
Tidak terasa bulan demi bulan ,hari demi hari pun telah berlalu kini persahabatan lily & devon semakin erat, tepat satu tahun mereka merayakan hari persahabatannya itu, dihari persahabatan itu lily mendapatkan kado terindah yaitu devon lulus dengan nilay yang sangat memuaskan bahkan devon menjadi mahasiswa terbaik seuniversitas yang ada di Amerika.
namun lily merasa kecewa karena dihari pelepasan devon lily tidak hadir, dia harus menyelesaikan proyek terbesarnya yang ada di paris dan kini lily hanya bisa mengucapkan selamat melalui ponselnya.
lily mengambil ponsel dan mencari nama devon setelah mendapati nomor yang dicarinua barulah lily mulai menyambungkan via video call.
" devooooonnn aaaaaa aku rindu padamu, maafkan aku tidak bisa hadir diacara pelepasan mu " suara kekecewaan lily
" TAPI SELAMAT ATAS KELULUSAN DIRIMU SAHABATKU " ucapan lily yang membuat devon terkejut karena lily teriak-teriak saat mengucapkan.
" arghh dasar kebiasaan teriak-teriak sakit telinga ly " ucap devon sembari mengusap telinganya yang memang dia sedang pake headsets.
" terimakasih sudah mengucapkan padaku " ucap devon lagi sembari tersenyum kepada sahabatnya ini.
" hehhe maafkan aku, aku janji jika proyeku sudah selesai aku akan mentraktirmu dev " kata lily.
" hey dasar payah fokuslah kepekerjaan mu jangan sampai proyekmu gagal karena klien melihat wajah jlek mu ly hahah " ucap devon
" dasar gantungan kunci mana ada klien membatalkan proyek hanya karena melihat wajahku jlek " ucap lily
" ya siapa tau kan ada klien yang kaya gitu, kalo emang ada gimana hayo " devon yang selalu usil kepada lily.
dari ujung pintu devon dipanggil irvan sekertaris pribadi ayahnya untuk berkumpul bersama aryan dan hellen orangtua devon, yappss mereka rela meninggalkan perusahaanya demi menghadiri putra tunggalnya ini wisuda inilah saat yang ditunggu-tunggu oleh keluarga devon, dan pada saat itu devon mematikan sambungan video call dengan lily.
" lily aku matikan dulu ya sambungan vc nya, nanti aku Vc lagi kalau urusan ku sudah selesai " ucap devon
" baiklah dev aku mengerti, sekali lagi selamat atas gelarmu sahabtku mwah " sebuah kecupan online yang diberikan lily pun ditankap devon dan itu membuat keduanya tertawa.
devon pun menuruni anak tangga dan menuju tempat duduk yang ditempati oleh aryan & hellen serta irvan sekertaris ayahnya.
" ada apa kalian memanggilku " suara devon yang cool membuat smua orang melihat ke arah sang pemilik suara.
" yaampun yah lihatlah anakmu yang sudah dewasa ini sangat tampan sekali " ucap bunda devon
" itu karena bunda tidak melihat devon selama 4 tahun makannya bunda bilang devon tampam " ucap aryan
" hahah ayah ko gitu sih sama anak sendiri " hellen pun tertawa dengan jawaban suaminya.
devon hanya menggelengkan kepala dan mulai duduk didepan orang tuanya yang sudah tak heran dengan perkataan sang bunda dan ayahnya ini.
__ADS_1
" von gimana? " ucap hellen
" gimana apanya bun " ucap devon yang bingung
" itu loh von " ucap hellen
" itu loh apasi bun yang jelas dong ngomongnya " ucap devon sambil menepuk keningnya.
" kamu udah dapet yang loncat-loncat belum " irvan yang mendengar perkataan majikannya itu langsung menatap devon memandakan ia tidak mengerti.
" bunda ih bahasanya jangan loncat-loncat itu irvan tidak mengerti apa yang bunda maksud hahaha" ucap aryan yang tertawa.
" hahahah pasti dia mengira yang kita pernah kira yah " devon malah tertawa jika mengingat kejadian dimeja makan itu.
waktu menunjukan pukul 08:00 dimana hari itu keluarga dito bersiap untuk menghadiri wisuda anak tunggalnya, namun devon yang sudah berangkat dari pukul 06:20 karena ia harus melakukan sesi pemotretan wisudawan, kini aryan & hellen serta irvan sekertarisnya sudah siap untuk menuju universitas yang dulu aryan pernah tempati ini.
" tuan mobil sudah siap " ucap irvan
" baik van tunggu sebentar " ucap aryan, yang diangguki oleh irvan
" bundaaaaa mobilnya sudah siap tapi kenapa bunda belum selesai dandan jugaa " teriak aryan dari dilantai bawah agar terdengar hellen yang berada dilantai atas.
" sebentar lagi tapi luama nya minta ampun heran dandan nya kaya gimanasih sampe harus nunggu berjam-jam " ucap aryan yang memang sudah kesal menunggu istrinya turun.
" perempuan memang begitu tuan jangan diherankan lagi " irvan pun menutup tawanya dengan kepalan tangannya agar terlihat oleh aryan.
" kau duduklah jangan berdiri terus " ucap aryan lagi kepada irvan yang memang dia tau kalau istirnya akan lama.
" baik tuan terimakasih " ucap irvan
akhirnya hellen turun dengan riasan yang natural dan baju berwarna mocca yang simple namun terlihat elegan ditubuhnya, baju yang dipakai hellen semakin menambah kesan anak muda dengan perpaduan make up dan tas yang ia kenakan.
" ayah kira dandanan bunda heboh sampai ayah harus menunggu lama " aryan yang heran dengan istrinya pun menggelengkan kepala sambil memegang keningnya.
" katanya sudah siap kenapa masih duduk disitu " irvan dan aryan pun berdiri dan bersiap menuju mobil yang sudah tony siapkan.
irvan pun membukakan pintu untuk bos nya sedangkan tony membukakan pintu untuk hellen majikannya lalu irvan pun masuk dan duduk dikursi depan dengan tony, mereka pun menuju kampus devon saat diperjalaan tidak ada permbicaraan yang mengisi keheningan karena merka masing-masing dengan kesibukannya, aryan yang mengecek dokumen-dokumennya melalui ponselnya, hellen yang sibuk dengan riasan wajah dan rambutnya, irvan yang sibuk dengan pekerjaanya yaitu mengawasi perusahaan dari jauh melalui cctv yang terhubung diponselnya, dan tony yang sibuk mengemudikan mobil, sekitar 15 menit mereka pun sampai karena jarak kampus devon dekat dengan rumah jadi tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai ke kampus yang dituju.
tony dan irvan pun turun terlebih dahulu dan membukakan pintu untuk keduanya.
__ADS_1
" wah semakin bagus bangunannya, dibanding bangunan waktu ayah kuliah disini " ucap aryan
" yakan jaman terus berkembang yah jadi bangunan-bangunan pun semakin bagus iyakan van " ucap hellen kepada irvan
" iya nyonya " ucap irvan, keduanya pun memasuki ruangan khusus orangtua dari mahasiswa yang ditunjukan oleh petugas kampus, sedangkan irvan dan tony menunggu disebuah caffe terdekat yang berada disebrang jalan.
" tony apakah kau senang dengan pekerjaanmu? " ucap irvan sambil menyeruput kopi nya.
" sangat senang pak bahkan tuan dan nyonya sangat baik padaku " ucap tony
" baguslah " irvan pun tersenyum dan dijawab dengan anggukan oleh tony.
keduanya pun melanjutkan makan makanan mereka yang sudah dipesan irvan maupun tony sembari melihat orang-orang dan mobil-mobil yang berlalu lalai dari jendela caffe.
sekitar 2 jam acara wisuda pun berjalan dengan lancar dan khidmat kini semua mahasiswa sudah mendapatkan gelarnya masing-masing dan kini para orang tua sudah berkumpul diarea kampus untuk berfoto dengan anak-anaknya, irvan pun segera menghampiri bosnya yang ia lihat dari caffe sebrang jalan itu.
" tony aku duluan kamu pesan makanan dan minuman lagi saja agar tidak bosan menunggu dan ini uang untuk membayar nya" irvan pun pergi
" baik tuan tapi perutku sudah kenyang " gumam tony yang tidak terdengar oleh irvan
" astaga van kamu dari mana saja saya mencari-cari kamu dari tadi " ucap hellen
" maaf nyonya, tadi aku berada dicaffe sebrang jalan bersama tony " irvan pun menunjukan caffe yang ia singgahi sewaktu menunggu acara nya selesai.
" dimana tuan dan tuan muda nyonya? " tanya tony kepada hellen
" devon lagi berfoto dengan teman-teman angkatannya nanti juga dia kesini kalo ayah tadi ke toilet nah itu dia datang" jawab hellen yang menunjuk aryan yang menghampiri mereka dan irvan pun menganggukkan kepala tanda memberi hormat dan sopan pada bosnya.
" loh dimana tony van " ucap aryan
" dia sedang menunggu dicaffe sebrang jalan bos " ucap irvan
" mmm baiklah " ucap aryan
" oh ya bun devon belum selesai juga " ucap aryan lagi kepada istrinya
" belum yah kalau udah selesai devon pasti sudah ada disini " jawab hellen sambil senyum mengejek
akhirnya orang yang ditunggu-tunggu datang menghampiri hellen aryan & irvan yang sedang duduk diarea yang sudah disediakan untuk menunggu para anaknya, tak lama kemudian keluarga dito pun berfoto-foto dengan devon ia menyewa fotografer yang terkenal diamerika agar shoot yang diambil semakin bagus.
__ADS_1
**SEE YOU NEXT TIME**❤❤