Sahabat Lama

Sahabat Lama
2. Teman lama


__ADS_3

Terlihat banyak anak di halaman depan SMK Harapan karena diadakannya pertandingan basket antar sekolah. Ya hari ini adalah hari olahraga sedunia, jadi di sekolah antar provinsi di adakan lomba olahraga dan tempatnya adalah di sekolahnya Hasna SMK Harapan.


Hasna dan juga Anjar juga melihat pertandingan basket dan tak lama selang pertandingan Hasna ijin Anjar ke toliet


"njar, aku mau ke toilet dulu ya.." Hasna


"iya GPL, ga liat kamu kalau pertandingan nya seru tau, apa perlu aku temani? hahaha" sahut Anjar sambil tertawa trus


Hasna langsung meninggalkan sahabatnya karena sudah tau kalau disahuti ia tidak akan selesai ngobrol hanya untuk sekedar ijin ke toilet, dasar si Anjar sekarang banyak omongnya


.


Setelah selesai dari kamar mandi Hasna merapikan bajunya lalu bergegas berjalan dengan menunduk lalu "BUGH"


"awwwwwhh" seru Hasna karena menabrak seseorang dan dia terjatuh


"eh, maaf maaf saya tidak sengaja mari saya bantu berdiri" kata lelaki itu sambil mengulurkan tangannya kepada hasna


"saya tidak apa apa, seharusnya saya yang minta maaf karena saya tidak melihat jalan" sambil menerima uluran tangan lelaki itu lalu Hasna mendongakkan wajahnya dan melihat wajah lelaki itu dan alangkah terkejutnya mereka berdua


"kamu Hasna kan?" tanya lelaki itu ternyata namanya Afif teman sekelas Hasna waktu SMP dulu dan Hasna pernah menaruh hati pada lelaki itu tapi sayangnya ia harus menelan hati karena saat itu Hasna hanya dianggap teman oleh Afif tidak lebih


"kamu afif kan" seru Hasna


"wah kebetulan kita bertemu disini, kamu sekolah disini dulu na?" tanya Afif seraya dengan wajah khas senyumnya yang membuat Hasna jadi semakin susah melupakannya


"iya FIF, kebetulan aku sama ibuku merantau kesini setelah ayahku meninggal, kami berdua sudah nyaman disini" Hasna menundukkan kepalanya matanya sudah berkaca kaca saat mengingat kepergian ayahnya


"iya maaf saat ayah kamu meninggal aku gak sempet jenguk keadaan kamu pasti kamu saat itu.."


"eh na, kamu taunya ada disini aku cariin muter juga" Anjar menyaut saat menemukan Hasna yang sedang mengobrol dengan cowok yg ia tak tau lalu menghampiri mereka


"maaf FIF seharusnya aku harus pergi dulu, lain kali insyaallah kita bertemu lagi sampai jumpa.." mengangkat wajahnya sambil tersenyum dan melambaikan tangan ke Afif


"iya na"


Anjar segera menarik tangan Hasna lalu segera beranjak pergi ke tempat pertandingan lagi..


.


"kamu kenal sama dia na?" tanya Anjar saat mereka duduk melihat pertandingan basket di depannya


"iya njar, dia cowok yang aku sukai waktu aku SMP dulu tapi dia nolak karena dia cuma nganggep AQ temen doang" suara Hasna mulai memilu

__ADS_1


"dan sampe sekarang kamu belum bisa melupakannya iya na?" tanya Anjar menyelidik ke wajah Hasna


"maaf njar, masalah itu nanti pasti hilang berjalannya waktu" sahut Hasna yg mulai melihat wajah Anjar


"kelihatannya kamu masih sangat mencintainya na" tegur Anjar


ia iya sakit hati saat mengetahui ternyata Hasna masih mencintai lelaki lain


tak bisa dipungkiri saat ini hatinya rasanya seperti ditusuk ribuan jarum perih ya sangat perih sekali


lalu Anjar beranjak dari kursinya dan menuju perpus sekolah. Disana ia mengalihkan sakit hatinya dengan membaca buku dengan air mata mengalir


Anjar pun bersumpah dalam hati dengan kesadaran penuh bahwa ia berjanji akan menjaga Hasna dan melindungunya sampai ia melihat Hasna bahagia. Ia sadar pasti Hasna akan sulit menerima jika ia mencintainya karena cinta tak dapat dipaksa


"inikah mencintai Tuhan.. kenapa rasanya sesakit ini sakit sekali!!" tangis Anjar di perpus


.


"kamu kenapa wajahnya gitu sih dari tadi?" kata Hasna saat mereka diparkiran sepeda sambil menelisik wajah Anjar yang terlihat seperti bermasalah


"tidak apa apa na, mungkin aku hanya kefikiran ayah aja yang akhir2 ini sakit2an" jawab Anjar dengan sedikit berbohong


"ayah kamu sakit? sakit apa njar? boleh kan aku menjenguknya?" tanya Hasna


"eh tidak usah na nanti merepotkan dan juga nanti kamu kan ada.."


"Hasna.." panggil Afif


"kenapa sih tu anak, ga biasanya dia bersikap seperti itu apa mungkin dia kefikiran ayahnya ya sampai seperti itu. Yaudahlah besok pasti anjar mau cerita sama aku"gumam Hasna


.


"Hasna.." panggil Afif sambil memegang tangan Hasna saat disampingnya


"eh.." Hasna kaget lalu terlonjak


"kamu ngelamunin apa sih, kenapa teman kamu pergi ninggalin kamu?" Afif


"gatau juga tu FIF, katanya sih ayahnya sakit jadi dia buru pergi.." tersenyum kepada Afif


"oh gitu Ayuk aku anter pulang na, biar aku tau rumah kamu sekarang biar kalau main bisa nyusulin deh" Afif nyengir kudanya sambil mengacungkan jarinya membentuk hurut V


"dasar emang kemana cewek kamu dulu itu?"

__ADS_1


"dia selingkuh na, eh yaudah ayo aku antar kamu pulang" ajak Afif lalu menuntun Hasna menuju mobilnya


ya pasti Hasna tidak kaget karna hasna sudah tau kalau Afif itu anak orang kaya. Ayahnya mempunyai perusahaan yang besar yg pasti hidup Afif nanti bakal terjamin


.


"makasih ya FIF, lain kali kalo lewat sini mampir aja GPP" Hasna tersenyum


"iya na, oh iya boleh aku minta nomer hp kamu na?" Afif


"tentu"


Afif langsung mengambil hp dari saku dan memberikannya kepada hasna lalu hasna mengetikkan nomer hp.nya di hp Afif


"nih, udah" memberikan hp kepada Afif


"ok na makasih ya, nanti kalau aku sampe rumah nanti aku telvon GPP ya"


"iya FIF, hati hati ya. Perjalanan jauh pasti capek.."


Afif hanya tersenyum lalu menghidupkan mobil dan menjalankannya ke jalan raya


.


sedangkan di sebuah rumah Anjar sedang memerhatikan ayahnya yang terbaring lemah di kasur, meskipun ayahnya sering memarahi nya sering kasar dia tetap menyayanginya


"ayah, cepat sembuh aku ingin melihat ayah memarahiku lagi, aku ingin ayah memukulku lagi. Entah kenapa ini semua terasa berat bagiku ayah. Kenapa disaat aku merasa sedikit bahagia, disaat itulah aku merasa kebahagiaanku seaakan hilang lagi seakan tidak mau menengokku. Apa aku tak pantas bahagia ayah.." Anjar merendam kemarahannya dengan ayahnya yg tertidur pulas Dangan menangis lalu menggenggam tangan ayahnya


"kenapa ibu meninggalkan kita ayah, kenapa? apa karena kita tidak punya apa apa?" tangis Anjar pecah tatkala melihat ayahnya yg baru bangun dari tidurnya


sebenarnya ibu Anjar belum meninggal. Anjar mengganggap ibunya meninggal karena ia benci kepada ibunya karena telah meninggalkan nya berdua dengan ayahnya dan memilih menikah dengan laki2 lain yang lebih segalanya dari ayah Anjar


"maafkan ayah yang selama ini memperlakukanmu seburuk itu Anjar, sejujurnya kamu tidak pernah salah. Hanya saja ayah yang salah karena tidak menerima kepergian ibumu dan terus meluapkan emosi ayah kepadamu. Ayah akan baik baik saja, ayah akan berusaha membuat kaluarga kita bahagia. Ingat kata kata ayah ini nak _anak laki laki itu tidak boleh menangis meskipun ada di situasi sesulit apapun, hadapilah masalah itu lalu berjuanglah untuk mendapatkan kebahagian mu sayang_ ayo hapus air matamu itu kita bekerja keras mulai sekarang untuk membangun keluarga kita" kata Ahmad ayah Anjar sambil mengusap kepala anaknya


" baik ayah, aku akan mengingat kata kata ayah. Terima kasih telah menjadi ayahku" Anjar mengusap sisa air matanya dan menggenggam tangan ayahnya..


.


.


.


maaf readher bahasa penulisannya agak kaku ya, hehe. juga bahasanya berantakan

__ADS_1


ini karya pertama aku semoga kalian suka


selamat membaca


__ADS_2