Sahabat Selamanya

Sahabat Selamanya
Datangnya Orang Tua Adit dan Lisa


__ADS_3

Setelah selesai menyiapkan bahan masakan tiba-tiba saat akan memanggil Lisa turun Adit menjumpai tamu Lisa yang ternyata adalah temannya. Dengan ramah Adit mempersilahkan tamu tersebut duduk dan segera mengambil minuman dan camilan. Tak butuh berapa lama akhirnya Lisa berteriak dari kamarnya memanggil Adit dengan nada merengek


"Adit! huhuhu Adit!" Teriak Lisa dari kamarnya yang bermaksud memanggil Adit.


"Iya sebentar," jawab Adit yang seolah selalu sigap membantu kapan saja.


Sesampainya Adit dikamar Lisa, ia melihat tidak ada hal buruk yang menimpa Lisa hanya saja ia melihat Lisa dengan rambut yang sedikit bermasalah.


"Kenapa kau memanggil?" tanya Adit sambil berjalan kearah meja rias milik Lisa.


"Ya tolong aku bantu aku selesaikan masalah rambut ini," jawab Lisa merengek seperti anak kecil.

__ADS_1


"Kenapa kau minta tolong padaku? kau kan bisa minta Ibuku untuk membantumu," Kata Adit sembari mengacak-acak rambut Lisa yang berantakan.


"Hei! bukankah kau yang selalu merapikan rambutku saat seperti ini? kau sudah biasa melakukannya!" Kata Lisa pada Adit.


"Lagian juga aku lebih suka jika kau yang merapikan rambutku, kau yang selalu melakukan apa saja demi aku, ku kira aku akan pergi ke luar negeri dan hidup disana sendiri, ternyata kau juga ikut syukurlah jika memang begitu," jawab Lisa sambil memasang wajah memelas.


"Ah! kenapa kau belagak seperti itu? aku pergi keluar negeri karna kita sudah diputuskan akan.........," kata Adit terpotong oleh deringan hpnya.


"Siapa yang menelpon? kenapa menelpon sekarang?" kata Adit sambil melihat siapa yang menelpon.


"Halo," kata ayahnya Adit yang membuat Adit kegirangan.

__ADS_1


"Halo yah, ayah, ayah kapan pulang? Adit, Mama sama Lisa udah kangen sama ayah," kata Adit bertanya dan membuat suasana sedikit sedih.


"Ayah akan pulang hari ini, kamu jemput ayah dibandara sekarang ya?" kata ayahnya Adit yang membuat Lisa dan Adit melompat-lompat kegirangan.


"A.... kenapa kau menutup telepnnya? aku baru saja ingin bicara," kata Lisa bersedih sambil merapikan rambutnya yang tak bisa ia rapikan.


"Ah sudahlah, ayo sini aku rapikan rambutmu nanti baru bisa pergi ke bandara jemput mereka," kata Adit membuat Lisa senang.


"Kau benar! ayo cepat rapikan rambutku. Segera setelah masalah rambut ini selesai kita akan pergi menemui paman," Jawab Lisa yang juga membuat gerakan tangan Adit semakin cepat agar bisa segera pergi ke bandara.


Selesai merapikan rambut, Lisa dan Adit segera turun dan meminta ijin pada Ibu Adit bahwa ia akan menjemput Ayah Adit di bandara.

__ADS_1


Setelah mendapat ijin dari ibunya, maka Adit pun langsung pergi mengendarai mobilnya dan melesat menuju bandara. Tak butuh waktu lama Lisa dan Adit akhirnya sampai dibandara, Sesampainya Lisa dan Adit disana mereka melihat jadwal penerbangan ayahnya. Lisa dan Adit dapat menemukan jadwal tersebut dengan mudah karena pesawat yang Ayah Adit naiki adalah pesawat pribadi keluarga Liou. Dijadwal yang tertera Adit mendapati bahwa ayahnya akan sampai 15 menit lagi. Sambil menunggu ayahnya Adit mengajak Lisa pergi makan karena sedari tadi Adit dan Lisa belum sarapan.


Waktu berlalu Adit dan Lisa sudah selesai sarapan mereka mendapati jam ditangan mereka sudah menunjukkan bahwa ayah Adit akan tiba 3 menit lagi. Dengan berlari sekencang-kencangnya Lisa dan Adit pergi menuju ruang tunggu.


__ADS_2