Sahabat Lama

Sahabat Lama
3. seorang kakak


__ADS_3

Tatkala dikala sore itu seorang laki laki sedang berada di bengkel.nya dia bekerja paruh waktu antara sekolah dan bekerja sampai larut malam. Ia Anjar sahabat Hasna yg sedang patah hati


Ia membangun bengkelnya dulu bersama ayahnya saat ditinggalkan oleh ibunya dan sampai sekarang bengkelnya lumayan ramai.


Dia mempekerjakan seorang anak lulusan SMK teknik mesin untuk membantu nya saat ini karena biasanya dia bekerja dengan ayahnya, belakangan ini ayahnya sering pusing dan demam jadi ia kerja sendirian kemarin kemarin dan membuatnya sering lelah.


"An mobil ini udah aku ganti oli sama servis, udah selesai semua coba kamu lihat" kata Haris anak lulusan SMK teknik mesin yg dipekerjakan Anjar. Kurang lebih usianya sekarang 2 tahun lebih tua dari anjar


"Oh iya tunggu bentar kak, nanggung nih udh mau selesai" kata Anjar sambil merapikan mur dan baut kembali dengan kunci yg ia pegang


.


Lalu Anjar menghampiri haris dan melihat hasil kerja nya


"Udah oke semua nih, makasih ya kak kamu memang yang terbaik" kata Anjar


Haris hanya tersenyum pilu sama Anjar karena harus tau masalah Anjar sekarang ini adalah masa masa sulit buatnya


Anjar sudah menceritakan semua kejadian yang mengguncang hatinya saat ini kepada Haris, karena Anjar sudah menganggap Haris adalah kakaknya sendiri


Oh iya pertemuan Anjar dan haris terjadi disaat ia pulang sekolah selepas acara pertandingan basket kemarin tiba tiba ia dikeroyok oleh perguruan macan kuning yg kala itu adalah musuh bebuyutan perguruan elang putih


Haris yg sedang bersepeda siang itu dikagetkan oleh sekelompok orang mengeroyok anak berseragam sekolah, lalu ia pun menghampiri sekelompok orang itu lalu membantu Anjar yg sudah babak belur


Haris merupakan anak yatim piatu, dia dibesarkan di panti asuhan. Dia juga lulusan SMK teknik mesin di SMK Husada dan juga jago bela diri dan silat tentu sudah berada diposisi atas karena dia juga sekarang mengajar anak anak SMP pencak silat


Haris memukul dan menendang satu satu dari mereka hingga semua tumbang dan lari terbirit-birit.

__ADS_1


"Kamu GPP ?" Menyalurkan tangannya untuk menolong mengangkat Anjar yg duduk di bawah pohon


"aku GPP, mungkin mereka hanya ingin membalas ku karena kemarin aku membuat mereka tidak jadi membodohi anak sekolah untuk mengambil uangnya, sekali lagi terima kasih berkat kamu mereka kabur" menundukkan wajahnya dengan wajah yg sangat muram


Anjar lalu bangkit dan menaiki motornya


"Biar aku ikutin kamu sampai kerumah" menawarkan diri untuk Anjar karena dia tau kalau anak yg ditolongnya sedang tidak baik baik saja


Anjar menganguk lalu menghidupkan motornya dan melajukan ke jalan lagi. Haris mengikutinya dari belakang.


.


"Ayo .. kak mampir ke rumah dulu" Anjar


"Hem baiklah" Haris memarkirkan motornya lalu masuk rumah Anjar


Di rumah itu sepi sekali beda dengan panti tempat tinggalnya yg selalu ramai dengan anak anak. Anjar keluar kamar setelah ganti baju dan membawa teh untuk Haris ke ruang tamu


"tidak apa apa, kenalkan nama saya Haris saya tinggal di panti asuhan dekat sini di ujung jalan raya sana. Saya hanya kebetulan jalan jalan siang hari ini rencana nya ingin merefres fikiran dan melihat lihat sekitar agar bisa punya teman" lanjut Haris yg mencoba membuat agar Anjar tidak canggung kepadanya


Haris dapat melihat dari sorot mata dan wajah Anjar kalau ia sedang banyak masalah dan banyak beban lalu ia melanjutkan kata katanya


"Aku tau kamu sebenernya orang yg kuat, aku tak tau alasan kamu menjadi seperti ini tapi satu hal yg harus kamu tahu Anjar. Dunia ini sangat kejam sekali jadi buatlah hatimu sekeras baja"


Kata kata Haris mampu membuat Anjar tersentuh lalu ia berkata


"Kakak, bolehkah aku menganggap mu kakakku? Dan terima kasih telah menolongku tadi.."

__ADS_1


Tanpa menjawab Haris menganggukkan kepalanya, lalu mereka berdua pun jadi banyak bercerita bermula cerita diri mereka sendiri hingga masalah mereka dan saling menguatkan lalu Anjar menawarkan pekerjaan kepada Haris agar membantunya di bengkel karena jika ia kerja sendirian maka ia akan selalu lelah dan haris mengiyakannya


Anjar juga mengajak Haris tinggal dirumahnya agar tidak bolak balik ke panti dan bisa menjaga ayahnya saat ia pergi ke sekolah. Haris setuju dan siang itu juga Anjar membantu Haris membawa baju dan barang yg diperlukan Haris untuk dibawa kerumahnya


.


mereka bekerja hingga larut malam tanpa henti karena hari ini bengkel lumayan ramai terutama mobil


"apa kamu tidak kepifiran ingin membuat bengkel ini agak besar adik?" Haris memanggilnya adik agar mereka berdua tambah akrab meski tidak ada hubungan darah


"saat ini tidak tepat kak, kakak tau kan situasiku saat ini? aku tidak punya uang sebanyak itu untuk merenovasi bengkel ini menjadi lebih besar. lagipula ayah lebih membutuhkan uang itu" kata Anjar setelah selesai dengan pekerjaan terakhirnya lalu berbaring di dekat Haris


"Aku tau bengkel ini selalu ramai dan sempit, aku dan ayah juga dulu membangun dari sepetak kak hanya untuk motor saja tapi lama kelamaan bengkel ini semakin ramai dan akhirnya mobil juga ikutan servis disini jadi aku dan ayah mencoba merenovasi bengkel ini agak lebih besar dikit dan membeli beberapa perlengkapan servis agar mempermudahkan kami bekerja dan sekarang jadilah bengkel ini sekarang.."


"Hem Kaka mengerti situasinya dik, mungkin kita harus berusaha lebih keras biar bisa membangun bengkel ini jadi lebih besar dan mempunya cabang" kata Haris


Bruakkkkk...


---


author : mohon maaf sebesar besarnya readhers hari ini author update cuma sedikit sekali karena author ga enak badan


mohon maaf jika banyak typo dan bahasa yg kurang difahami


author menyadari kalau karya author ini sangat sangat kurang dari kata sempurna


jika ada kritik dan saran mohon di tulis di kolom komentar

__ADS_1


jika anda suka novel baru saya silahkan like dan vote ya


terima kasih 🙏🙏


__ADS_2