Sahabat Selamanya

Sahabat Selamanya
bab 17


__ADS_3

dia hanya diam melempar pandangan pada Michaela yang tertunduk dalam


" Micha ada apa dengan ibu? kenapa bisa?"


" kata suster ibu syok, cepek dari tadi menangis akibat nya ibu kekurangan cairan dan itulah sebabnya ibu pingsan, jadi aku pulang dulu biar aku buat sup ayam buat ibu."


" iya kamu pulang dulu, nanti bawakan baju ganti buat ibu. "


" ok, kalau gitu aku pergi sekarang ya kalau ibu sudah sadar tolong berikan air hangat ya."


" iya."


Michaela bergegas menuju ke parkiran untuk mengambil motornya yang terperkir dengan begitu tergesa gesa yang ada dalam pikiran nya secepatnya tiba di rumah meski pun dia tau kalau itu tidaklah benar melanggar aturan kerena masih di bawah umur namun, mau bagaimana lagi di anggota keluarga yang cukup umur yaitu ayah dan ibu angkat nya tengah sakit sekarang Johan dan Michaela hanya bisa saling mengandal kan satu dengan yang lain nya untuk merawat ke dua orang tua mereka terlebih lagi sekarang ibunya juga belum sadarkan diri dirumah sakit.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan Michaela tak bisa menyalikan pemikiran nya dari kedua orang tua nya hampir saja mengalami kecelakaan dia segera menepi untuk menenangkan pikiran nya agar dapat kembali tetap fokus berkendara tapi bukan nya fokus melainkan dia kembali lagi menangis tersedu sedu karena khawatir dengan orang tua anngkat.


Michaela menye mangati diri sendiri dan melanjutkan perjalanan nya ke rumah. Setibanya dirumah dia bergegas ke dapur dia mulai sibuk buat sup ayam untuk ibunya sambil bersihkan rumah kini kegiatan masak dan bersih bersih selesai dia segera bersiap siap kebali ke rumah sakit dia juga tidak lupa dengan pakaian untuk ibu angkat nya. Michaela sampai lupa bahwa dia seharian ini belum makan apapun kini dia telah tiba di rumah sakit dan jam telah menunjukkan pukul 18 : 00. Ayah angkat Michaela telah di pindah kan ke ruang rawat inap meskipun saat ini masih belum lewat masa kritis tetap saja Michaela dan Johan banyak bersyukur kepada tuhan karena setidaknya ibunya telah sadar.


" ibu ayo minum dulu sup ayam ini, biar ibu bisa kuat bu. " ucap Michaela


" tidak nak ibu tidak ingin. " jawab ibunya yang di iringi dengan gelang kepala nya


" cukup nak ibu sudah kenyang. " ucap ibunya


" iya bu sesuap lagi bu. " bujuk nya


" sudah ah ibu sudah kenyang. "ujar menolak bujukan Michaela

__ADS_1


" iya bu tapi setelah ini ibu harus makan walaupun hanya sedikit buah ya bu.!!" ujar Michaela dengan sopan karena ibunya hanya makan sedikit.


Johan tengah merebahkan tubuh nya di lantai yang beralaskan tikar sambil memejam kan matanya namun tak tertidur kini Michaela meminta ibu angkat nya membersihkan diri dan mengganti bajunya. dia membangun Johan untuk makan.


" Johan bangun makan dulu dari tadi kita belum makan apa apa. " ujar Michaela sambil menepuk nepuk lengan Johan, Johan segera bangun dari rebahannya.


" iya oya kita makan bersama.!" ujarnya


"ok." ucap Michaela mereka segera makan bersama ibunya yang menyaksikan itu hanya senyum melihat kedua anaknya begitu akrab seperti adik dan kakak kandung. Betapa sejuk di hatinya untuk sesaat ia lupa dengan kemalangan yang menimpah keluarga kecil nya itu


Kini beberapa hari telah belalu Michaela tak terlalu fokus pada latihan nya pikiran nya kacau balau ayah angkat nya masih belum menunjukkan kemajuan sama sekali bahkan belum sadarkan diri.


Waktu pengamatan pun kini semakin dekat dia bersama Johan masih harus bolak balik rumah sakit untuk menjaga ayah angkat nya, dia juga harus mengurus rumah sendiri, dan harus masak sendiri.

__ADS_1


__ADS_2