
Kamu mau ikut mama ambil nilai UN kamu. Tanya mama. Ikut mah, Jawab Zahira. Dia juga sudah sangat penasaran dengan hasil UN. Setelah sampai di sekolah. Mana kelas kamu Za, tanya mama. Di lantai dia tengah tengah. Ada kok tulisanya. Jawab Zahira. Setelah sampai depan kelas. Ternyata ada orang tua Amora yang memarahi Amora. Gimana sih kamu ini!!! Masa sampe harus ngulang kelas 6. Malu loh. Kamu juga di ingetin belajar bilangnya iya iya aja. Malu maluin looh. Omel mama nya Amora. Dengan nada tinggi, sehingga membuat kaget orang orang yang kebetulan sedang lewat di koridor lantai 2. Sementara, Amora yang tentunya sangat malu karena di lirik orang orang di sekitarnya. Menjadi pusat perhatian karena hal keburukan tentu sangat memalukan baginya. Beruntung mama memilih untuk gak terlalu kepo karena sudah ga sabar melihat hasil UN anaknya. Setelah masuk kelas, terlihat wajah bu Ririn wali kelas Zahira menyambut mama. Setelah sedikit basa basi. Bu Ririn memberitahukan bahwa nilai UN Zahira tertinggi di angkatanya. Dan mamanya merasa bangga pada Zahira. Setelah sampai di rumah. Mama dan Zahira sangat penasaran dengan nilai nilai UN Zahira. Paaah, sini lihat. Kita bongkar yuk nilai Zahira. Kata gurunya, nilai UN nya paling tinggi, terang mama. Yuk buka kata mama. IPS nya 8,8. PPKN 9,0. Matematika 10. IPA 9,4. PAI 10 juga. Bahasa indonesia 8,9. Bahasa inggris 9,7. Bahasa arab 9,5. Gede gede semua. Teriak papa dan mama yang kompak dengan histeris. Zahira tereenyum bangga pada dirinya sendiri. Dia bisa membuat orang tuanya bangga padanya.
__ADS_1
Di perpisahan kemudian.....
__ADS_1
Selamat datang bapak, ibu. Silahkan duduk di kursi yang sudah di sediakan untuk keluarga siswa/siswi. Kata pak Sakha menyambut. Aku duduk bersama teman temanku yang juga wisuda. Dengan senang hati aku mempersilahkan anak pintar di kelas 6C untuk duduk di sebelahku. Kata Fita. Iiih, aku juga mau duduk samping kamu Za, kata Jihan. Nih, aku di tengah tengah biar gak pada rebutan. Kata Zahira. Sementara yang lain juga mengajak ngobrol Zahira dan saling curhat kalo mereka sedih akan saling berpisah sekolah. Gak papa, kita tetep bareng bareng kok. Stay Connected, kata Reysha. Dan acara pun di mulai. Setelah pembukaan dan sambutan yang membosankan. Akhirnya, acara pun di mulai. Mulai dari flashback foto ketika mereka masih kelas 1 sampe kelas 6. Dan kebanyakan, momen Zahira pada teman teman yang lain ya kelas 5 sama 6. Setelah flashback foto. Ada flashback video yang bikin semua orang ngakak karena tingkah laku mereka waktu kelas 1,2, dan 3. Lalu pembacaan puisi oleh Rayyana. Nasyid dari adek kelas 5. Setelah itu, rangkaian acara yang paling di tunggu adalah, pembacaan murid teladan dari segi Tahfidz dan Akademik. Dan MC nya adalah bu Rika. Assalamualaikum bapak, bapak, ibu ibu, adek adek dan alumni kelas 6 yang saya hormati. Waalaikumsalam, jawab semuanya. Baik, kita telah sampai di acara yang pastinya di tunggu tunggu oleh bapak dan ibu. Yaitu, pengumuman 3 siswa terbaik di angkatan 10 ini. Siswa terbaik di bidang akademik angkatan sepuluh adalah. Yang ketiga, Zeyanna Cetta. Yang kedua. Kenzi Ali Abdurrahman. Dan yang pertama adalah.... Atifah Zahira kata gurunya. Dan Zahira serta 2 orang lainya maju dengan rasa haru bersama kedua orang tuanya. Setelah menerima piagam dan piala. Mereka duduk kembali. Kan bener dugaanku. Pasti Zahira. Orang nilai rapor dan UN nya paling bagus diantara kita semua. Jadi udah bisa ketebak. Kata Kania. Kamu juga pasti dapet yang bidang tahfidz nya. Mungkin yang pertama. Kata Gita. Mungkin. Aku gak mau berharap dulu deh. Ntar jatohnya sakit. Kata Kania. Bener banget Kan, daripada berharap. Lebih baik berdoa. Kata Adiba. Betul kamu dib, tumben bijak. Kata Jihan. Aku kan kalo sedih memang sering mengeluarkan kata kata bijak. Pamer Adiba. Dan untuk yang bidang tahfidz angkatan sepuluh. Yang ketiga, Liyana Zahida Safira dengan pencapaian 4,1 juz, yang kedua Kania Azizah Ramadhan dengan pencapaian 4,5 juz. Dan yang pertama adalah.... Yap, Atifah Zahira lagi, dengan pencapaian 5,2 Juz. Kata gurunya. Sementara untuk yang ini. Zahira ngelag. Siapa? Tanya nya. Kambing, sama sapi. Kata Rania kesal. Hah? Mau kurban emangnya. Kok ngundang kambing sama sapi. Perasaan dari tadi aku ga liat sapi sama kambing di sini. Kata Zahira yang mencoba memancing kekesalan, walau belum sepenuhnya tau juga kalo dia dipanggil. Ya kamu laaaah Atifah Zahiraa. Maju tuh, kata Rania yang masih kesal karena di kerjain. Iya, iya. Maaf kata Zahira dan langsung ke panggung. Untuk kali ini. Saya akan memberikan kesempatan lebih awal untuk ananda Liyana, Kania dan Zahira. Untuk memberikan jubah dan mahkota yang gak seberapa di banding yang ada di surga. Kata bu Rika sekali lagi. Sementara, dengan rasa haru yang luar biasa. Ketiga orang itu memasangkan mahkota dan jubah untuk kedua orang tua mereka. Sementara orang tua dan anak anak yang lain iri melihat kejadian itu. Mereka berharap agar kelak di surga nanti. Anak anak mereka juga bisa memasangkan mahkota dan jubah di kepala mereka. Tania dan teman teman yang lain pun kaget. Mereka gak nyangka kalo Zahira sudah 5 juz lebih. Mereka kira yang paling banyak Kania. Ternyata Zahira. Wiiih, Zahira borong ya. Iri deh, kata Zeyanna. Sama Ze. Kata yang lain. Setelah turun. Zahira sudah di hujani banyak pertanyaan. Kenapa gak bilang kalo udah 5 juz. Kata liyana. Ya kalian gak nanya dulu. Aku gak mau bangga banggain itu. Lagian 30 juz aja belum, masa sudah bangga. Kata Zahira. Sumpah Za, kamu orang paling rendah hati yang aku kenal. Biasanya orang orang pasti bakalan pamer. Sedangkan kamu enggak. Seneng bisa berteman sama kamu Za, walau harus di detik detik terakhir kebersamaan kita semua. Kata Fita. Setelah itu. Acara lainya yang gak kalah di tunggu tunggu adalah pelepasan. Mereka bernyanyi satu angkatan itu. Perempuan dan laki laki. Mereka bernyanyi sampai menangis dan lagunya jadi menyayat hati. Setelah itu ssliman sama bapak ibu guru. Dengan drama tangis tangisan. Juga pesan agar tak saling melupakan. Setelah acara salim saliman di sertai tangisan. Adalah penutupan acara. Lalu setelah berdoa semuanya bubar. Ada yang berfoto di Photo Both. Ada yang berpelukan dan berangkulan sama teman teman dan sahdbat. Ada yang masih foto foto di panggung. Macem macem deh. Sementara, Zahira dan ibunya masih foto foto di photo both. Dan setelah itu, mereka pulang.
__ADS_1