
Brukkkk semua makanan yang dibawa lily jatuh berhamburan ketika ada seseorang yang menabraknya dari depan
" maaf nona aku tidak sengaja, aku terburu-buru jadi aku tidak melihatmu " pria ini pun langsung meminta maaf dan mengambil uang yang ada didompetnya yang berniat menggantikan makanan yang telah berhamburan ke jalanan.
" ah iya gpp, ini salahku juga karena memainkan hp dijalan " lily yang melihat makanan yang terjatuh kini harus kembali membelinya karena itu makanan untuk sang bibi yang sedang sakit.
" ambilah " pria itu memberinya uang namun lily menolaknya karena bagi lily minta maaf saja sudah cukup.
" untuk apa? apakah kau berniat mengganti semua makanan ini? " lily pun tersenyum kepada pria yang menabraknya.
" ah iya karena aku makanan mu jatuh semua " pria itu menggaruk kepalanya yang tidak gatal
" sudah kubilang aku juga salah, dan kamu tadi sudah meminta maaf jadi bagiku itu semua sudah cukup tuan " lily menundukan kepala menandakan dirinya pamit.
pria yang menabrak lily merasa kagum dengannya karena menurutnya wanita yang ia temui ini sangatlah sopan dan tidak mengambil kesempatan dalam kesempitan yaitu dengan memerasnya namun seketika pria tersebut menyesal karena ia lupa berkenalan dengan wanita yang ditabraknya.
" ah sudahlah aku telat " pria ini sadar dari lamunanya dan akhirnya dia melanjutkan perjalanan nya.
yappsss pria yang menabrak lily itu devon dia sengaja tidak mengendarai mobil ke kampusnya karena baginya kampusnya dekat dengan jarak rumah yang ia tempati, tentu saja orang suruhan rian tidak membantah perintah tuannya karena devon lah yang ingin jalan kaki.
" arghh akhirnya sampai juga ke kampus " devon yang baru sampai kampus pun langsung memasuki kelasnya karena sebentar lagi dosennya akan mulai mengajar.
" tumben lu baru sampai dev" ujar james teman sekelas devon
" ah iya tadi ada kecelakaan waktu jalan kesini " ujar devon
" hah? siapa yang kecelakaan? tapi lu gpp kan dev? " katty pun langsung mengecek apakah temannya baik-baik saja
" hey hentikan bukan kecelakaan mobil yang kalian pikurkan melainkan kecelakaan karena aku menabrak seorang wanita " penjelasan devon keteman-temanya
" wow bagaimana rupa wanita itu dev? " james semangat menanyakan namun devon hanya tersenyum dan batin devon mengatakan manis tetapi dia tidak mengatakan itu ke james temannya.
" hey apakah kau baik-baik saja? " katty yang melihat devon melamun sambil senyum-senyum sendiri pun merasa aneh, seketika devon pun sadar atas lamunannya.
waktu menunjukan pukul 11:00 yang berarti kelas sudah selesai memang kelasnya ini terbilang cepat namun semua materi dijelaskan semua oleh sang dosen yang mengajarnya dan yapsss kelas yang devon tempati adalah kelas unggulan jadi semua mahasiswa paham dengan cepat.
" aku duluan ya mau ngumpul sama teman-teman yang lainnya " ujar katty yang mendapat anggukan dari james dan devon
sementara james mengajak devon kesuatu tempat yang ada di New York tersebut.
" biar aku saja yang mengendarai mobil mu james " tawaran devon pada james karena dia menumpang pada mobil james.
" suatu kehormatan untuku dev " james memberikn kunci mobilnya
devon pun melajukan mobil milik james, tidak lama kemudian meraka sampai ketempat tujuan mereka, tanpa sengaja devon melihat wanita yang ia tabrak sedang berjalan kearah salah satu resto dekat dengan pantai tersebut.
disatu sisi kini lily sedang memanfaatkan cutinya dengan mengunjungi pantai yang ada di negara yang ia tempati rasa lelah dan penat lily terbayarkan oleh keindahan pantai yang menyejukan hatinya.
james yang tiba-tiba mendapatkan telfon pun kini harus meninggalkan devon sendirian karena kekasih james marah kepadanya akibat james lupa kalau hari ini dia ada acara bersama kekasihnya.
__ADS_1
" ahh sial kenapa aku bisa lupa " ujar james
" kenapa james, apakah ada masalah? "pertanyaan devon yang memang melihat raut wajah james resah.
" begini dev a-aku lupa kalau hari ini aku ada acara bersama kekasihku " james yang mengatakan dengan rasa tidak enak kepada devon
" lalu? kenapa kau tidak menuminya? pergilah james dan jangan sampai kekasihmu ngamuk padamu " devon pun tertawa karena dia tau bahwa james sangat takut jika kekasihnya marah padanya.
" kau bagaimana dev? "
" aku baik-baik saja disini james jangan hawatirkan aku, aku sudah besar "
" baiklah aku pergi dev, selamat menikmati keindahan wanita-wanita pantai dev " james pun memasuki mobil
kemana wanita itu pergi, devon yang melihat keseliling area resto tidak melihatnya ini semua akibat devon terlalu lama mengobrol dengan james dan akhirnya dia kehilangan jejak.
" ah sial aku lupa membawa ponsel " kebodohan yang devon lakukan adalah meninggalkan ponselnya drumah.
lalu bagaimana aku bisa pulang batin devon
" ah sudahlah " devon yang tidak memikirkan lagi pun berjalan menuju bibir pantai yang menurutnya lebih seru jika dirinya berselancar.
ketika devon berjalan dia melihat lily wanita yang dicari nya sejak tadi tanpa aba-aba devon pun menghampiri lily dan meraka pun memperkenalan diri satu sama lain.
" nona " devon yang berani menyapa duluan
" iya aku yang menabrakmu tadi pagi dijalan " sambung devon, dan lily pun menjawab dengan senyuman.
" perkenalkan aku devon kau bisa panggil aku dev " devon menjulurkan tangannya
" aku brizlly kamu bisa panggil aku lily " lily membalas uluran tangan devon.
" baiklah apakah aku boleh menjadi teman mu? " ucapan devon yang hanya becanda namun disetujui oleh lily
" dengan senang hati tuan " tak lupa diriingi senyuman yang manis
lily yang mendapat telfon pun langsung permisi pada devon dan dia pun segera mengangkat relfon dari daddynya tersebut.
" kenapa daddy apakah daddy merindukanku? " suara lily yang begitu lembut terdengar ileh devon dan dia tidak menyangka bahwa lily bisa berbahasa indonesia setelah lily selesai devon pun langsung menanyakan asalnya.
" maaf apakah kamu orang indonesia nona? " devon yang menggunakan bahasa indonesia pun mengejutkan lily.
" hah? kau bisa berbahasa indonesia tuan dev? " lily merasa senang teman yang baru ia kenal ternyata satu negara dengan daddy nya.
devon pun menjawab dengan senyuman
" tidak disangka aku bertemu denganmu tuan "
" hey berhenti memanggilku tuan ,nona"
__ADS_1
" hey berhenti memanggilku nona, tuan " kata-kata yang devon ucapkan diikuti oleh lily dan keduanya pun tertawa.
" hahah baiklah aku akan emanggilmu lily " ujar devon yang diiring tawa
" baiklah akupun begitu dev " lilypun tersenyuman
" dev kenapa kamu disini? " lily yang membuka obrolan agar keduanya tidak merasa canggung.
" aku kuliah di sini, kau? " devon balik bertanya.
" benarkah, sudah berapa lama dev? aku disini mengurus perusahaan daddy " kata lily
" baru dua tahun, hah? ku kira kau sekolah disini " pascanya devon yang melihat lily sangat muda bahkan lebih muda darinya tidak menyangka kalau lily adalah pengusaha.
" hahah kenapa dengan mukamu dev ? aku memang masih berusia 17 tahun tapi daddy mempercayaiku untuk mengelolah perusahaanya yang ada disini "
" tidak apa ly heheh aku hanya tidak menyangka bahwa usiamu sangat muda dari ku" devon yang merasa malu karena dia baru kuliah perbisnisan sedangkan lily sudah mengelolah perusaah besar
jangan heran jika usia lily terpaut muda bahkan dikategorikan sebagai remaja ini mampu mengelola perusahaan besar dengan baik ini karena kepintaran yang lily miliki maka sebab itu sejak lily masih sekolah dasar lily langsung dikirim ke univ yang ternama yang berada di New York Amerika tersebut, berkat kepintaran dan kejeniusan lily mendapatkan julukan manusia kecil yang pintar karena semasa lily kuliah hanya dirinya lah yang masih berusia belia.
waktu sudah menujukan sore hari yang menandakan keindahan alam semesta akan segera muncul dari barat yapsss inilah yang semua penghuni pantai tunggu-tunggu yaitu melihat matahari terbenam dan memancarkan cahaya yang begitu mempesona bagi setiap pengunjung yang melihatnya, namun devon yang menyadari langsung ingat bahwa dia kesini tidak mambawa kendaraan dan ponsel sehingga kepanikan devon mengalihkan perhatian lily pada sang sunset tersebut.
" apa ada masalah dev " lily pun berani bertanya
" aku lupa membawa ponsel, bolehkan aku meminjam ponselmu untuk menghubungi supir ku? " dengan senang hati lily meminjamkan posnelnya
tak lama devon pun langsung menghubungi ponselnya semoga ada yang mengangkat ponsel milik devon yang ada dikamarnya itu, devon pun kesal karena tidak ada yang menerima telfon darinya dia pun mengembalikan ponsel kepada pemiliknya.
" terimakasih "
" sama-sama, dev hari sudah semakin gelap dan sepertinya cuaca hari ini akan turun hujan kamu tidak ingin pulang? "
devon pun melihat langit ternyata benar hari ini mendung dan sepertinya akan turun hujan namun dia masih memikirkan kata-kata untuk menjelaskan keadaan yang devon alami saat ini kepada lily.
" dev kau kenapa " lily menggoyangkan lengan dan seketika menyadarkan lamunan devon
" begini aku kesini bersama teman kuliah ku yang bernama james tapi dia pergi duluan karena ada urusan mendadak dan ponselku tertinggal dikamar jadi aku coba menghubungi ponselku namun orang yang ada dirumah tidak menjawab panggilanku dan aku tidak tau nomor supir ku jadi aku sulit untuk meminta jemput padanya hehe "
lily yang mendengar penjelasan devon pun menahan tawanya pascanya teman yang baru ia kenal itu memiliki nasib yg buruk hari ini, namun lily mengajak devon untuk pulang bersamanya karena lily pun sendirian kesiani tanpa supir.
" bagaimana kalu kau ikut denganku " tawaran lily pada devon
" apa tidak merepotkan mu? " devon benar-benar merasa malu namun dia juga butuh tumpangan karena dia malas naik taksi karena jam-jam sekarang sangat sulit mendapatkan taksi menuju arah rumahnya.
" tidak, justru aku senang karena ada teman ngobrol " mereka pun menuju mobil yang terparkir rapih namun devon mengajak lily untuk makan diresto yang ada didekat paantai tersebut krena devon sejak pagi belum makan apapun.
Bersambung 👌
*SEE YOU NEXT TIME**
__ADS_1