
Dilain sisi devon yang masih terbaring dengan selimut tebalnya dan masih tertidur sangat pulas sampai jam menunjukkan pukul 13:10 yang berarti devon melewatkan makan siang bersama lily.
kini lily pun selesai dengan berkas-berkasnya yang tadinya menumpuk dimeja kerjanya satu persatu sudah ia selesaikan dan ia bereskan lily pun baru menyadari bahwa seharusnya ia makan siang bersama devon namun saat lily melihat ponsel tidak ada notif yang masuk ke poselnya.
" ahh akhirnya selesai juga " lily pun menghela nafas sambil meregangkan otot-otot yang kaku akibat pekerjaannya.
" astaga kenapa aku bisa lupa kalau hari ini devon mengajak makan siang " lily yang terkejut langsung melihat jam ditangannya dan langsung melihat ponsel.
*tidak ada pesan masuk apakah devon hari ini sibuk dengan kuliahnya* batin lily.
" ah sudahlah yang penting pekerjaanku sudah selesai huh " lily bangkit dari kursinya dan melihat ke arah jendela dan lily melihat mobil-mobil yang sedang lalu lalai dijalanan kota yang berada di Amerika tersebut.
" permisi bu, ini aku bawakan makan siang " sekertaris lily membawakan makan siang karena sejak tadi bos nya itu tidak keluar ruangannya padahal sudah waktunya jam makan siang.
" terimakasih anna kau baik sekali " senyuman mengembang disudut bibir lily " apakah kau sudah makan anna? " lily yang sudah duduk disofa ruangannya.
" sudah bu " anna pun tersenyum
" hmm anna kalau begitu terimakasih sekali lagi " lily yang kecewa pascanya dia ingin ditemani makan, namun ia tetap tersenyum kepada anna.
" baik bu saya permisi, selamat makan bu " anna mendudukan kepala lalu pergi keruangannya.
lily menjawab dengan senyuman lalu lily pun memakan makanan yang sudah disiapkan anna untuknya.
devon pun terbangun dari tidurnya saat dia melihat jam diponselnya yang ia cari dengan keadaan mata yang masih tertutup dia pun langsung bangun dan merutuki dirinya yang melupakan dengan agenda hari ini yaitu makan siang.
" arghhhh siallll kenapa aku bisa lupa " devon mengacak-acak rambutnya kemudian ia langsung menghubungi lily.
semoga lily tidak marah padaku, gumam devon lalu ia pun menekan nomor lily yang ada diponselnya tak lama kemudian sambungan telfon pun tersambung oleh lily.
" ha-halo ly " suara serak khas bangun tidur
" iya dev " terdengar suara serak-serak cool menandakan devon baru bangun, lily yang tau kalau dev baru bangun pun mengerti kalau dia lupa dengan ajakan makan siangnya.
" ma-maaf ly a-aku lupa hehe " dev menggaruk kepala dan tengkuknya yang tidak gatal.
" lupa apa dev? " lily pun pura-pura lupa agar dev tidak merasa bersalah.
" i-itu ly ma-makan si-siang " dengan suara terbata-bata.
" hah makan siang? astaga dev aku juga melupakannya karena pekerjaanku yang sangat menumpuk, maafkan aku dev "
__ADS_1
" tidak ly, harusnya aku yang minta maaf karena aku lupa dan aku baru bangun hehe "
" hey jam berapa ini dev aku kira kamu kuliah tapi ternyata kamu tidur haha dasar kebo "
" hari ini libur maka dari itu aku tidur nyenyak, gimana kalau kita pergi berbelanja anggap saja sebagai permintaan maaf ku "
" baiklah dev tapi kali ini jangan sampai ketiduran lagi hahaha "
" tidak akan ly haha, baiklah kalau gitu aku mandi lalu aku akan menuju kantormu ok"
" mmm ok dev kebetulan pekerjaanku sudah selesai "
" aku matiin ya sambungannya "
" ok dev "
sambungan pun terputus lily yang baru saja berbicara lewat ponselnya merasa senang karena ulah temannya yang menurutnya sangat konyol namun bisa membuat lily tertawa.
disisi lain pelayan yang baru bekerja dirumah devon mengetuk kamar tuannya itu namun tidak ada jawaban lalu pelayan itupun menyuruh tony anak buah irvan untuk mendobrak kamar tuan mudanya karena ia hawatir dengan devon yang tak kunjung keluar dari pagi, tony yang melihat kepanikan pelayan baru itu pun tertawa terbahak-bahak karena dia tidak tau ritual majikannya dihari libur seperti apa.
" tony tolong dobrak pintu tuan karena dia tidak keluar kamar bahkan dia tidak sarapan tolong dobrak saya takut dia kenapa-napa ton " kepanikan sang bibi
" whahahahahhahhh,hey apakah kau gila? kau menyuruhku untuk mendobrak pintunya? kau ingin tuan mu iti marah hah? " tony sang masih tertawa pun memegang perutnya karena sakit menahan tawanya.
" kau ihss bagaimana aku menjelaskannya supaya kau mengerti, apakah kamu tidak diberi tahu oleh bi syam kepala pelayan rumah ini hm? "
" tidak, memang apa yang harus bi syam jelaskan padaku "
" tuan mu itu memang tertidur seharian jika hari libur "
" terus masalahnya apa? "
" masalahnya jika kau membanginkannya dia akan marah"
" niat ku baik membangun kan untuk sarapan kenapa dia marah? "
" ah sudahlah tanyakan saja pada bi syam " tony pun pergi meninggalkan shela karena kesal.
dasar gila kenapa hal sepele seperti ini saja tidak menjelaskan padaku lalu untuk apa dirinya ada disini kalau dia tidak ingin memeritahu soal isi rumah isi beserta penguninya* batin shela
" sudahlah mending aku cari bibi syam dan bertanya kepadanya " shela pun pergi ke belakang untung mencari kepala pelayan tersebut.
__ADS_1
setelah beberapa menit devon pun keluar dari kamarnya dengan menggunakan setelan baju santai namun terlihat krren dibadan devon.
" anda sudah bangun tuan" bi syam menundukan kepalanya menandakan hormat pada anak majikannya itu.
" iya bi kebetulan hari ini aku mau keluar jadi bibi masak hanya untuk yang ada disini saja ya, aku akan cari makan diluar dengan temanku " devon yang ijin agar bi syam tidak hawatir.
" baik tuan, jika tuan membutuhkan sesuatu jangan sungkan memberi tahu bibi " bi syam tersenyum
" baik bi aku pergi dulu "
" hati-hati tuan muda "
devon hanya menjawab dengan senyuman dan anggukan, tony yang melihat tuan mudanya sudah bangun dan meuju garasi pun segaera menghampiri nya.
" permisi tuan apakah anda akan keluar hari ini "
" iya pak tony tapi "
" mau saya antarkan tuan? "
" tidak usah pak aku akan pergi bersama temanku "
" baiklah tuan "
" aku pergi dulu " devon memasuki mobilnya dan tony membukakan gerbang untuknya lalu devon pun memncapkan gas menuju kantor lily.
sekitar 30 menit devon sampai diperusahaan HG lalu ia pun memearkirkan mobilnya diparkiran yang sudah disediakan oleh perusahaan tak lama kemudian devon kembali menghubungi lily.
" hallo ly aku sudah sampai parkiran " devon
" iya dev tpi kamu masuk saja dan tunggu sebentar dilobi ya ada dokumen-dokumen yang harus aku tandatangani sebentar saja " ujar lily yang memang sedang menandatangani dan mengecek berkas-berkas yang dibawakan oleh sekertarisnya.
" baiklah ly jangan terburu-buru kerjakan dengan teliti aku akan menuju lobi " dev pun menuju lift agar sampai ke lobi perusahaan.
setelah dev masuk ke lobi dia melihat sekitar perusahaan HG dan memang sangat besar dibanding punya ayahnya.
" selamat sore pak ada yang bisa saya bantu? " ucap sang resepsionis
" tidak mba, saya hanya menunggu lily disini " ujar devon
" baiklah pak silahkan duduk ditempat yang sudah disediakan " ujar resepsionis
__ADS_1
" baik terimakasih " devon pun tersenyum dan dibalas senyuman oleh resepsionis lalu devon menuju sofa abu-abu dan duduk disana.
**SEE YOU NEXT TIME**❤❤