
Rumah yang sangat besar yang berada dibandung ini sudah tidak diragukan lagi siapa pemiliknya, yaaapps itu adalah kediaman Aryan Dito dan Hellen Kinanty serta putra tunggal mereka yaitu Devon Kennand Dito yang kerap disapa devon π Cat rumah yang perpaduan putih dan gold ini berkesan sangat mewah dan elegan. tidak hanya mereka yang tinggal dirumah yang amat besar tersebut melainkan ada bi salwa dan bi ratih pembantu andalan bunda devon dan para pekerja lainnya serta satpam andalan ayah devon yang bernama mang kusep.
**Ruang makan
" yah, ayah jadi keperusahaan yang ada dijakarta ? " pertanyaan hellen kepada suaminya yang sedang memainkan hp nya.
" gatau bun ayah bingung lagian disana udah ada dimas yang handel semuanya jadi gausah hawatir " aryan meletakan hp dan meminum kopi yang sudah disiapkan oleh hellen istrinya. " oiya bun devon blm bngun? " aryan yang melihat sekeliling ruang makan namun tidak menemukan seuprit wujud devon
" belum yah, kan kebiasaan anak ayah mah klo hari libur pasti tidur seharian " sembari hellen menyiapkan nasi goreng untuk aryan yang dibuat oleh bibi-bibi dapur andalannya. " tapi nanti bunda bangunin sikebo devon, heran bunda mah harus pake cara apalagi biar dia cpt bngun " dengan sedikit kesal hellen beranjak dari kursi dan membawa sapu lalu hellen menuju kamar anak kebonya tersebut.
aryan pun spontan bangun dari duduknya dan langsung menanyakan kepada hellen istrinya " eh bun tunggu, bunda mau ngapain devon ? "
hellen berhenti berjalan menaiki anak tangga dan nengok ke arah sang suami lalu menjawab pertanyaan aryan " mau ngajakin devon main congklak yah " lalu hellen melanjutkan aksi nya yaitu membangunkan anaknya
" whahahah yaampun sibunda kalo lg kesel trnyta bisa ngelawak " aryan tertawa walapun jwban sang istri ga jelas, tak hanya aryan bibi-bibi dapur serta pekerja yg lain pun tersenyum dan menggelengkan kepala melihat sang nyonya begitu
**kamar devon
sesampai kamar devon sang bunda langsung membuka pintu tanpa mengetuk " devooooonn Yaamponchh banguunn udahh jam berapa iniiii heeeyy banguuunnn kamu von, ga cape apa tidur mulu, ga laper apa, ga haus apa, hehhh devon ayo main congklak sama bundaa dari pada kamu tidur muluuu" bagaikan petasan suara sang bunda tak bisa berhenti dan terngiang ditelinga devon
" apaansi bun ihhs masih ngantuk jngn ganggu sana keluar bun" devon menutupi mukanya dengan selimut
" hehhh kamu ngusir bunda? kamu berani sama bunda? kamu mau bunda masukin lg keperut hah " hellen yg mulai kesal dengan anaknya
" emg bisa ya bun devon masuk lg keperut bunda? π³
" devonnnn yaaampun manaaa bisa dudul ya kamu, bunda salah apasi sampe punya anak kaya gini "
__ADS_1
" bunda ga salah ko tpi yang salah hawa nafsu bunda sama ayah mknnya devon hadir " devon kembali menutupi tubuhnya dengan selimut
" yaampun dasar anak ini, ayo bangun ayah udh nunggu dri tdi diruang makan bunda juga udh laper gegara bangunin kamu doang " hellen pun membuka selimut dan menjewer anaknya agar dia bangun
" aduh aduh bun ampun iya ini devon bangun tpi devon cuci muka sikat gigi sama pipis dulu bun " sembari devon memegang telinganya yg dijewer sang bunda
" cuci muka sikat gigi sama pipis dibawah aja ayah udh nunggu lama titik gapake koma ayoo turun "
" i-iya lepasin dulu ini bun arghh sakit pasti merah telinga devon ahh bunda mah " setelah dilepas benar saja telinga devon merah bagaikan bunga mawar
" hehe maap bunda terlalu gemes, yaudh ayo " keduanya pun turun menuju ruang makan
sesampainya dilantai bawah tepatnya diruang makan aryan selaku ayah devon dan suami hellen melihat keduanya turun namun devon terlihat meringis sambil memegangi telinganya dan tak lupa juga ngedumel pada bundanya namun sang bunda tidak melihat devon ngedumel karna posisinya devon dibelakang dan hellen didepan. macem delman yekan π
" loh bun itu telinga devon knapa merah kaya kecupan bundaπ " aryan menujuk devon yg ada dibelakang istrinya sembari tertawa dikit
" whahahahah ππππ sa ae sibunda " entah knapa aryan selalu tertawa ketika istrinya kesal dan ini moment yg ditunggu-tunggu oleh aryan.
" devon berasa punya bunda tiri tiap bangunin tdur pke cara kekerasan mulu yah, ayah bayangin aja bunda bangunin pke tutup panci alaΒ² mersing band, pke kentongan malingnya mang kusep, dan yg lebih parah bunda bangunin pke alarm bom " dumelan sang anak kepada hellen yang tak lain bundanya, lalu devon menarik kursi dan duduk disebelah bundanya
" hah serius kamu von? whahaha ayah ko gatau bunda kamu seunik itu ππ " lagi-lagi lagi aryan tertawa mendengar penjelasan receh devon, bi ratih pun ikut tertawa karena memang benar sang ibu dri devon itu heboh ketika membangunkan anak nya sampai-sampai mereka pun ikut kaget ketika alarm bom bunyi
" makanya jadi anak bangun cepet jangan molor mulu apalagi susah dibangunin untung-untung masih sekolah coba klo udh kerja auto dipecat kamu von krna telat ngantor " jarak yg tidak terlalu jauh memudahkan hellen menepuk pundak devon
" udah - udah ah ini kita kapan sarapan dari tadi ayah nungguin kalian lama " ucap aryan selaku kepala keluarga
kemudian mereka menyantap makanan yang tak lain sarapan pagi menjelang siang dengan nikmat dan damai tanpa adanya perseteruan antara hellen maupun devon, setelah selesai makan devon pun memulai pembicaraan kepada aryan selaku ayahnya.
__ADS_1
" oiya besok surat kelulusan dibagiin, jdi minggu depan devon bisa siapΒ² lanjutin study sesuai yg ayah dan bunda pilih " devon yg sambil memakan buah anggur pun dengan santai menjelaskan smuanya.
" oh ya, ko cepet ya von prasaan kmu baru tahun kmren masuk skolh ko udh lulus sih " ujar hellen
" itulah hebatnya anak kita bun, bisa loncatin kelas krna kepintaran nya " dengan bangga aryan memuji devon
" nah yah berarti nanti kita cari mantu yang bisa loncat juga biar nnti cucu kita juga loncat-loncatan " omongan hellen yg membuat aryan dan devon ambigu
devon dan aryan saling menatap satu sama lain untuk mengetahui apa mksud sang istri dan bundanya ini, sedangkan hellen fokus mengupas kulit anggur dan tidak menyadari kalo suami dan anaknya ini tidak paham mksd perkataanya, dan keduanya menjawab secara bersamaan tidak lama kmudian ruangan tersebut dipenuhi gelak tawa oleh seisi rumah.
" Pocong " ujar aryan sambil menunjuk devon
" Pocong " ujar devon begitupun sebaliknya
" Mana pocong eh pocong makan anggur bunda " wanita paruh baya ini kaget setelah mendengar ucapan mereka dan buah anggur yg sudah dikupasnya jatuh ke lantai.
" whahahahahahahahahah bunda anggurnya jatoh π" devon yang mengetawai buah anggur milik bundanya
" whahahahaha sejak kapan pocong suka buah anggur bunda " aryan pun makin menertawai istrinya yg kaget krna ulahnya
" ya ampun nyonya hahaha " bi salwa dan bi ratih pun ikut tertawa melihat sang majikan latah.
" awas ya kalian " ancaman hellen kesemua orang yg mentertawakan dia
namun lagi-lagi semuanya tertawa mendengar ucapan hellenπππππ
**HEHE MAAF KALO GARING, SELAMAT MEMBACA ππβ€**
__ADS_1