
"makanlah dulu dik, kamu belum makan apa2 dari kemarin malam?" Kata Haris Menaruh sepiring nasi serta telor ceplok buatannya serta segelas air putih di meja kamar Anjar
". . . . ." Anjar masih diam sambil melihat fotonya bersama ayahnya saat baru membuka bengkelnya
"Yasudah kalau begitu Kaka keluar dulu" berlalu meninggalkan kamar Anjar sendirian
Anjar POV
Hari ini AQ kehilangan ayahku untuk selamanya. Dimana ia adalah penyemangat ku, panutanku. Meski ia selalu kasar kepadaku selama ini, aku tetap menyayanginya. Karena ia adalah satu2nya anggota keluargaku yg tersisa.
Kini aku sendirian, berjuang sendirian. Lalu dimana aku mendapatkan punggung untuk sekedar tempat letihku.
Sudah seminggu berlalu, akupun melupakan Hasna, ia pasti marah aq tidak masuk sekolah selama ini. Aku sudah pasrah, hatiku lelah. Ingin melepas beban ini sebentar. Hasna, aku merindukanmu. Tidak tau kenapa sekarang aku ingin bertemu denganmu hari ini.
Author POV
Hasna begitu kaget karna mendengar berita kematian ayah Anjar sahabatnya sendiri, bahkan selama seminggu ini Anjar tak pernah menghubunginya.
Lalu ia pun ikut rombongan sekolah yg pergi melayat ke rumah Anjar.
.
Rumah anjar
"Apa benar kamu yg bernama Hasna?" tanya Haris lalu Hasna menganguk
Lalu Haris memegang tangan Hasna dan sedikit menariknya agar menjauhi para pelayat yg berdatangan ke rumah Anjar. Haris berhenti didepan pintu kamar Anjar lalu mengetuk kamar Anjar
"Too tok tok, dik ini ada Hasna didepan, buka pintunya" Haris
"Kreek" suara pintu terbuka, terlihat Anjar dengan mata yg sembab
"Aku tinggal sebentar, barangkali kalian mau berbicara silahkan di bengkel daripada disini bising" lalu Haris melepas tangan hasna dan bergegas menuju ruang tamu dimana para pelayat ada Disana
"Ehm ayo ikut aku na, aku mohon sebentar aja!"pinta Anjar
Lalu Hasna menganguk dan mengikuti Anjar dibelakangnya
.
"Maafkan aku na, seminggu ini aku ga bisa anterin kamu pulang sekolah" kata Anjar lalu menyuruh Hasna duduk di tempat istirahat nya di bengkel bersama Haris lalu menuju kulkas di dalam dapur dan membawakan air dingin kepada hasna
"Maaf, hanya ini yg aku temukan di dalam kulkas" memberikan air dingin kepada hasna
". . . ." Hasna masih diam saja karna sekarang dia tau kalau Anjar sedang tidak baik dan membutuhkannya
"Kamu tau na, sepulang waktu aku terakhir kali bersamamu itu aku sudah merasakan hal aneh, tapi aku tak mengerti tapi hati ini selalu menuju ke rumah, jadi maaf waktu itu aku ga nganterin kamu pulang.."
"Saat aku sampai di rumah aku langsung ke bengkel, aku kerja seperti biasanya. Aku lupa melihat ayah waktu itu karna aku lihat di bengkel banyak motor yg harus diperbaiki, aku juga melihat Haris mulai kuwalahan.
Saat kami istirahat sebentar lalu kami mendengar suara keras dari kamar ayah, aku menghampiri nya dan aku kaget melihat ayah tersungkur dibawah tempat tidur. Aku panik saat itu na" Anjar mengeluarkan air mata lalu Hasna menepuk nepuk pundak Anjar untuk menenangkan nya
"Lalu kami membawanya ke rumah sakit, tapi Disana keadaan ayah semakin memburuk setiap hari. Dan kamu tau na apa yg terjadi?" Melihat hasna, Hasna menggelengkan kepalanya
"Ternyata selama ini ayah menyembunyikan penyakitnya dari aku na, ayah menderita sakit kanker otak. Dia sembunyikan hal terbesar dari aku na, bagaimana aku tak sadar selama ini kalau ayah sering pusing dan demam kalau itu ternyata penyakit yg sangat mematikan. Kamu tau perasaanku sekarang kan na, sakit sekali na. Orang yg paling aku segani, sayangi, hormati sekarang sudah tida ada, dia meninggalkan ku sendirian na" air mata Anjar sudah tak terbendung lagi, Anjar menangis sambil tertunduk
__ADS_1
Hasna yg mendengarkan cerita dari Anjar pun ikut menangis, ternyata beban pikiran yg dipikul Hasna lebih berat beban pikiran Anjar
"Kamu menutupi sifat terpurukmu demi melihat aku senyum selama ini Anjar, aku tau bagaimana rasanya kehilangan orang yg kita sayang, bahkan aku pernah dikhianati juga sama om dan tanteku sendiri. Pasti kamu butuh sandaran saat ini" batin Hasna
"A a a ku ra a a sa nya.." ucap Anjar terbata bata
"Menangislah lalu bangkitlah" kata Hasna lalu memeluk anjar
Mereka berpelukan sangat lama sekali hingga terdengar suara Haris yg memanggil Hasna
"Hasna.." panggil Haris di depan pintu dapur
"Maafkan aku na, hari ini aku jadi melow banget ya" kata Anjar dengan melepas pelukan dari Hasna lalu tersenyum
"Iya GPP an, mungkin awal rasanya seperti ini. Tapi kamu harus bangkit jangan terpuruk terus" kata Hasna sambil memandang Haris
Sebelumnya Haris sudah tau wajah Hasna ketika Anjar menceritakannya dan menunjukkan foto Hasna dihanphone Anjar, tapi Hasna tidak tau Haris sama sekali.
"Itu kak Haris, dia yg membantu aku di bengkel selama ini. Dia juga yg selalu aku repotkan dan aku suruh tinggal disini bersamaku" jelas Anjar
"Hem, maaf sebelumnya kak Haris saya tidak tau. Terima kasih telah membantu sahabat saya selama seminggu ini, maaf juga kalau saya tidak pernah berkunjung kemari" kata Hasna
"Tidak apa apa, saya paham permasalahan kamu, lebih baik sekarang kamu pulang dulu saya antarkan. Besok kalau Anjar sudah membaik dia akan pergi ke sekolah"
Kata Haris lalu meninggalkan mereka berdua
"Lebih baik kamu pulang sekarang na, kalau ibu kamu pulang kerja lalu kamu belum pulang pasti dia nyariin kamu, kamu tenang saja. Kak Haris tau kok jalan rumah kamu, cuma kalau rumah kamu tunjukkan saja. Aku sudah cerita banyak tentang kamu ke kak Haris, jadi dia tau banyak hal tentang kamu yg aku ketahui" kata Anjar
"Apa kamu besok masuk sekolah an??"
"Hem iya GPP an, maaf aku selalu ngrepotin kamu ya selama ini" kata Hasna sambil membentuk huruf V di tangannya lalu tersenyum
"Ha ngomong apa kamu na, baru sadar selama ini" sambil menepuk tangan Hasna
"Iih iiihhh Anjar suka banget sih dasar" cemberut
"Hahaha, yaudah sana pulang nanti ada yg nyariin" Anjar tertawa lihat muka Hasna yg cemberut, baginya itu menggemaskan
"Aku rindu wajah itu darimu Hasna, aku jadi ingin menjaili kamu terus. Semoga kamu tetap bahagia" (batin Anjar)
"Hem baiklah sahabatku, kutunggu kedatanganku di sekolah bye bye" Hasna berdiri beranjak pergi dengan melambaikan tangannya kepada Anjar
.
"Yg itu kak rumah saya" tunjuk Hasna ketika hendak sampai di depan rumahnya kepada Haris
"Makasih ya kak Haris" Hasna turun dari motor Haris lalu hendak masuk tapi ia urungkan lalu bertanya kepada Haris
"Kak, boleh tanya sesuatu?"
"Tanya apa?" Haris mematikan motornya
"Apakah dia tidak tidur selama seminggu kak?" Kata Hasna
"Maksud kamu Anjar" kata Haris
__ADS_1
Hasna menganggukan kepalanya
"Kenapa kamu bertanya seperti itu?"
"Aku hanya ingin tau saja kak, karna aku melihat dia kurusan lalu wajahnya tampak lelah dan garis matanya menghitam dan ada kerutan di dahi nya"
"Kamu merhatikan Anjar sampe segitunya na?" Tanya Haris
"Iya kak, maaf" Hasna menunduk
"Hem,,. Anjar emang jarang tidur dan sering telat makan kalau ndk aku suruh makan. Ayahnya kalau malam sering demam tinggi di rumah sakit, aku ajak gantian jaga dia gamau katanya ia mau menjaga ayahnya sampe sembuh. Tapi apa mau dikata kalau sekarang ayahnya meninggal. Aku sebenernya kasian liat dia kayak gitu tapi mau gimana lagi orangnya gamau jadi aku cuma kasih perhatian yg aku bisa buat dia." Jelas Haris
"Makasih kak udah menemani Anjar," kata Hasna lalu beranjak masuk ke rumahnya
.
"Kamu darimana saja Hasna, ibu mau aja mencari kamu" omel ibu Hasna ketika melihatnya menutup pintu
"Maaf ibu" lalu Hasna beranjak ke kamarnya
"Kenapa lagi dengannya, kemaren kemaren bahagia loncat loncat dikasur eh sekarang pulang sekolah telat pake wajah ditekuk lagi. Yasudah lah biar nanti dia juga cerita sendiri" kata ibu Hasna
.
Esoknya disekolah ternyata Anjar belum masuk ke sekolah dan Hasna kekantin bersama nita. Teman sekelas Hasna yg dekat 5 hari ini dengannya
"Kenapa wajah ditekuk gitu dari tadi na? Mikirin apa?" Tanya Nita sambil menyeruput es teh nya
"Anjar hari ini Ndak masuk lagi nit" sambil mengaduk ngaduk mie di meja makannya
"Mungkin dia masih kurang baik na, kamu sabar aja mungkin besok atau lusa Anjar bakal masuk sekolah lagi" kata Nita lalu makan bakso
"Hem iya juga, aku pernah rasanya kehilangan orang yg kita sayangi nit"
"Sudah sudah jangan bahas hal lain, kita makan aja dulu nanti keburu masuk"
Hasna mengiyakan lalu makan bersama nita
.
Saat pulang sekolah Hasna melihat ada sebuah mobil yg diparkir di depan sekolahnya .
.
.
.
haha penasaran yuk ikutin terus novel ini kak.
maaf baru bisa up soalnya kemarin2 saya lagi banyak pikiran dan down 🙏
mohon maaf bila ada kata yg kurang dipahami
jika suka novel saya silahkan klik like komen n vote ya kak
__ADS_1
atur nuwun 🙏🙏