
"Tenangkanlah dirimu adik, dengar dulu penjelasann pak Suryo" kata Haris sambil mengelus tangan Anjar supaya lebih tenang
"Saya tau apa yg kamu rasakan saat ini, kamu dari kecil dibesarkan oleh ayahmu sendiri dengan didikan yg sangat keras tanpa ibumu disampingmu. Kamu juga benci dengan ibumu tapi itu semua dilakukan agar kamu menjadi pribadi yg kuat dan tangguh tidak mencari ibumu, karena ibumu adalah alat yg mempertemukan mu dengan pak Bambang. Maaf sebenernya saya sudah tau dimana ibumu sekarang, tapi saya tidak pernah memberitahu tuan Ahmad karena akhir2 ini tuan menderita sakit parah. Dan beliau telah menulis surat untukmu serta memberimu kotak kecil, apa kau menerimanya dari dokter itu?" Tanya pak Suryo
"Ya saya menerimanya, dokter yg menangani ayah yg memberikannya kepadaku"
""Hem, dia adalah dokter yg menangani sakit ayahmu selama ini" kata pak Suryo
"Iya saya tahu semuanya, dokter telah menceritakannya kepada saya tentang penyakit ayah yg selama ini ia derita"
"Bacalah surat itu dan buka kotak itu kamu akan tahu semuanya, jika kamu belum siap menandatangi berkas ini tak apa apa2. Jika anda siap silahkan hubungi saya, saya akan selalu menunggu anda seperti surat wasiat tuan" kata pak Suryo lalu memberikan kartu pengenal kepada Anjar
Anjar menerimanya lalu melihatnya
"Saya akan membaca surat ayah dirumah, dan saya akan kuliah setelah saya lulus. Saya akan bertemu dengan anda ketika saya sudah lulus kuliah, maaf mungkin hari berikutnya saya akan sering merepotkan Anda" kata Anjar lalu berdiri hendak pergi dari rumah itu
"Nak Anjar tinggallah disini bersama nak Haris, ini sudah menjadi rumah anda sejak tuan meninggal" kata pak Suryo menghentikan Anjar
"Tidak untuk sekarang, saya belum siap menerima semua ini." Lalu Anjar beranjak pergi meninggalkan pak Suryo diruang tamu dan melewati pelayan yg menunduk kepadanya dan memasuki mobil tadi yg membawanya ke rumah ayahnya
Flashback end
"Kenapa masalah sebesar ini ayah menyembunyikan nya dariku, membuat aku pusing saja" kata Anjar sambil menghisap rokok di tangannya
Lalu Anjar beranjak dari kamar ayahnya menuju bengkel disamping rumahnya lalu membuka bengkel itu setelah kemarin tutup
Haris yg melihat anjar membuka kembali bengkelnya menjadi ngomel ngomel sendiri
"Dasar tuh anak ga ada terima kasihnya sama kakaknya, seminggu ini yg kerja di bengkelnya sampe ga istirahat tuh aku. Harusnya kasih jatah 2 hari lagi kek buka bengkel, dasar anak batu huh kerja lagi deh" omel Haris membuang nafas kasar lalu menghampiri Anjar di bengkelnya
.
Haris membantu Anjar menyervis motor2 yg ada di bengkelnya dengan wajah kesal dan uring2an, sedangkan yg dikesali tidak merasa apa2 dan asyik dengan pekerjaannya.
.
Esoknya Anjar kembali ke sekolahnya dan memulai pembelajaran seperti biasa.
Saat istirahat Hasna mengajak Anjar ke kantin seperti biasanya tapi kali ini Hasna juga mengajak nita.
"Duduk sana aja enak" tunjuk Nita ke bangku kosong depan taman sekolah
Hasna dan Anjar mengiyakan lalu mereka duduk bersama, Anjar didepan Hasna dan Nita disamping Hasna
"Mau pesen apa kalian? Biar aku yg pesankan?" Tanya Nita
"Aku seperti biasa aja nit, kamu an?" Tanya Hasna
"Seperti kamu aja" jawab Anjar
"Oke deh, mie ayamnya 2 sama es teh.nya 2 ya nit" kata Hasna lalu Nita berdiri dan memesan makanan mereka dan kembali dengan membawa 2 mangkok mie ayam diikuti penjual kantin yg membawa 1 bakso dan e gelas es teh
Mereka makan bersama dengan canda gurau sampai bel masuk. Mereka kemudian masuk kelas dan mengikuti pelajaran hingga waktu kelas berakhir dan tiba waktunya pulang mereka menuju parkiran
Anjar menaiki motornya lalu menuju Hasna yg berdiri di depan gerbang sekolah
"Ayo aku anter na"
Hasna menoleh kepada Anjar dan sesaat sebelum Hasna menjawab ada sebuah mobil yg berhenti didepannya.
Ya kalian pasti tau lah itu mobil siapa, yups tepat sekali. Itu mobilnya Afif pacar Hasna
__ADS_1
Afif menurunkan kaca lalu mengajak Hasna pulang bersamanya
"Ayo na sayang" sambil menekankan kata sayang dan melihat kearah anjar
"Eh iya fif, ayo" Hasna langsung membuka pintu mobil dan masuk mobil
"Maaf" kata Hasna sebelum mobil Afif berjalan menjauhi Anjar
Anjar hanya diam saja, dia masih memikirkan kata sayang itu lalu dia dikagetkan Nita yg menepuk pundaknya
"Dia pacaran sama Afif udah seminggu ini, dan seminggu ini juga Afif yg menjemputnya." Kata Nita lalu melepaskan tangannya dipundak Anjar
"Apa kamu serius nit?" Tanya Anjar kaget karna ia tidak tau apa2 selama seminggu ini tentang Hasna bahkan hari ini Hasna tak menceritakan apapun padanya
"Hem, aku tau kamu suka padanya"
"Eh kamu kok tau?"
"Aku tau dari sikap kamu, kamu selalu memandangnya berbeda" lalu Nita hendak menyebrang tangannya dipegang oleh Anjar
"Boleh aku antar kamu pulang?"
"Hem" jawab Nita
Anjar melepaskan pegangannya dari tangan Nita lalu Nita naik ke motor Anjar
"Rumah kamu dimana?" Tanya Anjar
"Panti asuhan x"
"Kamu kenal kak Haris?" Tanya Anjar sambil menghidupkan motor dan melajukan kejalanan
"Eh yg benar, wah jadi ingin ikut beladiri dengannya ya ha ha ha" Anjar tertawa
"Kamu kenal dg kak Haris?" Tanya Nita
"Tentu saja, dia tinggal dirumah ku. Kami bekerja di bengkel" jelas Anjar
"Yg benar saja, dia meninggalkan panti hanya untuk mu, dasar" Nita cemberut pasalnya selama ini dia menyukai Haris
Anjar tak menjawab dia melajukan motornya mengantarkan Nita ke panti asuhan
.
Seperti biasanya saat Anjar sampai rumah dia menuju bengkelnya dan mencari Haris lalu menceritakan harinya disekolah hari ini, Haris yg mendengarnya pun tertawa
"Ha ha ha ha ha ha ha,,tolong tolong aku tak bisa berhenti ketawa"
"Kakak kenapa sih, padahal kan ga ada yg lucu cerita aku" jawab Anjar yg kesal melihat Haris tertawa
"Ha ha ha.." Haris lalu menghembuskan nafasnya
"Ternyata Hasna sudah memiliki pacar toh, pantas saja dia agak kikuk denganmu"
"Maksud Kaka apa berbicara seperti itu?"
"Kamu tau pas dia kuantar pulang dia sempat khawatir kepadamu, dia menanyakan mu tau"
"Eh, tanya apa kak, Kaka ga kasih tau aku pulangnya?"
"Mana bisa aku kasih tau kamu, kamu aja nangis terus ha ha ha" Haris tertawa terpingkal pingkal sedangkan Anjar cemberut
__ADS_1
Lalu Haris menceritakannya
"Makanya waktu itu dia agak takut gitu mau tanya sama aku, ternyata itu jawabannya"
"Maksud Kaka apasih aku ga ngerti deh"
"Hedehh, punya adik Lola amat sih, gini ya Kaka tanya sama kamu. Kalau seandainya nih kamu punya pacar dan sahabat lalu sahabat kamu cewek ada masalah, sedangkan kamu mau membantu kamu merasa ingin menjaga perasaan pacarmu apa yg kamu lakukan biar tidak salah faham? Hemmmm" tanya Haris
Anjar diam sesaat dan mencoba berfikir
"Aku ngerti maksud kakak" lalu Anjar memasuki kamarnya untuk mandi dan istirahat
Banyak yg terjadi padanya seminggu ini, ayahnya meninggal lalu identitas asli ayahnya dan sekarang pujaan hatinya punya tambatan hati lain..
Rasanya hari ini dia sangat lelah sekali, ingin mandi dan istirahat. Pikirannya banyak dipenuhi masalah2 yg membuat emosinya terkuras habis
Hari hari selanjutnya ia lalui dengan agak menjauhi Hasna namun tetap mengawasinya secara diam2, setelah sampai rumah ia kembali kerja dibengkel bersama Haris, terus saja ia lalui sampai waktu hari kelulusan mereka.
Anjar memakai tuxedo warna hitam yg dihadiahi oleh pak Suryo pengacara alm ayah Anjar
"Tampan juga kamu dik?" Goda Haris
"Sudah lama kalau adikmu ini tampan kakak, hanya kamu saja yg menganggap ku jelek"
"Hahaha nervous sekali kau ini dasar, ayo segera ke sekolahmu. Hari ini kita diantar pak Suryo pake mobil" tegas Haris
"Baik kak" lalu mereka berjalan keluar rumah dan memasuki mobil menuju sekolah Anjar.
.
Dipandangnya teman yg lalu lalang di sekitarnya lalu segera ia memasuki aula gedung sekolah
"Berbaurlah kamu dengan mereka, kami akan menunggu disini" jelas pak Suryo menunjuk tempat khusus untuk anak2 wisuda
"Baik pak, tunggu disini. Terima kasih kalian datang kesini untuk mewakilkan keluargaku"
Haris dan pak Suryo menganguk lalu Anjar berlalu ke tempat wisuda
Dilihat teman2nya yg asik berfoto ria bersama teman lainnya lalu ada orang yg menepuk bahunya
"Cepat pakai toga ini" kata Nita
Anjar menoleh lalu menganguk, ia pergi ke toilet untuk memakai toganya.
.
Dilihat kanan kiri nya ia tidak menemukan sosok yg ia cari
"Kamu pasti mencari Hasna?" Tanya Nita yg duduk disebelah Anjar
"Iya kemana dia?"
.
.
.
simak penjelasan selanjutnya ya..
hari ini kita double up supaya pembaca senang 🙏🙏
__ADS_1