
kini keluarga dito sudah sampai dikediamanya setelah beberapa jam berada diudara, dan semuanya pun beristirahat tanpa adanya pembicaraan mereka masing-masing memasuki kamar nya, waktu pun berlalu kini keluarga dito menjalankan rutinitasnya yaitu mengurus perusahaan dan kini devon sudah bisa menghandel perusahaan milik sang ayah.
dilain sisi kini lily sudah kembali ke Amerika setelah menjalani bisnis nya yang begitu membuat jadwalnya sangat padat, dan lily ingin memberi kejutan kepada sahabatnya namun setelah lily sampai rumah devon pria itu sudah meninggalkan amrik tanpa memberi tahunya.
*bel rumah devon berbunyi tak lama bi syam pun membukakan pintu.
" pagi bi " sapaan lily dengan senyuman dan memberikan bingkisan pada bi syam untuk semuanya.
" loh non lily, terimakasih non, silahkan masuk " ucap bi syam yang mempersilakan masuk sambil menerima bingkisan yang lily berikan.
" gausah bi lily disini sebentar ko, oh ya devon nya ada bi? apa dia masih tidur? "
" den devon sudah kembali non, apa nona tidak tahu "
" hah? sejak kapan bi? " lily pun melebarkan matanya
" 2 bulan yang lalu non " lily pun semakin terkejut atas penjelasan bi syam pascanya dia tidak mengetahui bahwa sahabatnya sudah kembali ke Indonesia.
" mmm kalau begitu lily pamit dulu ya bi "
" non lily tidak mau istirahat dan minum dulu? "
" tidak bi lily mau langsung pulang soalnya ini baru balik dari bandara "
" astaga yasudah non hati-hati dijalan "
" iya bi syam kalau begitu lily permisi " lily pun tersenyun
" iya non " bi syam pun menganggukan kepala
" loh non lily sudah mau pulang? ko sebentar non " ucap satpam
" iya pak lily mau langsung istirahat baru balik soalnya " ucap lily yang tak lupa dengan senyuman
__ADS_1
" oh begitu, yasudah hati-hati ya non " satpam pun membukakan gerbang untuk lily.
kini lily sudah berada dirumahnya lebih tepatnya dikamarnya karena ia sangat lelah dengan perjalanan yang begitu melelahkan.
" kenapa dev tidak memberitahu ku " batin lily yang kini sedang memikirkan sahabatnya.
" ah sudahlah mungkin ia lupa " lily pun bangun dari tidurnya lalu ia menuju kamar mandi.
setelah selesai mandi lily langsung memakai pakaian dan ia langsung tidur.
*tok tok,setelah tidak ada jawaban dari sang pemilik kamar lisa pun langsung membuka pintu dan masuk ke kamar lily.
" dasar anak ini belum sarapan tapi udh molor " lisa yang melihat keponakannya sudah terlelap dalam selimut abu-abu tebalnya tidak tega membangunkan lily.
" mba tau kamu pasti sangat lelah " lisa mengecup ujung kepala lily lalu ia pun keluar dari kamar lily.
lily yang memang sangat lelah tidak terusik sama sekali dengan tidurnya karena nemang ia sudah benar-benar lelah.
gimana kabar lily, ah sial kalau saja ponsel ku tidak hilang sudah sejak tadi aku menghubungi lily, gumam devon sambil memegang dagunya.
tok tok
" masuk " ucap devon
" hehe von kamu sibuk ga " hellen yang hanya menampakan kepalanya dipintu ruangan devon.
" hahah ya ampun bun kenapa hanya kepala bunda yang nongol " devon yang tertawa melihat ulah bundanya
" kenapa bunda mengetuk pintu dan tidak langsung masuk " ucap devon sambil menghampiri sang bunda yang sudah duduk disofa putih yang ada diruangannya.
" ya siapa tau kamu lagi sama pacar kamu atauga sama yang lain terus tiba-tiba bunda dateng bikin shock kan ga lucu " ucap hellen sambil menaruh tas kecil nya di meja.
" pacar? " devon pun menaikan alisnya
__ADS_1
" iya pacar, pasti kamu sudah punya pacar kan tapi kamu ga ngenalin ke bunda kata bi syam waktu kamu diamrik kamu sering jalan sama pacar kamu itu " tutur hellen
" astaga hahah bunda itu bukan pacar tapi dia sahabat devon " jelas devon ,seketika dia ingat kenapa tidak menghubungi bi syam dan meminta nomor lily padanya.
" heh kenapa melamun " hellen yang melihat perubahan wajah anaknya
" ah tidak bun devon hanya baru ingat kalau hari ini ada meeting " ucap devon
" masa sih tapi kata sekertaris kamu hari ini free ko, makanya bunda kesini " ucap hellen
" memang sekertaris devon ga tau bun soalnya pak irvan baru saja menghubungiku sebelum bunda kesini "
" ihssss kenapa dadakan sih tadinya bunda mau minta temenin belanja " ucap hellen yang kesal pada devon
" loh kenapa ga sama ayah aja bun kan lumayan uang bunda ga keluar hahah " ucap devon
" kalo ayah kamu ga sibuk bunda ga akan kesini dudul " hellen memukul lengan devon dengan tas yang ia taruh diatas meja.
" hahahahah " devon yang semakin tertawa sembari memegang lengan yang dipukul oleh bundanya dengan tas kecilnya.
" udah ah bunda kesel sama kalian " hellen pun beranjak dari tempat duduknya.
" makannya bunda sama ayah bikin anak cwe biar ada yang nemenin bunda belanja " devon yang mengusili sang bunda
" bunda nunggu kamu aja deh gpp nunggu lama juga, lagian bunda bingung masa anak bunda yang tampan ini belum ada pacar " hellen berbalik menghadap devon dan tersenyum meledek.
" ekhem... " devon berdehem ketika hellen menyindir dirinya.
" pokonya kamu harus kenalin cwe kamu sama bunda titik, bunda tunggu " lalu hellen pun pergi dari ruangan devon.
devon hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum ketika melihat sang bunda kesal padanya.
❤❤❤❤❤❤❤
__ADS_1