
"Hasna kemarin cerita sama aku kalau hari ini dia ga datang, dia ga cerita alasannya sama aku apa." Jelas Nita yg duduk disebelah Anjar
"Emang dia ada masalah kah sebelumnya nit??"
"AQ nggak tau, kalo aku lihat dia akhir2 ini kayak nyembunyiin sesuatu gitu dari aku"
"Dia ga cerita apa2 sama kamu?"
"Enggak," Nita menunduk
"Hem yaudah kita sebagai sahabat lebih baik doakan saja Hasna supaya tidak ada masalah apa2 padanya"
Nita menganguk,
Anjar mengeluarkan nafas panjang, rencananya hari ini ia ingin foto2 bersama Hasna untuk kenang2an nanti saat ia mau kuliah di London sekalian ingin pamit untuk kuliah Disana
.
Acara berjalan dengan lancar dengan tarik panas matahari yg begitu menyengat walau didalam gedung. Prosesi wisudah pun sudah selesai hingga kini tiba saatnya sesi foto foto, Anjar mengajak pak Suryo dan haris foto bersama untuk sekedar mengabadikan momen mereka, dikejauhan Nita yg melihat kak Haris langsung menuju kepadanya untuk sekedar menyapanya
"Kakak!" Panggil Nita dibelakang Haris
Lalu Haris menoleh dan menghadap Nita
"Eh Nita, kamu cantik sekali hari ini. Ibu panti ada?" Tanya Haris kepada Nita, sedangkan Nita masih terpesona dengan Haris, dia seperti gagah berpakaian jas serta kemeja warna putih. Lalu Haris melambai lambaikan tangannya didepan Nita dan Nita langsung tersadar
"Eh maaf atu kak, iya ibu panti ada itu ada Disana semua kesini lihat prosesi wisuda aku, ga nyangka juga bertemu kakak disini, aku senang sekali" erah Nita sambil menunjuk ke arah kerumunan ibu panti dan anak2 yg minta difoto
"Ayo kesana dik, pak Suryo dan nita kita kumpul sama anak anak panti"
Lalu mereka semua menemui ibu panti dan anak2 serta melakukan beberapa sesi foto yg beragam
Sedangkan Nita jangan ditanya lagi, dia selalu aja nempel sama Haris, setiap berfoto dia memegang tangan Haris seperti pasangan padahal yg tangannya dipegang tidak merasa, cuek aja dia ha ha.
.
Selepas semua acara Anjar meminta pak Suryo membawa mereka kerumah Hasna dulu dan pak Suryo mengiyakan. Sesampainya mereka Disana mereka turun dan mengetok pintu namun setelah lama mengetok pintu tak lama ia mendengar tetangga Hasna ust Fathur yg menegur sapa mereka
"Maaf sedang mencari siapa gerangan?"
Mereka bertiga menoleh kepada ust Fathur, namun sebelum mereka berbicara disekat ust Fathur
"Eh nak Anjar toh, saya kira siapa? Mari kita bicara dirumah saya saja nak Anjar mari!" Seru ust Fathur, lalu mereka bertiga mengikuti ust Fathur kerumahnya 2 rumah dari rumah Hasna
.
"Silahkan duduk dulu nak Anjar dan bpk silahkan," ust Fathur menyuruh mereka masuk keruang tamu ust Fathur
"Syafa, ayah minta tolong bawakan teh untuk 4 orang ya sayang" seru ust Fathur pada anaknya yg ada di ruang keluarga bersama ibunya ustadzah Sinta
"Baik ayah"
Lalu ustadzah Sinta menghampiri mereka ke ruang tamu
"Eh ada nak Anjar toh, kenapa atuh kemari kumaha?" Tanya ustadzah Sinta
"Maaf ustadzah saya mengganggu aktifitas ustadz bersama ust, saya kemari hanya ingin memastikan keadaan Hasna kenapa tidak sempat hadir di acara wisuda" jelas Anjar
"Maaf ini tehnya ayah," kata Syifa menyela pembicaraan
"Segeralah kekamarmu Syifa" titah ust Fathur
__ADS_1
Syifa menganguk lalu menuju kamarnya
"Silahkan diminum tuan dan nak Anjar, maaf hanya ini yg kami suguhkan" kaya ustadzah Sinta
Sejenak pembicaraan terhenti mereka meminum teh lalu ust Fathur mulai berbicara
"Apa nak Anjar tidak tau kalau nak Hasna hamil diluar nikah?" Terang ust Fathur
Anjar yg mendengar Hasna hamil langsung terasa sesak di dadanya, rasanya nafas seperti tercekat di tenggorokannya, mendadak ia tegang
Haris yg mengerti bagaimana perasaan Anjar terhadap Hasna merasa iba, ia mengelus ngelus punggung Anjar
"Ia saat ini akan menikah di Cianjur tempat tinggal pacar yg menghamilinya dengan ibunya naik bis kemaren lusa. Sempat saya menawari untuk ikut tapi mereka menolak," terang ust Fathur
"Maaf hanya itu yg saya ketahui tentang Hasna nak Anjar" lanjutnya
Ust Fathur yg menyadari ketegangan Anjar mulai membaik lalu ia bertanya
"Apa Hasna tidak pernah cerita apa2 kepada nak Anjar?" Tanya ust Fathur
"Tidak ust, terima kasih informasinya kami mohon pamit dulu" Anjar berdiri bergegas keluar
"Mohon maaf kami merepotkan" kata pak Suryo menjabat tangan ust Fathur lalu beranjak pergi
"Sial sial sial sial, kenapa ini semua terjadi kepadaku??!!" Teriak Anjar didalam mobil, entah berapa kali ia berteriak sumpah serapahnya
"Sudahlah tenangkan pikiranmu, lebih baik kau fokus saja pada kuliahmu sebentar lagi dik" kata Haris sambil mengelus punggung Anjar
"Benar yg dikatakan nak Haris, lebih baik nak Anjar fokus saja pada kuliah nak Anjar agar segera bisa memimpin perusahaan alm tuan Ahmad" pak Suryo menimpali dibelakang kursi kemudi
.
.
Esoknya pagi2 sekali Anjar dan haris sudah bersiap2
"Apa kau sudah siap dik?" Tanya Haris yg masuk kekamar anjar
"Hem, sudah kak, jam berapa kita berangkat?"
"Jam 7 pak Suryo akan menjemput kita kebandara"
"Hem, aku ingin disini sebentar kak"
"Baiklah kalau pak Suryo datang akan kupanggil" kata Haris lalu bergegas keluar kamar Anjar
POV Anjar
Hari ini aku akan berangkat ke London untuk kuliah, tapi kenapa rasanya aku sedih sekali karena tidak bisa berpamitan kepada hasna, rasa sesak dihatiku tiba2 datang ketika mengingat dia akan menikah dengan pacarnya itu apalagi sekarang dia sedang mengandung anaknya. Sungguh menambah sesak dihati, walau bagaimanapun Hasna adalah cinta pertamanya. Tapi ia bisa berbuat apa kalau takdir sudah memisahkannya dengan Hasna
Dengan berat hati akhirnya ia berangkat ke London hari ini, penerbangan memakan waktu -+17jam, di pesawat Anjar melihat pemandangan dari jendela. Dia tampak menghela nafas lalu melihat pemandangan lagi, Haris yg duduk disamping Anjar hanya diam memakluminya.
.
London, Inggris
Mereka telah sampai di bandara Inggris lalu mereka menuju apartemen yg sudah disiapkan oleh pak Suryo
Haris juga ikut kuliah bersama Anjar karena ia akan menjadi asisten pribadi Anjar kalau Anjar memimpin perusahaan ayahnya, mereka langsung menuju kamar masing2
.
__ADS_1
Anjar menghempaskan tubuhnya ke ranjang king size itu lalu membuka galeri handphonenya, ia membuka foto2nya saat bersama Hasna dulu
"Aahh jadi teringat dia sekarang" gumamnya
"Mungkin kita ngga jodoh na, aku akan selalu mendoakan yg terbaik untukmu, maafkan aku jika hatiku sulit melupakanmu"
Ia memandangi fotonya dengan Hasna yg memakai seragam sekolah waktu sedang istirahat di kantin,
.
Waktu terus berlalu, Anjar bersama kakaknya pergi kuliah menimba ilmu di negri orang untuk memenuhi wasiat ayahnya. Hari hari mereka lalui dengan suka cita duka ceria
1 tahun berlalu
"Tak terasa sudah 1 tahun aku meninggalkan mu na, tapi hati ini ga mau berubah, maafkan aku. Aku tau kini kau sedang bahagia bersama suami dan anakmu." Gumam Anjar melihat foto Hasna saat diwaktu senggang kuliahnya
"Hari2 kulalui penuh tekanan, setiap hari kumencoba menyibukkan diriku dengan kuliahku, tapi apa dayaku jika aku masih saja tak bisa melupakanmu. Maafkan aku, semoga kamu tetap bahagia"
3 tahun berlalu
Seseorang memandangi pemandangan kota London dari balkon apartemen, mengambil sebotol minuman dan mengisapnya dalam dalam. Dirasakannya sangat damai, kehidupan kota itu membuatnya menjadi pecandu alkohol
"Kau sangat suka berada disini ketika hatimu gundah!" Orang itu melihat kakaknya berkacak pinggang melihatnya dari kamarnya
"Aku tidak suka perempuan seperti aura itu kak, sudah kubilang jangan pernah mendekatiku, dia terus saja seperti itu, kan sekarang aku kena getahnya jadi dimarahi kakaknya" jawab adiknya sambil meminum alkoholnya dalam dalam
"Oh jadi karena perempuan lagi?" Tanyanya
"Bukan karna dia, hanya saja sikapnya mengingatkanku dulu pada Hasna yg selalu ingin dekat denganku sebelum bertemu suaminya dulu, aku jadi mengingatnya terus!" Jawab Anjar
"Sudah 3tahun berlalu, mungkin dia sudah bahagia bersama keluarganya dik, segera lupakan dia. Tidak baik mencintai orang yg bersuami." Jelas Haris
"Aku tau kak, sudah kusibukkan diriku tapi tetap saja mengingatnya, semakin kumencoba jauh semakin juga kumemikirkannya kakak"
Lalu Haris menghampiri Anjar dan mengambil alkoholnya
"Kakak apa yg kau lakukan, kembalikan minumanku"
"Kau terlalu larut pergaulan disini dik" haris meninggalkan Anjar sendiri dilamarnya
"Aaarrrgggghhhh" memukul keras dinding kamar apartemennya lalu berlalu meninggalkan apartemennya menuju mobil dan mengendarainya kejalanan london
Anjar melihat sekitar untuk menghilangkan kegundahan hatinya
"Ternyata sungguh indah kota ini, aku saja yg tidak terlalu menikmati kota ini karena terlalu sibuk" Anjar tersenyum, ternyata ia baru menyadari kalau London sangat indah. Ia berfikir kalau selama 3 tahun ini selalu menyibukkan dirinya sendiri demi melupakan Hasna.
.
Di apartemen
"Maafkan aku dik, saat kau selalu mengingat Hasna, kau selalu meminum alkohol. Aku harus sedikit lebih keras padanya" lali Haris membuang semua alkohol yg berada di lemari pendingin dapur
.
.
.
sekian untuk hari ini
mohon maaf tulisannya masih acak2an karena ini adalah novel pertama saya
__ADS_1