
Saat pulang sekolah Hasna melihat ada sebuah mobil yg diparkir di depan sekolahnya. Hasna sudah hafal mobil siapa itu lalu ia menghampirinya
"Hei sayangku, kenapa tuh wajah ditekuk gitu sih jelek tau" kata Afif di depan sekolah Hasna untuk menjemput nya.
Selama seminggu ini Hasna dijemput oleh pacarnya afif
"Sahabat aku Anjar kemarin kehilangan ayahnya" sambil beranjak naik ke mobil Afif
"Kamu tenang aja, dia laki laki ga akan cengeng kok, dia bakal segera bangkit lalu masuk sekolah lagi. Udah atuh jangan cemberut gitu, lebih baik kita makan dulu ke restoran apung yg ada di jalan pahlawan"
"Terserah deh" lalu Afif menghidupkan dan menjalankan mobilnya
Diseberang jalan tampak Anjar melihat Hasna yg naik kemobil seseorang yg tampaknya ia kenal lalu ia balik lagi kerumahnya.
.
"Cepet sekali mengantar Hasna," kata Haris
". . . ." Anjar hanya diam saja
"Kenapa lagi tuh anak" omel Haris sedangkan Anjar sudah masuk kedalam rumahnya lalu Haris mengikuti Anjar kedalam rumah
Anjar duduk dikamar ayahnya lalu membuka laci dan mengambil bungkusan kecil dan mengambil 1 batang rokok lalu menghisapnya dalam dalam
"Kamu kenapa?" Tanya Haris karena tak biasanya melihat anjar merokok
"Hasna tadi dijemput teman lamanya?"
Lalu menghisap rokok lagi dan menguapkannya ke atas
"Yg lusa bertemu dengannya saat pertandingan olahraga?"
"Hemmm" masih merokok dan menghisapnya dalam2
"Lebih baik setelah kamu lulus, segera kuliah dan jalankan amanat terakhir ayah kamu Anjar." Kata Haris menatap Anjar serius
"Aku tidak mau kak, aku mau membangun usahaku sendiri. Aku mau dengan kerja kerasku sendiri" kekeh Anjar tanpa menoleh ke Haris
"Baik, terserah kamu. Asal kamu tau Anjar, ayah kamu menitipkan perusahaan itu untuk kamu itu demi kebaikan kamu, saat ini ayah kamu sudah tidak ada dan sekarang perusahaan itu dipimpin sementara oleh tangan kanannya. Aku harap kamu mempertimbangkannya dengan baik" lalu Haris keluar kamar meninggalkan Anjar sendirian
Flashback kemarin
Saat setelah Anjar menerima surat dan kotak kecil dari dokter Anjar menyimpannya di saku celana nya lalu Anjar dihampiri oleh orang berpakaian hitam lalu berkata
"Maaf apa benar anda adalah Anjar putra tuan Ahmad?"
"Ya saya sendiri, dia sedang dikremasi dan mau dimakamkan hari ini"
"Baiklah nanti setelah pemakaman tuan Ahmad ikutlah bersama saya sebentar menemui seseorang"
__ADS_1
"Hemmm" lalu orang itu pun pergi
Malamnya orang itu datang lagi ke rumah Anjar membawa mobil
"Tok tok tok"
Pintu dibuka oleh Haris
"Maaf sedang mencari siapa ya" tanya Haris
"Apa tuan Anjar ada disini"
Haris terkejut karena orang didepannya memanggil Anjar dengan sebutan tuan lalu tersadar kembali
"Eh iya silahkan masuk mari"
Haris menyuruh orang itu duduk lalu memanggil Anjar didalam kamarnya
.
"Saya yg kemarin di rumah sakit itu tuan masih ingatkah?"
"Hem masih" jawab Anjar
"Mari sekarang ikut saya tuan" orang itu lalu berdiri
"Tak masalah silahkan tuan" orang itu lalu menunjuk mobil di depan rumah Anjar menyuruh untuk memasukinya
.
Didalam mobil Anjar masih diam sedangkan Haris bingung
"Jelaskan ada apa ini dik?"
"Sebenernya aku juga gtw kak, kita ikutin aja apa maunya orang ini" kata Anjar
"Hem baiklah,"
Mobil itu terus melaju memecah jalanan kota Bandung hingga mobil itu berhenti sebentar di depan gerbang sebuah rumah. Dia membunyikan klakson lalu dengan sigap penjaga gerbang membuka gerbang membiarkan mobil itu lewat.
Di depan halaman luas itu mobil berhenti lalu menyuruh Anjar dan haris untuk turun.
Tak lama mereka lalu turun dan terkejut karena rumah itu sangatlah besar yg terletak di perumahan komplek.
Orang berbakaian hitam itu lalu menyuruh Anjar dan haris mengikutinya masuk ke dalam rumah.
"Ini rumah siapa dik, besar sekali?" Kata Haris berbisik2
"Mana tau aku kakak ku yg cerewet, kita lihat aja dulu!" Kata Anjar lalu memegang tangan Haris agar segera masuk
__ADS_1
Didalam rumah mereka disambut oleh para pelayan disana, lalu menyuruh mereka menunggu diruang tamu
Orang itu pergi ke atas lalu kembali dengan satu orang lainnya berpakaian jas seperti seorang pengacara lalu menemui Anjar serta Haris
"Maaf mengganggu aktifitas kalian, sebelumnya kenalkan nama saya Suryo pengacara alm tuan Ahmad. Saya disini hanya ingin menyampaikan amanat terakhir tuan Ahmad. Beliau menulis surat wasiat untuk nak Anjar" kata pengacara tsb
"Maksud bapak adalah ayah saya?" Tanya Anjar lalu pak Suryo menganguk dan duduk didepan anjar
"Ini adalah berkas2 yg harus nak Anjar tandatangani sebagai pewaris yg sah untuk perusahaan serta aset lainnya milik tuan Ahmad" menyerahkan berkas2 itu kepada Anjar
Lalu Anjar mengambilnya dan membacanya membolak balikkan lembaran demi lembaran lalu mengerutkan keningnya
"Maaf apa bapak tidak salah orang, nama ayah saya adalah Ahmad Sunaryo bukan Ahmad Wijaya Kusuma. Dan ayah saya tidak pernah cerita kepada saya jika beliau memiliki kekayaan sebesar ini?"
"Ini benar ayah anda nak Anjar, beliau mengganti namanya agar beliau bisa mengamankan aset serta perusahaan dari ibu kamu!" Seru pak Suryo
"Hah, maksud bapak apa berbicara seperti itu, bapak mau saya semakin membenci ibu saya begitu. Lalu kenapa dengan ini semua saya tidak mengerti!" Anjar lalu mengembalikan semua berkas yg ditangannya ke meja lalu hendak keluar rumah itu tapi ditahan oleh Haris
"Sebaiknya dengarkan dulu dik apa kata bapak pengacara itu, biar semua menjadi jelas, jangan marah2 seperti ini" lalu mendudukkan Anjar di tempat semula
"Baik saya kasih anda kesempatan untuk menjelaskannya secara detail apa maksud ini semua" kata Anjar dengan tegas
Lalu pak Suryo menceritakan awal mula kejadian 10tahun lalu yg membuat ayah Anjar kecelakaan serta hampir kehilangan nyawa jika tak ditolong oleh pak Suryo dan beliaulah yg selama ini membantu pak Ahmad untuk menyembunyikan identitas nya serta mempertahankan perusahaan serta aset pak Ahmad dari musuh musuhnya
Hingga sampai lah pak Ahmad menikah dengan ibu Anjar yg bernama Marni, ternyata dialah anak dari pak Bambang musuh terbesar pak Ahmad serta membuat pak Ahmad kecelakaan tragis
Anjar mendengarkan cerita dari pak Suryo dengan fokus sampai ditengah2 cerita Anjar bertanya kepada pak Suryo
"Lalu kenapa ibu saya meninggalkan saya dan ayah kalau ibu sudah tahu jika ayahlah yg harus ibu bunuh waktu itu?" Tanya Anjar
"Mungkin hatinya waktu itu bimbang antara cinta dan keluarganya, ibu Marni sebenarnya orang baik dan tidak neko2. Dia hanya pion yg dimainkan untuk menumbangkan tuan Ahmad,"
Pak Suryo kembali cerita awal pernikahan pak Ahmad dan ibu Marni yg tidak bermasalah hingga melahirkan Anjar hingga ayah Marni tau kalau identitas Ahmad sebenarnya adalah saingannya dan mengancam Marni harus membunuh suaminya, tapi marni tak mau melakukan itu hingga dia pergi entah kemana dan sejak saat itu pula pak Ahmad membawa Anjar ke Bandung untuk menyembunyikan identitas anjar dan untuk mencari marni hingga di saat saat terakhirnya.
Anjar mendengarkan semua itu menjadi frustasi, kenapa malah dia membenci ibunya selama ini. Dan kenapa ayah menceritakan kalau ibunya meninggalkannya karena ayahnya hanyalah orang miskin yg tidak punya apa2 sehingga pergi dengan selingkuhannya.
Anjar belum mencerna semua cerita pak Suryo dengan baik, Anjar hanya mengacak ngacak rambutnya lalu dengan hati yg kapang ia bertanya lagi kepada pak Suryo
"Lalu kenapa selama ini ayah menceritakan kepada saya kalau ibu pergi meninggalkan kami karena kami miskin tidak punya apa2 dan meninggalkan kami dengan selingkuhannya" dengan suara keras
.
.
.
yuk lanjut bab berikutnya ya kalau penasaran
kita kemon..
__ADS_1