
setelah urusan masing-masing selesai Aryan dan keluarganya berkumpul diruangan keluarga yang tak jauh dari ruang makan dan ruang tv dirumahnya, yapppppss waktu sudah menunjukan pukul 18:00 berarti sudah malam makannya keluarga ini berkumpul dan menceritakan kejadian yang mereka alami waktu pagi sampai sore, aryan membuka pembicaraan dan devon pun yang memulai percakapan sembari memberikan surat kelulusan yang menandakan devon LULUS dan pada saat itu juga aryan langsung menyiapkan keberangkatan devon.
" Bun ada yang mau bunda ceritain ga hari ini ? " aryan berbicara sambil membaca pesan dari sekertarisnya.
" bentar yah bunda lagi sibuk ngurusin arisan dulu " aryan yang melihat jawaban istrinya hanya mengelengkan kepala.
" von gimana sekolah kamu hari ini " aryan menanyakan anaknya yang lagi asik membaca komik favorit nya
" baik yah, oh ya ini devon punya sesuatu " lalu devon memberikan selembar surat kepada aryan ayahnya.
aryan pun menerima dan mulai membuka isi surat " wih hebat anak ayah lulus dengan nilay yang tinggi, lihat bun anaknya lulus " aryan pun mengusap rambut devon menandakan bahwa dia bangga pada anaknya.
" mana coba bunda lihat " hellen mengambil alih surat yang aryan kasih " woah ini sih nilaynya lebih besar dari kelulusan tahun lalu " mulut hellen yang membentuk huruf O masih memperhatikan isi selembar surat tersebut.
" hehehe " devon malu karena kedua orang tuanya mananggapinya dengan kebanggaan, sebelum devon memberi surat tersebut ia sempat berfikir kalo bunda dan ayahnya hanya ber O ria saja.
" von apa kamu sudah siap melanjutkan study di amrik? " aryan bertanya
" loh ayah ko buru-buru sih kan devon bru lulus dan dia juga harus mengikuti acara yang ada disekolahnya " ujar sang bunda
" gampang bun ayah nanti urus semuanya, gimna von? " aryan yang meyakinkan istrinya dan lanjut bertanya pada devon.
" terserah ayah yah devon ngikutin kalian aja " dan dibalas dengan senyuman
" kamu yakin von? " bundanya hawatir jika anaknya belum siap pergi jauh.
" iya bun devon yakin bunda tenang aja devon bisa jaga diri ko " devon yang mengerti apa maksud raut wajah sang bunda.
" bagus ini baru namanya anak ayah " aryan mengacungkan jempol nya
" loh bunda ga disebut yah? " hellen menujuk dirinya
__ADS_1
devon yang mendengar hanya terkekeh karena pertanyaan sang bunda membuat ayahnya diam.
" hallo rian, tolong siapkan tiket pesawat menuju Amerika serta siapkan rumah untuk putraku pastikan semuanya beres " aryan menelfon sekertarisnya
" baik tuan " suara disebrang telfon
" dan jangan lupa siapkan dengan matang karena putraku tidak hanya sehari melainkan bertahun-tahun tinggal disana" tutur aryan pada sekertarisnya
" baik tuan "
" maaf tuan tiket untuk pemberangkatan kapan " dengan suara yang mengecil
" astaga aku lupa memberitahumu haha, untung kau bertanya, untuk besok apa kau bisa? tolong siapkan dari sekarang ya "
" baik tuan " sambungan telfn pun terputus
" yaudah besok bunda siapin keperluan devon, nak apa saja yang kamu butuhkan? "
" udah mah biar devon sendiri yang siapin "
devon pun terlonjak kaget atas perkataan bundanya dalam batin devon berbicara " astaga ini maunya bunda apasi hobi amat bikin anaknya jantungan "
tak hanya devon aryan pun yang mendengar suara hellen hampir saja menjatuhkan ponselnya karena kaget atas ucapan sang istri. sampai suara bising usus pun terdengar oleh hellen dan aryan yang ternyata suara kruyukan dari perut devon anaknya, devon hanya menunjukan giginya karena kedua orang tuanya ini melihat devon.
" hmm kayanya ada yang laper " aryan berdehem agar hellen menyiapkan mknan yg sudah disajikan oleh bibi dapur andalan
" hmm kenapa ga ngomong dari tadi klo laper sampai harus cacing yang kasih kode " hellen pun berjalan menuju ruang makan
karena malu devon hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal tersebut agar rasa malu tidak terlalu kelihatan dan diiringi dengan cengiran kuda nya.
keluarga dito pun menyantap makanan yang sudah dihidangkan oleh para bibi-bibi dan mereka memakan hidangan dengan tentram dan damai tanpa ada pembicaraan karena semuanya sudah dibicarakan diruang keluarga. sampai pada akhirnya mereka selesai makan dan menuju kamar masing-masing berbeda dengan aryan dia menuju ke ruang kerja karena masih banyak pekerjaan yang harus ia kerjakan.
__ADS_1
toktok " von kamu udh tidur? " sang bunda memastikan devon apakah sudah tdur apa belum pada saat melihat ke arah kasur yang devon singgahi ternyata anaknya sudah terlelap dan hellen pun kembali ke kamar dan mematikan lampu kamar devon.
*Pagi Hari
Rutinitas pagi hari ini sangat sibuk, hellen yang harus menyiapkan perlengkapan devon harus bener-bener sempurna dan memastikan tidak ada barang favorit devon yang tertinggal sedangkan aryan hari ini dia tidak masuk kerja karena akan mengantar anaknya ke bandara para pekerja pun sudah menyiapkan apa yang devon minta, devon meminta mereka untuk menjaga orang tuanya serta motor kesayangannya.
" bibi... bibiiii... tolong bikinin sandwich untuk devon dan ayahnya " teriak bunda devon dri atas
" baik nyonyaaaa " tak kalah sang bibipun berteriak agar suaranya terdengar
setelah semuanya siap mereka pun menuju bandara dan disana sudah ada rian sekertarisnya yang sudah menyiapkan semuanya. didalam mobil devon dan aryan hanya memainkan hp sedangkan hellen mengecek barang-barang devon dan pak supir yang fokus menyetir.
setelah sampai bandara aryan,devon dan hellen memasuki bandara dan rian pun menuju mobil sang majikan untuk membawa koper milik tuan mudanya ini.
setelah beberapa menit menunggu ahirnya pesawat yang akan ditumpangi devon akan lepas landas.
" tuan pesawatnya akan lepas landas " kata rian
" iya pak terimakasih infonya, ayah bunda kalo gitu devon berangkat ya jaga kesehatan kalian kalo kangen jangan sungkan hubungi devon "
" ada juga kamu yang menghubungi bunda, bukan sebaliknya " sambil memukul pundak anaknya
" belajar yang benar biar kamu bisa meneruskan usaha ayah kalo kamu butuh uang hubungi ayah " sembari mengacak-acak rambut rapih devon
" ihs ayah jngn acak-acak rambut susah payah rapihinnya malah diacak-acak"
tak lama devon pun memeluk kedua orang tuanya dan mencium pipi serta tangan lalu dia menuju tempat yang sudah ditunjukan.
" hikss gada yang diajak main congklak lagi hiks " sang bunda menangis ketika melihat anaknya memasuki area bandara
rian pun yang mendengar ucapan sang nyonya tertawa kecil karena menurutnya ga masuk akal krna dia mengajak devon main congklak. aryan yang menahan tawa sudah tidak tahan karena ulah istrinya dan dia melihat sekertarisnya tertawa malah ikut tertawa dibelakang tanpa sepengetahuan sang istri.
__ADS_1
" ayah ko ketawa sih ngeliat anaknya jauh dari kita " hellen mengusap air matanya
" e-eh ayah ga ketawa bun ayah hanya bangga krna devon anak yang penurut " aryan gelagapan ketika sang istri tiba - tiba melihatnya