadi putri kaguya?!”


Bersambung....


*こんにちはいとこ= Kon'nichiwa itoko = Halo sepupu.


*Baka* (馬鹿, ばか dalam hiragana, atau バカ dalam katakana) berarti "bodoh". Sedangkan Ruby menggunakan kata baka sebagai salah satu kata-kata kasar yang dia punya.


oni,** dalam cerita rakyat Jepang, sejenis makhluk iblis yang seringkali berukuran raksasa, berkekuatan besar, dan berpenampilan menakutkan.


*Putri Kaguya memiliki kecantikan putri yang ditandingi, begitu cantiknya sehingga perlu diberi nama. Orang-orang menyebutnya Putri Kaguya (Nayotake no kaguya hime).

__ADS_1


Putri Kaguya merupakan penduduk ibu kota bulan yang sedang menjalani hukuman buang ke bumi.


__ADS_2