Sahabat Lama

Sahabat Lama
9. Lembaran baru


__ADS_3

4 tahun berlalu


Hari ini jadwal kepulangan 2 saudara tak sedarah itu pulang ke tanah air karena sudah selesai kuliahnya, sebenarnya Haris sudah lebih dulu wisuda ketimbang Anjar karena memang Haris orangnya cerdas, tapi ia menunggu Anjar sampai wisuda dan kembali ke Indonesia bersama.


Saai ini mereka telah sampai di bandara Soekarno Hatta Jakarta dan langsung menuju rumah ayahnya yg berada di jakarta.


.


Sebuah mobil mewah keluaran terbaru memasuki halaman rumah besar lalu kedua orang itu keluar dan berjalan memasuki pelayan yg menunduk menuju ruang tamu


"Wah wah wah, rupanya saya kedatangan tamu penting!" Canda pak Suryo sedang melipat majalah menaruhnya dimeja dan menghampiri kakak beradik tak sedarah itu


"Apa kabar keponakanku sayang" menyalami kedua pemuda tsb sambil memeluk mereka


"Baik paman, kami kesini selesai kuliah dan segera ingin bekerja" jawab Anjar sambil tersenyum


Note : saat anjar dan Haris di London mereka telah sepakat untuk merahasiakan tentang ayah anjar dan menjadikan pak Suryo sebagai paman, lagipula pak Suryo sudah mengakui kalau perusahaan ayah Anjar adalah perusahaan dan yg telah ia beli sebelum pak Ahmad meninggal tentu saja dengan semua aset yg dimiliki pak Ahmad. Itu semua dilakukan agar musuh ayah Anjar tidak curiga kalau anak pak Ahmad masih hidup. Hubungan ketiga pria itu terbilang sangat dekat sekarang.


"Hei, kau tau paman, dia ini sering menangis saat dilondon. Kau tau kenapa?" Tanya Haris yg langsung diinjak kakinya oleh Anjar


"Hei kakakku sayang, kenapa kau malah membahas itu sekarang. Kami sudah pulang paman, biarkan kami menikmati jamuan malam ini. Oh aku rindu London ku, pesta malam ku itu" kata Anjar sambil merangkul pundak pak Suryo


"Kau jangan seperti itu lagi, lagipula kau sebentar lagi akan jadi CEO terkaya, mana mungkin kau pergi ke dunia London mu itu" kata pak Suryo memperingati anjar


"Hehe baik paman, seperti nya hari ini kita harus istirahat dulu. Nanti malam baru bisa barbeque ha ha ha" kata Anjar menepuk pundak haris dan langsung pergi menaiki tangga menuju kamar utamanya yg sudah disiapkan oleh pak Suryo


"Paman, sebenarnya aku. . ."


"Aku sudah tau semuanya, aku juga mengawasi kalian berdua di London, semoga saja dia bisa melupakan orang itu, aku khawatir" kata pak Suryo ke Haris


"Hem, aku ke atas dulu paman, lelah rasanya di pesawat -+17jam"


"Ya, istirahatlah dulu nanti malam biar paman yg menyiapkan barbeque.nya"


"Haha jadi paman serius menanggapi keponakan kesayangan mu itu" kata Haris berlalu meninggalkan pak Suryo di ruang tamu


.


Hari ini Anjar sudah mulai bekerja dulu menjadi bawahan, ya walaupun bukan pekerta tapi Diklat alasannya agar bisa memahami tugasnya nanti dan tentu saja dibantu oleh Haris


Pak Suryo akan menyerahkan jabatan CEO kepada Anjar jika dia sudah magang selama 6 bulan


Anjar dan Haris melakukan tugas2 mereka dengan sangat baik, bahkan para Dirut dan direktur pun sangat puas kinerja mereka


.


6 bulan berlalu,


Kini Anjar telah melupakan hasna, ia menghapus semua kenangan tentangnya dan mulai fokus terhadap pekerjaannya dan sudah jarang ke hiburan malam bahkan 3 bulan terakhir Anjar sudah tidak pernah ke hiburan malam lagi


Dia benar2 fokus ke pekerjaannya hingga membuahkan hasil baik


Hari ini pak Suryo akan mengumumkan jabatannya yg akan digantikan dengan keponakannya tapi semua orang belum tau siapa keponakan nya.


.


Diatas mimbar kecil pak Suryo mulai berpidato dari awal mula perusahan ini dibelinya dari alm pak Ahmad lalu membangun kembali. Dan kini tiba saatnya mengumumkan tentang keponakan nya itu

__ADS_1


"Itulah tadi sedikit cerita saya tentang bagaimana saya membangun kembali perusahaan ini, kini saatnya saya akan mengumumkan bahwa jabatan saya akan diambil alih oleh keponakan saya, mari kita sambut, Anjar Suryo Pramana mari silahkan naik ke atas mimbar"


Suara bergema di seluruh ruangan yg langsung disambut tepuk tangan dari semua yg hadir


Prok prok prok, terdengar suara sepatu berjalan ke arah mimbar, lalu lampu2 menyorot seseorang yg berperawakan tinggi, tegas, dermawan yg sedang berjalan ke atas mimbar


Terdengar juga suara riuh tamu yg hadir, karena mereka tau kalau Anjar seorang Diklat dikantornya


"Assalamualaikum wr wb, sebelumnya perkenalkan nama saya Anjar Suryo Pramana keponakan dari paman saya yg menjabat CEO disini, mohon kerjasamanya para tamu sekalian, semoga perusahaan ini menjadi lebih besar lagi dikalangan dunia bukan di kalangan Asia lagi, Dan juga saya minta doa restu kepada kalian semua supaya bisa memimpin perusahaan ini dengan sebaik2nya" lalu Anjar menyerahkan mikrofon kepada pak Suryo dan suara tepuk tangan yg meriah


Acara pun selesai dan berjalan dengan lancar, pak Suryo Anjar dan Haris pulang ke rumah dan memulai hari esok lagi dengan membuka lembaran baru


Hari hari dilalui Anjar dengan bekerja bekerja dan bekerja. Hingga 1 tahun dia menjabat jadi CEO dia bisa membuat perusahaan nya sukses dan dia disebut sebagai orang kaya no 10 didunia, sungguh prestasi yg sangat memuaskan baginya.


Ia berubah menjadi pribadi yg tertutup, tegas, dan dingin. Terlebih kepada orang yg baru dikenalnya, dia juga menjalin kerjasama dengan perusahaan luar negri dan membangun kantor cabang di luar negri seperti London, Jepang, dan India


Namanya pun menyebar luas hingga ke mancanegara, Anjar Suryo Pramana seorang CEO muda yg sangat sukses hingga mendunia begitulah kata orang,


.


"Apa kau sudah menyiapkan semua berkasnya?" Tanya Anjar kepada sekretaris nya Angga anaknya sekretaris pak Ahmad dulu


"Sudah tuan" lalu menutup telfon dari CEO dan bergegas menuju ruangan CEO karena satu jam lagi akan diadakan rapat bersama klien.nya


"Tok tok tok"


"Masuk"


Angga memasuki ruangan Anjar lalu menyerahkan berkas2 rapat itu kepada Anjar


"Kita berangkat sekarang bos" kata Haris setelah melihat Angga menutup pintunya


"Hem" lalu Anjar membereskan mejanya dan berdiri


"Kau yakin akan rapat ditempat itu bos?" Tanya Haris karena dia tak yakin kalau tempat itu adalah hiburan malam


"Tentu saja, dia adalah klien terpenting ku, aku akan menyetujuinya tempat nya dimana pun" lalu Anjar berjalan keluar dan diikuti Haris dibelakangnya


Pukul 7 malam di bar x


"Silahkan lewat sini tuan" kata pegawai bar tersebut menunjukkan jalan menuju Privat room khusus untuk tamu penting mereka


Saat berjalan Anjar tak sengaja melihat sosok Hasna yg sedang duduk menemani pria hidung belang sofa tak jauh ruangannya untuk rapat, lalu ia kembali fokus berjalan menuju privat room


Rapat berjalan dengan sangat memuaskan, kedua belah pihak mendapat keuntungan yg sangat besar dan tentu proyek akan segera dimulai


Jam 9 malam


Tamu Anjar sudah pulang tinggal dia dan Haris masih disini


"Kau pulanglah lebih dulu kak, aku hanya ingin istirahat disini sebentar saja" membaringkan tubuhnya di ranjang king size di dalam Privat room tersebut


"Aku akan menunggumu dirumah, aku keluar dulu menghubungi pak Agus untuk menjemputku. Jangan pulang makan2 karena besok pagi ada rapat dengan perusahaan x" kata Haris lalu beranjak keluar


Anjar menghela nafas panjang serta kasar lalu mengeluarkannya lagi


"Aku akan memastikan penglihatan ku tadi" lalu ia beranjak keluar kamar dan duduk disebelah meja besar yg dikelilingi botol alkohol sambil melihat ke arah wanita tadi yg dilihatnya

__ADS_1


"Maaf tuan, seharusnya jika tuan membutuhkan sesuatu tuan bisa memanggil kami untuk memenuhi keinginan tuan" kata pegawai tersebut yg kebetulan melihat anjar keluar lalu duduk dimeja


"Aku ingin malam ini dia memuaskanku!" Tunjuk nya ke arah wanita yg dilihatnya


"Maaf tuan, tapi beberapa jam kedepan dia sudah ada yg booking sebelum tuan, jika tuan mau kami bisa memberikan wanita lain yg bisa lebih dari dia"


"Aku akan membayar 3x lipat dari harga biasanya, kalau aku tak mendapatkannya malam ini, maka bar ini akan segera kututup" geram Anjar lalu beranjak kembali ke Privat room


"Aduh, harus bilang ke bos dulu ini"


Lalu pegawai tersebut berlari ke ruang manager.nya dan memberitahukan masalah tadi dan manager nya setuju karena ia tau kalau Anjar adalah orang terkaya ke 10 dunia


"Bodoh, berikan dia kepadanya sekarang juga, kau tidak tau dia adalah orang terkaya no 10 di dunia, dia tidak akan main2 dengan ancamannya" bentak manager itu


Dengan gopoh2 pegawai tersebut mendatangi Hasna dan membisikkan sesuatu, lalu Hasna mengiyakannya


"Maaf om om, sepertinya kita tidak berjodoh malam ini, saya ada pekerjaan mendadak jadi saya harus pergi malam ini" kata Hasna dengan sopan


"Yah kan nanti kamu sama aku Hasna yg cantik," tanya om Hendra yg biasa memboking Hasna


"Maaf om, sepertinya malam ini saya kedatangan tamu penting" lalu Hasna berdiri


"Oke sayang, besok malam kamu milikku" senyum menggoda


"Baik om, Hasna tunggu ya" lalu berjalan menuju Privat room ditemani pegawai tersebut


"Saya hanya bisa mengantar sampai disini" lalu pegawai itu beranjak pergi


Hasna membuka Privat room tersebut dan tampaklah seseorang yg sedang duduk memunggungi nya, tanpa rasa canggung hasna menutup pintu dan tersenyum lalu menghampiri pria tersebut sambil membawa sebotol anggur dan gelas


Hasna menuangkan anggur tersebut tepat disamping pria itu lalu menyerahkan minuman itu kepadanya


"Minumlah tuan, ini adalah anggur terbaik di bar kami, tuan pasti akan senang dengan pelayanan kami"


"Bagaimana kabarmu na?" Kata Anjar sambil mengambil gelas itu


POV Hasna


Suara itu, tak mungkin dia, bagaimana mungkin dia ada di tempat ini, dan bagaimana dia tau aku disini,


Tidak tidak pasti hanya khayalanku saja


Dia sedang diluar negri dari info yg kudapatkan terakhir


"Kenapa kamu diam na?" Lalu Anjar menoleh ke Hasna


Betapa kagetnya Hasna saat melihat sahabat lamanya berada disini


.


.


.


bagaimana kisah ini selajutnya? simak terus perjalanan kisah mereka ya


maaf jika kata2 kurang bisa dipahami

__ADS_1


__ADS_2