
Jam menujuk kan pukul 08.00 wib yang artinya seluruh keluarga hartanto sudah bangun dan melakukan aktivitas nya masing-masing.
" morning mom mwahh, morning dad mwah, morning adik ku mwah mwah mwah " ucap lily yang menghampiri sembari menciumi pipi kedua orang tuanya serta cania adiknya.
" morning sayang " ucap mita yang mengecup kening dan pipi lily
" morning putri daddy " ucap anto
" monying " ucap cania yang menjawab sambil memakan roti dengan lahap.
" hahahahah monying apaan de hahahah " ucap lily yang tertawa kemudian dia menarik kursi disamping mommy nya.
" oh ya ly, kapan kamu akan mengunjungi kantor daddy? " ucap anto sambil memakan nasi goreng nya.
" kapan-kapan deh dad lily pengen jalan-jalan menikmati luasnya ibu kota dulu, boleh kan? " kata lily
" nah kaka kalo mau keliling aku teminin oke " kata cania
" nah bener nanti mommy juga ikut temenin oke " kata mita
" heh kalian terus siapa yang nemenin daddy ke kantor hm " kata anto
__ADS_1
" pak jack hahahahha " ucap ketiganya secara kompak namun anto hanya menggelengkan kepalanya melihat ke kompakan istri dan putri-putrinya.
" sudah-sudah ayo makan dan habisin sarapannya, daddy mau berangkat sekarang jack udah nunggu didepan dari tadi " kata anto
" Okey dad tiati " kata lily
" keysip dad dadah " kata cania
" aku berangkat dulu kamu jaga putri-putri kita dengan baik ya dan tunggu aku dirumah " anto mengecup kening dan bibir sang istri didepan putri-putrinya.
" iya sayang hati-hati " ucap mita dan membalas kecupan sang suami.
" hmm hmm masih pagi uhuk " ucap kedua putrinya, mita yang mendapat deheman putrinya hanya cengengesan.
" devon sini duduk ayah mau bicara sama kamu " kata aryan
" bicara apa yah ko serius amat " kata devon sambil menghampiri aryan.
" kapan kamu ke jakarta handel perusahaan ayah disana? " kata aryan
" sekarang juga boleh yah " kata devon
__ADS_1
" ya ga sekarang juga devon kamu bisa berangkat besok pagi " kata hellen yang tiba-tiba datang.
" ya iyaa bun devon tau ihs " ujar devon
" baiklah bun tolong siapin perlengkapan devon ya " aryan
" ok yah besok bunda sama bibi siapin keperluan devon " hellen
" kalo gitu devon ke kamar dulu ya " pamit devon yang sudah berdiri
" hmm silahkan " aryan
setelah kaki nya menginjak satu persatu anak tangga devon akhirnya sampai ke tempat yang ia tuju, dan kini dirinya sedang merebahkan tubuh nya di kasur king size nya devon menutup matanya sejenak seketika ia ingat dengan sahabat yang ia kenal waktu di amerika yaitu lily dirinya sedang berperang dengan pikiran dan berusaha mendapatkan informasi tentang sahabatnya.
" arrgghh kalau saja ponsel ku tidak hilang aku sudah menghubunginya sejak tadi " devon tiba² bangun dari tidurnya.
" kenapa aku bodoh sekali akhhhh " rambut yang tadinya rapih kini sudah tidak beraturan karena ulah devon yang mengacak-acak rambutnya sendiri.
dari balik jendela angin malam yang begitu sejuk namun membuat seseorang merasa kedinginan jika berlama-lama menikmati nya namun disatu sisi semua itu bisa membuat seseorang merasa damai ketika merasakan hembusan angin malam tersebut dengan bayangan-bayangan masa-masa yang membuatnya merasa bahagia.
" indah " senyuman terukir disudut bibir devon ketika dia berada dibalkon menikmati pemandangan kota bandung dan sejuknya hembusan angin kota tersebut.
__ADS_1
Bersambung ❤❤❤