
"Anjar, kenapa sih kamu selalu ngikutin aku terus.."
"kenapa sih na, aku tuh cuma khawatir sama kamu, setiap hari kamu pulang sekolah selalu jalan kaki, di anter juga gamau, terus aku sebagai sahabat kamu harus pastiin kamu sampe rumah dengan selamat dong.."
"Hem, yaudah anterin aku pulang tiap hari daripada kamu buntutin aku terus.."
"gitu dong, dari tadi kek ngomongnya.."
"hehehe, sebenernya aku tuh malu.."
"malu aja di gengsi.in dasar lu na.."
akhirnya Hasna mau dianter pulang sama Anjar setiap pulang sekolah, padahal rumah Hasna jauh dari rumah Anjar, tapi apa mau dikata kalau bukan karena cinta..
ya Anjar jatuh cinta saat bertemu dengan Hasna pertama kali di sekolahnya dan saat itu Hasna adalah anak baru di sekolahnya..
setiap hari Anjar selalu merhatiin Hasna, pada waktu istirahat.. tapi suatu hari saat pulang sekolah Anjar melihat Hasna yang dijailin anak sekolah lain, lalu akhirnya Anjar membantu hasna.. dan itulah awal mereka bersahabat..
flashback 1 bulan lalu..
di jalan dekat sekolah..
"hah, itukan Hasna, ngapain berandalan teri itu.."
lalu Anjar pun menuju tempat Hasna
"berhenti, aku mohon.. aku akan serahkan semua uangku dan hp.q asal AQ bisa pulang dari sini.."
"nah, gitu dong dari tadi dasar anak baru"
lalu Hasna mengambil uang dan hp nya di tas lalu saat akan memberikan kepada anak sekolah itu Hasna di bantu oleh Anjar
"heeiii,,, mau ngapain kalian, beraninya sama cewek, sini kalau berani ayo duel"
"wah wah wah, ada yg sok pahlawan ni.." kata ketua anak sekolah itu
"jangan bos, itu Anjar, anak karate di perguruan elang putih" kata teman mereka satunya
"wah, yg bener lu Ki, sialan ayo semua kita kabur, kita belum bisa menghadapi perguruan itu sekarang"
akhirnya mereka semua naik ke sepeda motor dan melarikan diri..
sementara Anjar dan hasna di tepi jalan..
"kamu tidak apa apa kan Hasna.." Anjar
"aku baik baik aja kok Anjar, mereka hanya mau uang aku aja, aku tadinya gamau ngasih uang sama mereka karena uang ini untuk beli obat ibuku.." Hasna
"jadi ibu kamu sakit na.."
"iya njar, ibu aku sakit demam tinggi, makanya hari ini ibuku Ndak kerja.." Hasna menundukkan wajahnya
"mau beli obat kan sekarang, ayo aku antar kamu ke apotik na biar cepet.."
"jangan deh njar, aku bisa jalan kaki kok.."
"hei jangan gitu dong na, nolak rejeki dosa loh.. lagian di jalan ini itu markasnya perguruan macan kuning tau, bisa bisa kamu di jaili mereka lagi, tumben sih kamu kalo pulang lewat jalan ini, biasanya kamu lewat jalan depan kalau pulang sekolah.."
"eh kamu kok tau, aku lewat sini karena ingin lebih cepat aja ke apotik ya, lagian kan ini jalan tercepat dari sekolah ke apotik.." Hasna mendongakkan wajahnya melihat anjar
"yaudah ayo aku antar kamu ke apotik, jangan nolak lagi.."
"baiklah anjarku.. hahahaha.." Hasna tertawa riang sekali hingga membuat Anjar merasa berbunga bunga haha ciye ciye
"kamu bilang apa na??.." sambil memajukan telinganya ke wajah hasna
__ADS_1
"eh, bukan apa apa kali, yuk berangkat.."
Hasna pun ikut naik ke motor Anjar dan membeli obat.. setelah itu mereka ke rumah Hasna dan Anjar mampir sebentar..
.
"tunggu disini ya njar, aku mau ngasih obat ini ke ibuku dulu.." hasna bergegas ke kamar ibunya
"oke na.."
saat dirumah Hasna, Anjar melihat lihat galeri foto Hasna yang di tempel di dinding ruang tamunya.. terlihat foto yang harmonis..
terlihat fotonya ternyata Hasna adalah anak tunggal,
"hmm, keluarga yang harmonis.." Anjar
"apa njar.." Hasna datang dari dapur membawa teh hangat buat Anjar
"diminum dulu njar mumpung masih hangat" lanjutnya
"iya na.." lalu Anjar meminum teh itu sedikit
"ngomong ngomong ayah kamu kemana na, aku lihat di foto ayahmu petani yang hebat ya na" lanjut nya
Hasna terdiam.. dan menundukkan kepalanya
"na.." Anjar
"Hem, iya apa njar.." mendongakkan wajahnya dan melihat anjar dengan mata berkaca kaca
"kamu ditanya malah ngelamun sih.. ngelamun apa emangnya, kamu ada masalah?.." tanya Anjar dengan penuh selidik
"ayahnya Nana sudah meninggal 1 tahun lalu nak, kami tinggal berdua disini" ibu Hasna lalu keluar ke ruang tamu menemui teman Hasna
"eh ibu mohon maaf atuh mengganggu istirahatnya, saya tidak tau sekali, mohon maaf ibu Hasna.." Anjar
"tidak apa apa ibu, saya mengerti wajar seperti itu, tapi Hasna beruntung bisa memiliki ibu yang baik, sementara saya hanya memiliki ayah yang egois meskipun begitu saya tetap menyayanginya karna hanya beliaulah keluarga saya satu satunya.."
Hasna masih terdiam melamun sendiri
"kalau boleh tau nak ??.." ibu Hasna bingung mau memanggil apa sambil menunggu Anjar menjawabnya
"nama saya Anjar Bu"
"nak Anjar tinggal dimana?" ibu Hasna duduk didepan anjar
"saya tinggal di desa Kaliwungu Bu.."
"itu jauh sekali dari sini nak,"
"tidak apa apa ibu, tadi saya hanya memastikan kalau Hasna tidak kenapa kenapa, soalnya tadi pas perjalanan pulang saya melihat Hasna dijahili anak sekolah lain, jadi saya antar saja kerumahnya biar aman dan tidak dijahili lagi.."
"terima kasih banyak nak Anjar mau membantu Nana, pasti nak Anjar anak yang baik.."
lalu ibu Hasna pun beranjak menuju kamarnya dan dibantu Hasna
.
"Hasna, seharusnya kamu kalau kesusahan bilang ya sama ibu, kamu minta apapun pasti ibu akan berusaha untuk memenuhinya.. apa kamu membutuhkan sepeda motor buat sekolahmu?.." tanya ibu Hasna
"tidak Bu, lebih baik uangnya buat kita makan aja udah Alhamdulillah, Nana bisa jalan kaki kok pulangnya, kan berangkatnya bareng sama ust Fathur"
"tapi Nana.."
"sudah ibu istirahat aja dulu, Nana mau nemenin Anjar yg didepan dulu ya.. ibu harus sembuh biar besok bisa kerja lagi.."
__ADS_1
Hasna membaringkan ibunya di tempat tidur lalu berjalan menuju ruang tamu
.
"maaf menunggu lama njar, apa kamu mau makan njar sekalian AQ mau masak nih.."
"wah, kamu bisa masak na??" jawab Anjar
"bisa dong, dari aku merantau kesini aku belajar masak sama ibu biar kalau ibu bekerja aku bisa masak seadanya"
"boleh aku membantumu na?"
"apa tak masalah?"
"hei, kamu menghinaku ya.. meskipun aku laki2 aku bisa masak loh malah aku bisa bersih2 rumah"
"hahaha yang benar saja, oh ya aku lupa kalau kamu hanya tinggal dengan ayah egoismu itu hahaha" Hasna tertawa sambil berjalan menuju dapur
"dasar resek lu na.." Anjar pun mengikuti Hasna dari belakang..
.
mereka pun masak berdua di dapur rumah Hasna sambil bercerita kehidupan masing2 dan tertawa ria..
setelah selesai Hasna menghidangkan makanan ke meja makan lalu membawa 1 piring ke kamar ibunya
tapi sebelum Hasna mau berjalan ibunya sudah ada di dapur dan duduk di meja makan
"ibu sudah merasa agak baikan, jadi ibu ingin makan bersama kalian" kata ibu Hasna
"wah, jadi agak sungkan nih bersama hehe" kata Anjar dengan wajah nyengirnya
"haha dasar Luh njar, makan aja nggak usah sungkan gitu anggel rumah sendiri, GPP kan ibuku sayang?" Hasna menimpali
"benar sayang" ibu hasnya hanya tersenyum
"kalau begitu mari makan.." Hasna menimpali lalu makan
mereka semua makan tanpa ada yg berbicara
saat selesai makan Hasna membawa kembali piring yang kotor untuk dicuci lalu Anjar membantu membersihkan meja makannya..
dan ibu Hasna kembali ke kamarnya
.
"na, aku balik dulu ya kayaknya ayahku bakal marah2 kalau aku pulang terlambat.."
"iya iya hati hati dijalan, terima kasih bantuannya"
"oh ya na, bolehkan kita bersahabat?" Anjar menjulurkan jari kelingking nya ke Hasna
Hasna juga menautkan jari kelingking nya
"boleh" Hasna tersenyum
"terima kasih na, aku pulang dulu salam ke ibu kamu semoga besok bisa beraktifitas kembali.."
"tentu"
Anjar menaiki motornya lalu berlalu pergi dari rumah hasna
semenjak hari itu Hasna dan Anjar bersahabat bahkan disekolah mereka selalu bersama saat istirahat
tapi sayangnya Hasna tidak mau diantar pulang sekolah oleh Anjar karena Hasna merasa Anjar terlalu baik buatnya
__ADS_1
akhirnya setiap pulang sekolah Anjar selalu membuntuti Hasna sampai rumahnya..
flashback sekarang