
Saat baru keluar kelas Anzi berkata
"Lisa pergi ke rumahku yuk!" Ajak Anzi.
"Tidak mau, aku masih harus bersiap untuk lusa," kata Lisa dingin.
"Ayolah pergi kerumahku dan bantu aku bersiap ya," kata Anzi membujuk.
"Tidak mau, apa kau pikir hanya kau saja yang ingin mempersiapkannya. Kau tau aku tinggal sendiri dan juga tidak akan ada yang membantuku sedangkan kau tidak tinggal sendiri masih ada yang akan membantumu," kata Lisa sedih.
"Tapi aku pindah, sekarang aku juga tinggal sendiri, jadi apa kau mau membantuku bersiap?" Kata Anzi membujuk.
"Kau pindah? Pindah kemana?" Tanya Lisa heran.
"Ya aku pindah, pindah di depan rumahmu," jawab Anzi.
"Hah? Kenapa kau pindah kesana?" Tanya Lisa heran.
"Karna aku ingin selalu dekat danganmu, dan juga agar kita bisa selalu pulang bersama, dan juga kita akan saling membantu tentunya, sekarang kita bertetangga," jawab Anzi.
"Tapi tetap saja aku tidak akan membantumu," kata Lisa dingin.
"Lisa, tetangga itu harus saling membantu, apalagi kita adalah teman sebangku jadi harus saling membantu," kata Anzi berceramah.
"Ah aku tau jadi jangan menceramahiku, karena aku tidak suka diceramahi," kata Lisa kesal.
"Kenapa dia harus pindah didepan rumah, aku tidak mau harus selalu membantunya nanti, tapi akan seru juga karena yang pindah didepan rumahku adalah dia jadi aku bisa terus berbicara dan bersamanya aku akan sering menjahilinya mulai sekarang hehehehe" kata Lisa dalam hati.
__ADS_1
"Jadi apa kau mau membantuku?" Tanya Anzi.
"Ya baiklah, tapi kau juga harus membantuku setelah aku membantumu juga," kata Lisa memberi syarat.
"Ya tentu saja," kata Anzi senang.
Sesampainya didepan rumah Lisa langsung masuk dan berganti pakain. Setelah berganti pakain Lisa langsung pergi ke rumah Anzi.
"Anzi, Azni, apa kau didalam?" Teriak Lisa dari luar.
"Ya aku didalam, masuk saja pintunya tidak terkunci!" Jawab Anzi sambil berteriak.
"Aku sudah masuk, kau ada dimana?" Tanya Lisa.
"Aku ada dikamar atas, cepat bantu aku!" Perintah Anzi.
Saat menuju kamar Anzi, Lisa melihat foto Anzi namun Anzi bersama dengan seseorang yang sangat mirip dan mungkin itu kembaran Anzi.
"Anzi, siapa orang difoto ini yang sedang bersamamu?" Tanya Lisa.
"Oh dia, dia kembaranku," jawab Anzi.
"Kembaranmu? Apa dia adikmu?" Tanya Lisa pada Anzi.
"Ya dia adikku, namanya Anza. Karena kesalahanku dulu dia menjadi orang yang sangat dingin seperti dirimu juga tidak pernah mau berbicara dengan orang lain," kata Anzi termenung.
"Memangnya kau melakukan apa pada adikmu?" Tanya Lisa.
__ADS_1
"Dulu, Anza pernah secara tidak sengaja merusak kalung yang ingin aku berikan pada orang yang aku sukai saat itu, aku sangat marah saat itu dan mengatakan pada Anza bahwa Anza tidak seharusnya dilahirkan setelah mengatakan hal itu aku juga mendorong kekolam padahal aku tau bahwa Anza tidak bisa berenang dan akhirnya Anza menjadi orang yang sangat dingin bahkan Anza memutuskan untuk tinggal didesa, karena aku merasa bersalah aku memutuskan untuk pindah kesini saat itu," kata Anzi menceritakan.
"Apa! Berarti kau membohongiku, berkata kalau kau baru pindah kesini kemarin hump," kata Lisa merajuk.
"Maafkan aku, karena jika aku tidak membohongimu seperti ini apa kau akan datang padaku?" Kata Anzi menjelaskan.
"Ah sudahlah, sebenarnya aku juga sudah tau daru awal kalau kau tinggal disini hehehe," kata Lisa tertawa kecil sambil berlari.
"Jadi kau juga berbohong padaku? Kemari kau!" Kata Anzi yang mulai mengejar Lisa.
Setelah cukup kejar-kejaran Lisa dan Anzi mulai membereskan barang-barang yang akan dibawa untuk lusa. Setelah selesai mengemas barang milik Anzi, Anzi mengajaknya untuk makan malam.
"Lisa ayo makan malam!" Ajak Anzi.
"Yah ayo aku juga sudah lapar, akan makan apa kita?" Tanya Lisa.
"Makan lobster dengan ayam bakar dan sate kambing," jawab Anzi.
"Yah ayo kita makan," kata Lisa bersemangat.
Setelah makan Lisa membantu Anzi mencuci piring dan setelah selesai mencuci piring dan duduk disofa sambil menyalakan TV.
"Yeah akhirnya selesai juga," kata Anzi kelelahan sambil mendekat dan duduk disofa.
Saat sedang menontong acara yang mereka suka Lisa tertidur dipundak Anzi. Karena hari sudah sangat larut Anzi menggendong Lisa ke kamarnya, dan membiarkan Lisa tidur di tempat tidurnya. Setelah meletakkan Lisa ditempat tidur Anzi membelai wajahnya dan berkata
"Kau terlihat sangat manis saat tidur," kata Anzi sembari ingin menciumnya.
__ADS_1
Saat Anzi ingin mencium Lisa, Anzi mengurungkan niatnya dan mulai tidur.
"Terimakasih untuk hari ini Lisa, semenjak kau hadir dalam hidupku semuanya berubah, kuharap kau akan menjadi milikku suatu saat nanti, dan kau harus menjadi milikku," kata Anzi bertekad sambil merebahkan dirinya disofa dan mulai tidur.