
sekitar 30 menit devon menunggu lily namun waktu 30 menit tidak terasa lama menurut devon karena dia menunggu sambil memaiknan game diponselnya.
lily pun keluar dari ruanganya dan dia melihat dev yang sedang menunggunya.
" hey maafkan aku yang lama ini tuan dev " lily berdiri dihadapan devon
" berhenti memanggilku tuan nona " dev pun berdiri menghampiri lily.
" baiklah dev jangan memanggil ku nona " lily pun tertawa
keduanya pun tertawa karena mengulang kata-kata waktu mereka berada dipantai.
" kamu sudah siap " devon bertanya.
" mmm sudah " jawab lily.
" baiklah kita berangkat sekarang " dev yang bersiap menggandeng lily.
" hey aku bisa jalan sendiri tidak usah digandeng " kata lily.
" ku kira kamu butuh gandengan seperti nenek-nenek menyebrangi dijalan " ujar dev yang bercanda
" hey berarti diluar sana yang gandengan itu nenek-nenek dev ? " lily yang sudah mulai tertawa oleh ulah dev.
" bisa jadi mungkin mereka butuh tongkat untuk jalan tapi mereka tidak menemukan tongkat melainkan menemukan tangan jadi mreka menggandengnya hahaha " ujar dev yang membuat lily makin tertawa.
" hahahah yaampun dasar kamu dev" lily memukul lengan dev dengan tasnya, kini keduanya tidak sadar dengan semua orang memperhatikan keromantisan devon & lily.
" kapan kita berangkat hm? tanya dev
" sekarang lah dev masa tahun depan " jawab lily yang disertai senyuman.
keduanya pun menuju parkiran tempat mobil devon terparkir dan keduanya pun menuju mall yang berada di salah satu kota yang ada di amerika, sekitar 20 menit mereka sampai mall karena jalanan memang sangat lancar jadi mereka sampai tempat tujuan dengan cepat.
dev pun memarkiran mobilnya dan membukakan pintu untuk lily keduanya pun menuju tempat-tempat yang ada didalam mall.
" sudah sampai tuan putri " dev membukakan pintu ala-ala putri kerajaan.
" dev apaansi malu tau diliatin ih " lily yang menahan senyuman malu karena perlakuan dev yang tiba-tiba aneh.
" tidak ada orang siapa yang akan melihat kita lily " dev yang melihat kanan kiri memang tidak ada orang satupun.
" hahah dev kamu konyol sekali lihatlah samping kanan dan kiri mu depan belakang mu bukan kah disitu terpasang cctv dev? " kata lily
" astaga hahah benar kamu ly kenapa aku tidak menyadarinya " kata devon
" ah sudahlah kita masuk saja " kata devon lagi, lalu disetujui oleh lily kini keduanya sudah memasuki area mall tersebut.
kini keduanya menghampiri toko ice cream yang memang sangat favorite dikalangan pecinta ice cream diamerika ditoko ini kita bebas memilih ice cream dan mengambil topping sesuai yang diinginkan.
" lu kamu mau yang varian apa " dev memberikan cup kosong pada lily agar dia memilih varian dan topping sesuai yang diinginkan.
" sepertinya aku akan memilih vanilla, kamu? " kata lily
devon masih memilih varian ice cream yang ada didepannya " sepertinya aku akan memilih varian vanila juga lu " devon pun menekan mesin didepannya yang akan mengeluarkan ice creamnya itu begitu pun lily.
__ADS_1
keduanya pun menunggu cup nya penuh dengan ice cream setelah sudah terisi barulah mereka menuju tempat topping-topping ice cream devon dan lily memilih varian dan topping yang sama, setelah selesai mereka pun menuju kasir dan menimbang berapa berat ice cream yang mereka buat lalu membayarnya tak lupa mereka memotret ice cream hasil buatan mereka.
setelah selesai membayar keduanya menuju meja yang ada ditoko tersebut lily & devon memilih tempat duduk disamping jendela yang memperlihatkan keindahan kota tersebut.
" dev sepertinya akan turun hujan " lily yang melihat langit
" memangnya kenapa? kau takut kehujanan ly? " devon sambil memakan ice cream nya
" hahah bukan gitu dev aku hanya memberi tau kalau akan turun hujan ihs dasar " lily pun memakan ice cream nya.
kini keduanya berbincang ria mulai dari perkuliah dev, pekerjaan lily dan perusahaan keluarga mereka, dan semua itu membuat keduanya semakin akrab dan memutuskan untuk bersahabat.
setelah menghabiskan ice cream lily & devon pun menuju tempat-tempat lain mulai dari toko baju, make up, kue dll sampai pada waktu yang menunjukkan pukul 19:00 dan mereka pun pulang karena besok lily meeting dengan kolega-kolega dari paris devon pun mengerti akan pekerjaan yang lily jalani, mereka pun menuju arah pulang setelah 25 menit baru lah mereka sampai.
" terimakasih dev atas waktunya " kata lily.
" aku yang berterimakasih karena kamu sudah meluangkan waktu untuku, baiklah aku pamit ly" kata devon
" tidak mau mampir dulu dev? " lily
" lain waktu saja ly ini sudah malam kamu juga harus istirahat " kata devon
" jangan lupa mandi dulu ly hahaha " kata devon lagi.
" iyaiya nanti mandi, kamu meledek ku ya dev " lily mencium badannya.
" eh eh bukan itu maksud ku hahah astaga "
" terus apa "
" kamu pikir aku sejorok itu dev dasarr " lily yang mengacak-acak rambut devon.
" hahaha siapa tau kamu gitu ly " devonpun mengacak-acak rambut lily
" ah sudahlah sana pulang " lily
" loh aku diusir? " devon yang mulai mengusili lily.
" ih ga gitu katanya kamu mau pulang tadi ditawarin mampir gamau gimasih " lily yang berbicara sambil tersenyum semakin terlihat manis bagi devon.
" hahah baiklah aku pulang see you ly " ucap devon yang sudah siap melaju.
" mmm hati-hati dijalan " lily melambaikan tangannya.
kaca pintu mobil devon pun tertutup dan mulai melaju, setelah devon pergi satpam dan black yang ada dipos satpam pun berdehem kepada majikan mudanya itu.
" ehem ada yang kasmaran " ujar satpam lily
" akhirnya nona lily uwu-uwuan " ujar black supir lily.
" ih apaansi kalian jangan asal deh, uudah ah aku masuk dulu" lily pun tersenyum malu
" loh kamu baru pulang ly? apakah pekerjaan mu sangat banyak sampai kamu harus lembur " ujar lisa bibi lily.
__ADS_1
" iya mba pekerjaan lily numpuk dan harus diselesaikan hari ini juga karena besok akan meeting dengan kolega dari paris " lily yang berbohong karena tadi keluar dengan devon.
" astaga baiklah kau istirahat pasti cape sekali, kamu sudah makan? " ujar bibi lily.
" sudah mba, oh iya om mark kemana ko ga kliatan biasanya berduaan uwu-uwuan " lily
" hehe mba lupa ngasih tau ke kamu kalo om kamu udh berangkat ke london makannya tadi mba ga masuk kantor " ujar lisa
" ya ampun mba lisa ko bisa dadakan gitu sih " lily yang sudah duduk disamping lisa.
" tadi daddy kamu datang kesini bersama jack dan bertemu dengan om kamu dan mereka membicarakan perusahaan yang ada dilondon " ujar lisa
" hah daddy? astaga aku lupa menghubungi daddy " lily pun mengambil ponsel yang ada ditasnya dan langsung menghubungi daddy nya.
" hallo dady, daddy dimana? " lily
" daddy diapartmn sayang kenapa? " anto
" loh daddy ga kesini? " lily
" tadi siang daddy kesitu sayang menemui om kamu " anto
" besok daddy akan datang setelah kamu selesai rapat ly " anto
" kenapa tidak sekarang dad " lily yang cemberut karena daddy nya lebih memilih tinggal di apart nya.
" untuk apa daddy membeli apart kalau tidak ditempati sayang " anto menjelaskan pada lily.
" kan bisa jack menempatinya dad " ujar lily
" jack tinggal diapart miliknya sayang, sudahlah kamu jangan cemberut daddy janji besok akan menginap dirumah mu " ujar anto
" mm baiklah dad yaudah lily matiin sambungannya" lily pun menutup telfonnya.
" apa katanya ly? " lisa
" daddy lebih milih tinggal diapart nya" lily
" hahaha parah sejak dulu daddy kamu memilih aparynya dari pada rumah ini " lisa pun tertawa karena kk iparnya itu tidak pernah berubah
" jelas daddy lebih memilih apartemennya karena harganya lebih mahal dari rumah ini, sudahlah lily istirahat dulu mba" lily pun menuju kamar nya yang ada dilantai atas.
" baiklah selamat beristirahat ponakan mba " Lisa melanjutkan acaranya yaitu menonton tv
dilain sisi devon pun sudah sampai rumahnya dan langsung disapa oleh para pekerja.
" sudah pulang den " sambut bi syam.
" iya bi sudah, bibi kenapa belum tidur " devon yang menyandarkan dirinya disofa empuk miliknya sambil meregangkan otot-ototnya.
" belum ngantuk den, mau bibi pijitin den sepertinya tuan muda cape " bi syam
" ah tidak bi ini hanya cape sedikit dibawa tidur juga udah hilang capenya " devon
" bail den kalau begitu bibi permisi ke belakang " bi syam pun pamit
__ADS_1
" iya bi " devon menuju kamarnya untuk istirahat, setelah bertemu kasur empuk miliknya devon pun langsung melemparkan tubuhnya setelah beberapa detik memejamkan mata devon menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya sekaligus merelaxan tubuhnya setelah itu melakukan ritualnya yaitu tidur.
** SEE YOU NEXT TIME**❤❤