Sahabat Selamanya

Sahabat Selamanya
bab 16


__ADS_3

Setelah hampir dua minggu melakukan latihan drama musikal Michaela dan Jonathan mulai akrab satu sama lainnya tapi sangat di sayang hal terburuk terjadi, betapa kaget Michaela dan Johan yang mendengar panggilan dari guru piket untuk segera ke ruang guru mereka berdua bergegas secepatnya, setibanya mereka sangat kaget dengan informasi yang mereka dapatkan cukup mencengang kan Michaela dan Johan sama sama tidak percaya dengan apa yang mereka dengar dari guru itu Michaela yang tengah berdiri tanpa sadar terperok kelantai begitu tak berdaya dan gemetar mengetahui bahwa ayah angkat nya kecelakaan lalulintas dan sekarang ada di rumah sakit


" kalian berdua mohon sabar dan bapak mohon agar dapat menjadi lebih kuat... " pak Stifan terhenti sebentar mengtur nafasnya sebelum lanjutkan ucapannya " tadi ibu kalian telfon bahwa ayah kalian kecelakaan sekarang lagi di rumah sakit dan kondisinya tidak terlalu baik.'' lanjut nya


Michaela hanya menangis tersedu sedu. Johan dengan spontan " tidak, tidak mungkin Micha ayo kita pergi ke rumah sakit '' ucap sambil menarik tangan Michaela, ia hanya bisa diam dengan air mata yang tak henti hentinya mengalir orang yang dia sayang kini terbaring tak berdaya orang yang dia jadikan sebagai malaikat pelindung bahkan tak mambuka matanya untuk melihat anak anaknya yang menunggu di samping nya.


Betapa terpukulnya batin mereka yang melihat itu, sungguh sangat sakit ibu angkat Michaela pun sangat sedih Michaela yang baru menyadarinya segera memeluk ibunya dengan erat ingin berikan kekuatan pada ibu angkat nya rasa sakit yang begitu menusuk siapapun pasti akan mudah terima ini semua.


Johan tak tahan dengan itu namun dia tidak ingin ibunya semakin sedih karena melihat menangis dia hanya bisa bersembunyi di toilet meluap semua kesedihan yang iya rasakan pedih menusuk hati orang yang ia cintai, orang yang ia banggakan,orang yang ia jadikan panutan kini terbaring lemah tak sadarkan diri meskipun para medis sudah mengusahakan yang terbaik belum sadarkan diri. Michaela berusaha keras untuk menenangkan diri agar bisa membantu tenangkan ibu. tidak boleh aku tidak bisa terus begini ibu sudah dari tadi menangis aku harus kuat aku harus bisa demi ayah dan ibu angkat.

__ADS_1


" ibu ayo minum dulu sedikit saja bu, aku mohon ibu... " ucap Michaela terputus karena panik " ibu, ibu, ibu suster suster tolong tolong ibu bangun.!!" lanjut dengan begitu ketakutan.


Setelah suster mendengar teriakan Michaela dari dalam ruangan, suster segera membatu memapah ibunya ke ranjang pasien yang kosong di ruang ICIU untuk di lakukan pertolongan pertama Michaela menangis sejadi jadi, melihat ayah dan ibu angkat yang dia sayang seperti orang tua kandung nya sendiri kini, sama sama terbaring di ranjang pasien dia tidak tahu apa yang haru di lakukan namun agak legah setelah suster berkata pada nya bahwa ibunya tak terjadi apa apa pada ibu nya ia pingsan karena capek dan kekurangan cair.


" dek, jangan terlalu khawatir dengan ibu mu dia hanya shok, dengan ayah mu yang kecelakaan dan dari tadi beliau terus menerus menangis jadi itu penyabab ia kekurangan cairan, tapi sekarang tak masalah karena sudah di impus. jadi kalau bisa kamu harus berusaha untuk menjadi tegar untuk ibu mu." ujar menjelaskan pada Michaela


" iya suster terima kasih. " jawab Michaela, dengan sangat lemah hampir tak terdengar suster itu hanya tersenyum dan menepuk pundak Michaela berjalan menjauh tinggalkan Michaela yang terduduk diam tak bisa berbuat apa apa. Dan Johan masih belum kembali sesaat kemudian dia baru tersadar dari tadi tak ada sosok remaja itu di dalam ruangan itu dia segera mengeluarkan ponsel nya untuk menelfon seseorang.


" hollo, di mana kamu.?"

__ADS_1


"........... "


" cepet lah datang.! "


"............ "


" aku harus kembali kerumah. "


"............."

__ADS_1


" iya ku tunggu. "


selang beberapa saat, Johan tiba di ruang ICIU betapa terkejut nya dia melihat ibunya kini terbaring tak sadar dengan selabg infus yang menancap di tangannya.


__ADS_2