Sahabat Selamanya

Sahabat Selamanya
bab 19


__ADS_3

Waktu pelaksanaan kegiatan pelulusan tiba. Namun ayah angkat Michaela, tak ada tanda tanda pemulihan malah sekarang semakin memburuk terlebih akhir akhir ini. Johan tak pernah merasa tenang saat di sekolah dia bahkan seminggu ini sengaja cuti sekolah demi temani ayah di rumah sakit dia sering memimpikan ayah nya seakan memberi isyarat tak lama lagi ia bisa bertahan.


Michaela dan temen-temen yang lain sudah siap untuk tampil namun kabar terburuk tiba Michaela yang baru terima pesan singkat dari Johan bahwa ayah angkat nya telah tiada dia telah meng hembus kan nafas terakhir nya pada pukul 09 :30 dia terperosok kelantai tak berdaya, mersa tak berguna bahkan ayah angkat nya meninggal dunia dia tak berada disisi ibu angkat nya dan saudara angkat itu. dia menangis sejadi jadi nya dia tak peduli dengan anak lain yang menatap Jonathan, Nita dan Sarina sekarang berusaha untuk menenang kan nya namun tak di pedulikan.


" La kamu kenapa la?? " ucap Nita


" iya kamu harus kasih tau ke kita!! " tutur Jonathan.


Michaela hanya bisa mem perlihat kan pesan itu. Betapa kayet dan syok mereka yang melihat pesan itu

__ADS_1


" aku nggak mau tampil sekarang aku harus kembali ke rumah sakit kasih ibu dia tidak akan kuat hadapi semua ini. huhuhu " ucap Michaela yang di sertai tangisan yang penuh lirih sakit pedih semua nya ia sarakan. Kini ibu Rani tiba di ruangan itu yang mendapati Michaela menangis tersedu sedu dia merasa bingung tak menyerti kanapa Michaela menangis.


" ibu ku mohon biarkan aku pergi ke rumah sakut ayah ku... dia... tak ada lagi biarkan aku pergi bu. " ujar Michaela memohon mohon sama ibu Rani untuk ke rumah sakit


" tapi gimana dengan acara nya "ujar ibu Rani


" bu! aku gak peduli dengan pendapat ibu yang penting sekarang aku sudah izin sama ibu. penting bagi ku untuk ke rumah sakit sekarang ibu angkat dan Johan sangat..." terhenti sesaat oleh isakan "lebih penting dari pada acara ini." sakasme Michaela terisak isak dia berlari keluar ruangan itu yang disusul Jonathan.


" aku... bisa...sendiri " ucap Michaela

__ADS_1


Jonathan spontan merebut kunci motor Michaela, Jonathan sangat paham dengan sikap Michaela. dia terpaksa melakukan itu agar Michaela ikut serta dengan Jonathan.


Selama di perjalanan mereka tak afa sepata kata pun yang di ucapkan oleh kedua nya yang ada hanya isak tangis Michaela yang terdengar begitu pilu dan menyajat hati Jonathan, dia harus fokus mengendarai motor tapi dia tak sanggup mendengar tangisan yang begitu menusuk hati nyadia memutus kan untuk menepi dia turun dari motor dan tak sadar dia telah memeluk Michaela dengan tujuan untuk menenangkan nya


" Micha sabae ya aku tahu kamu sedih tapi, kamu harus kuat demi ibu angkat mu kamu harus berusaha tegar agar kamu dapat mene nangkan ibu mu dan juga Johan.!" ujarnya


" tapi aku tidak sanggup, terlalu sakit, perih. aku kehilangan ayah angkat ku bagai mana sanggup untuk tegar bahkan aku terlalu lelah untuk kenyataan ini sakit Than. " ujar Michaela berkeluh kesah pada Jonathan


" iya aku tau kamu sangat sayang pada kedua orang tua angkat mu. kamu bisa menangis di depan selama yang kamu mau menyeluh tentang apa pun aku akan dengar semua nya dan aku mau jadi orang pertama yang kamu cari saat ada masalah saat kamu sedih. " ujar Jonathan dengan penuh kasih sayang sambil mengeka air mata Michaela.

__ADS_1


sesaat dia terdiam dia dia sekarang merasa bahwa ada sese orang yang peduli dengan nya dan berikan dia pelukan hangat yang ia butuhkan ada orang yang dapat di percaya.


Michaela menarik nafas panjang lalu di hembus kan kini dia merasa sesak di dadanya ber angsur angsur legah


__ADS_2