Ruby : Behind The Antagonist

Ruby : Behind The Antagonist
Chapter 7. Pesta Penyambutan (Bagian 2)


__ADS_3

Sosok Ruby yang memakai suiter kebesaran dan tudung nya yang dia pakai untuk menutupi bagian rambutnya yang mencolok. Penampilan Ruby yang seperti anak kecil yan menyelinap ke acara orang dewasa dengan penampilanyang cantik dan imut dengan wajah penasaran dan takut-takut. Dia terlihat murni dan tidak bersalah tidak seperti orang disekitarnya yang sibuk berpesta pora.


Melihat gadis aneh yang terlihat sangat tidak pada tempatnya membuat orang yang menyadari keberadaannya penasaran.Awalnya mereka tak mengenali siapa gadis yang sedang mengintip dekat pintu tersebut sampai melihat warna mata merah silver dan rambut emas aikonik. Orang pertama yang terlintas di benak mereka adalah Ruby sosok wanita gila yang selalu mengejar-ngejar Kenzie.


Melihat Ruby yang ingin kabur Felik buru-buru berlari ke arahnya tanpa pikir panjang, mencegat tangan kiri Ruby secara paksa agar tidak kabur membuatRuby sedikit meringis. Felix menarik tangan Ruby untuk berbicara di tempat yang lebih sedikit orang. Dirasa tidak bisa kabur Ruby hanya diam menunggu apa yang akan di katakan sang kaka ke dua nya saat ini.


“Dari mana aja lo seminggu ini ?”


mereka dikejutkan dengan  tindakan Felix dan kemunculan Ruby yang tidak pernah mereka harapkan. Meski tidak bisa mendengar, mereka berusaha menebak apa yang sedang mereka bicarakan dari raut wajah mereka.


Ruby memilih diam, kalau dia bilang baru pulang dari rumah sakit mereka akan berpikir bahwa Ruby berbohong atau mencari simpati. Tak mendapat respon membuat sang empu marah.


“Kalau gue nanya itu jawab..! Bisu lo hah.. Apa jangan-jangan lo abis ngejalang. Masih kurang, duit yang dikasih keluarga gue. Atau haus belaian makannya milih dipuasin sama om-om. Dasar perempuan murahan. Untung gak banyak yang tahu lo adik gue. Jijik tahu ga..”

__ADS_1


Berbagai kata kasar dan makian dilontarkan oleh laki-laki berstatus kaka keduanya ini, Felix Zircoon Volker. Dia sangat membenci Ruby karena tak mau mendonorkan darahnya untuk menolong Kiera padahal Kiera terluka juga ada sangkut pautnya dengan Ruby, untung kiriman darah dari rumah sakit lain datang tepat waktu jika tidak Kiera mungkin sudah meninggal.


Felix tidak tahu bukannya Ruby tidak mau dia hanya tidak bisa. Memang karena golongan darah Rh-null miliknya bisa ditranfusikan ke semua jenis golongan darah. Tapi bagaimana dengan dirinya? siapa yang bisa mendonorkan darah nya ke Ruby?


Terlihat sudah selesai giliran ruby yang bicara “sudah ? bisakah kau melepaskannya, tanganku mulai sakit. Aku tahu kamu hanya akan percaya dengan apa yang kamu pikirkan sekrang, untuk apa aku repot menjelaskan. Aku sedikit lelah bisakah kita melanjutkannya besok “. Suaranya sangat tenang tak ada rasa marah, sedih ataupun kecewa nadanya tidak berbeda dengan menanyakan 'apakah besok akan hujan?'. Terlalu tenang yang membuat orang merasa aneh. Ruby yang mereka kenal tidak sepert ini.


Memang  jika yang didepannya masih Ruby asli dia akan melawan dan berusaha menjelaskan. Tapi Ruby yang sekarng terlalu malas untuk menjelaskan.


Merasakan suasana yang tidak biasa Ruby melepas tangan kakanya menggunakan tangan yang bebas, “Aku pengen cepet balik.” Sebelum meninggalkan tempat kejadian Ruby sempat memberi senyum tipis terlihat lembut dan dewasa dengan tenang mengangguk dan segera berlari pergi,”Aku ke atas dulu, kalian nikmati aja pestanya.”


Saat ruby kembali kekamar Daichi memecah suasana suaranya sedikit tidak percaya dan bingung, “Itu beneran kaka ipar gue.” Mengutarakan apa yang sedang dipikirkan orang-orang.


“Modelnya kaya waifu idaman gue, sayang dah ada yang punya.... apalagi statusnya sebagai calon kaka ipar gue.” Lanjutnya sambil melihat ke arah Kenzie.

__ADS_1


Kenzie yang selalu diam angkat bicara, “Gue ga suka sama Ruby.nKalau Ruby sama cowo lain gue gak peduli.”


Kenzie bukan tipe tunangan yang membenci tunangannya karena alasan dijodohkan. Saat pertama kali dia tahu sudah dijodohkan dengan adik sahabatnya, Kenzie hanya diam. Kenzie sadar sebagai penerus keluarga dia tidak bisa memilih seseorang yang dia nikahi. Dia tidak benci atau suka terhadap Ruby, dia bahkan mencoba menerima perjodohan ini. Tapi seperti kata orang cinta tak bisa dipaksakan. Kenzie malah jatuh cinta pada seorang gadis yang tak mungkin bisa dia dapatkan, perbedaan status mereka terlalu besar.


Iya Kenzie memang bukan cowo yang jahat dia hanya sedikit dingin dan irit bicara. Mungkin dia juga sedikit egois dan pengecut, bagaimanapun tak ada manusia yang sempurna. Kenzie tak bisa memutuskan pertunangan dengan Ruby, tapi dia tak bisa membohongi hatinya. Saat Kenzie memperlakukan perempuan lain dengan baik dia juga menyakiti Ruby secara bersamaan.


Mungkin sejak saat itu hubungan mereka merenggang dan Ruby semakin berubah.


Menjadikan Ruby sosok antagonis yang kini dikenal semua orang.


“Orangnya udah ga ada, kalian terus ngeliatin apa?” Theo mencoba mengalihkan perhatian teman-temannya dari Ruby. “Gue seneng lo berubah, semoga lo cepet ketemu sama pasangan yang bisa sayang dan bisa ngehargai elo..” Theo berucap dalam hati. Theo tahu Kenzie mencintai perempuan lain dan Ruby, dia pantas mendapatkan yang lebih baik.


Sudah dibilang Theo itu sosok kaka idaman, perasaan Theo terhadap Ruby tidak lebih dari perasaan sayang kaka ke adik. Setelah beberapa percakapan singkat mereka akhirnya makan malam dengan tenang dan tidak lagi membahas tentang perubahan Ruby yang mengejutkan.

__ADS_1


“Kenapa perasaan gue gak enak ngeliat perubahan Ruby...Seolah-olah ada hal penting yang tiba-tiba gue ilangin.” Felix melihat ke arah kepergian Ruby dengan tatapan rumit. Tapi ego lebih besar dan berusaha menepis semua perasaaan aneh itu.


* Penggemar anime  yang umumnya pria menggunakan kata Waifu (Jepang: ワイフ, dari kata "wife" yang berarti "istri" )untuk merujuk pada karakter fiksi yang mereka sukai.


__ADS_2