
Perpisahan yang sangat mengharukan itu masih membekas di benak Zahira. Juga di benak orangtua Zahira yang begitu bangga pada Zahira. Ketika Zahira sedang asyik menonton You tube. Tiba tiba ada pesan masuk. Dari siapa nih. Monolog Zahira bingung. Gak taunya, dari nomor Tania. Dia seneng banget tuh. Akhirnya Tania menghubungi aku. Zahira pun memutuskan untuk berhenti sejenak menonton You Tube dan membuka pesan dari Tania. Begini Pesanya
T: Asaalamualaikum Za, ini aku Tania. Sebelumnya aku minta maaf ya kalo udah ngeblock nomor kamu. Boleh gak kita ketemuan di taman kota jam 10 pagi. Janji deh ga bakal gak dateng. Kali ini aku serius. Aku pengen ketemuan sama kamu. Sekali lagi maaf ya kalo kamu ngerasa di permainkan sama aku. Semoga kamu enggak membenci aku Za
Z: Waalaikumsalam Tan, boleh kok. Asal kamu dateng ya. Kebetulan aku lagi gak sibuk juga. Dan aku gak pernah merasa di permainkan sama kamu. Tapi apa Amora and the genk gak marah
T: Aku udah putus sama mereka. Jadi, mereka gak berhak atur atur aku lagi. Makasih ya udah maafin aku. Soal lainya kita omongin di taman. Aku beneran janji Za, kali ini aku akan menepatinya
Z: Iya Tan, kali ini aku percaya kok sama kamu. Ternyata sudah putus. Mereka mungkin bukan temen yang baik. Btw kamu mau ngomongin apaan sih? Penasaran aku
__ADS_1
T: Nanti kamu juga bakal tau Za, kalo aku kasih tau ngapain kita ketemuan
Z: iya deh seterah kamu
T: Bye, sampai ketemu di taman kota
Zahira tersenyum. Akhirnya Tania balik lagi seperti jauh. Jujur Tan, meski sudah banyak teman. Tapi aku tetap berharap bisa sahabatan sama kamu. Aku kangen hal hal yang pernah kita lakuin dulu. Monolog Zahira. Setelah itu, Zahira melanjutkan menonton You Tube nya.
********
__ADS_1
Malam harinya di Meja makan.....
Mama, apa mama mau aku sahabatan sama Tania lagi. Tanya Zahira. Ya tergantung kamu dan Tania. Asal dia baik dan dia serius mau sahabatan sama kamu lagi. Ya mama fine fine saja. Itu terserah kamu nak. Emangnya kenapa nak? Tumben kamu bahas soal beginian. Tanya mama. Soalnya Tania ngajakin janjian ke taman besok pagi jam 10. Boleh gak mah, pah. Tanya Zahira. Ya boleh boleh saja. Tak apa. Justru papa malah lebih khawatir kalo kalian malah musuhan. Ungkap papa. Iya pah. Kata Zahira. Setelah makan dan baantuin mama beberes meja makan. Zahira sholat isya dan bersiap tidur. Aku sangat berharap kita bisa seperti dulu lagi. Tapi aku gak akan mau memaksa kamu. Aku harap kita bisa berteman dengan baik meski tak lagi sahabatan. Batin Zahira. Setelah baca doa. Zahira pun tertidur. Dia bermimpi bahwa Tania mengajaknya balikan.
*******
Pagi harinya setelah sholat subuh...
Zahira terlihat bahagia, dia tak sabar bertemu dengan Tania. Sudah lama rasanya tak bertemu dia. Meski dia tak berharap persahabatanya kembali lagi. Saat sudah jam 9an. Zahira sudah siap . Dan ke taman kota pakai sepeda karena. Di sana, terlihat Tania yang sudah menunggunya dengan senyuman khas ketika mereka masih menjadi sahabat. Assalamualaikum Za, apa kabar? Lama gak ketemu nih kata Tania. Waalaikumsalam Tan, kabar aku baik kok. Kita udah lama banget ya gak ketemu. Kabara kamu pasti juga baik. Btw kamu mau ngomong apa Tan? Dan kenapa kamu bisa putus sama Amora. Tanya Zahira. Karena, waktu UN kan aku di tawarin contekan sama Amora. Terus aku bilang gak mau. Tapi dia maksa. Yaudah aku terima. Pas sampe rumah aku cocokin contekan nya sama kisi kisi UN, dan ternyata beda banget sama kisi kisinya. Dan aku chat amora, tapi dia gk percaya dan yakin banget soalnya bener. Dan untungnya aku gak make. Cuman dia malah bikin aku selalu gak punya cukup waktu belajar. Meski sempet belajar. Makanya nilai aku jeblok. Tapi aku lulus. Sementara Amora dan genk nya gk lulus. Dan aku juga putus karena aku nasehatin dia waktu hari pertama UN. Tapi dia malah putusin aku. Dan sekarang aku sadar. Aku salah ngambil keputusan. Aku salah milih teman. Setelah aku pikir pikir lagi. Kamu itu teman yang baik. Yang selalu ingetin aku soal kebaikan. Dan kamu juga tulus banget sama aku. Aku benar benar menyesal telah mengambil keputusan yang salah. Jadi kamu mau gak kita sahabatan seperti dulu. Kata Tania dengan sungguh sungguh. Tanpa berpikir panjang, aku langsung mengiyakan. Dan sangking terharunya, Tania memelukku. Makasih ya Za, kamu memang orang paling pemaaf setelah ibuku yang pernah aku kenal. Kata Tania. Tan, kita mulai dari awal lagi ya, lupain yang buruk, ingatlah yang baik. Aku sudah memaafkan semua kesalahanmu karena kamu temanku Tania, dan kita akan terus bersahabat. Karena kita Sahabat Selamanya. Udah yuk, jangan nangis. Malu tau, sudah besar masih cengeng, tuh diliatin emak emak penjual jajanan. Canda Zahira. Iya Za. Ucap Tania yang malu karena dari tadi mereka jadi tontonan gratis emak emak penjual jajanan di sana. Setelah itu. Mereka menghabiskan waktu dengan beli jajanan di warung bu Karim. Setelah puas nostalgia mereka pulang. Zahira bahagia. Sahabatnya di kembalikan lagi padanya. Ya Allah, terima kasih sudah mengembalikan Tania untuk kembali menjadi sahabatku. Batin Zahira.
__ADS_1