
Kadang benci dan sayang itu beda tipis, karena kemunafikan diri akan selalu menjadi yang terdepan kalau kita hendak mengakui sesuatu yang di tolak oleh mulut, namun sangat ingin di lakukan oleh hatimu..
》》》》》
"Kamu mau apa datang kesini!?!"
Aries berdiri tepat di hadapan Jupiter sambil menatap tajam pada kakaknya tersebut.
Jupiter yang mendapat tatapan tajam seperti itu hanya mampu membeku tanpa mengatakan apa-apa. Dia hanya diam sembari memandangi wajah adiknya yang begitu ia rindukan.
Begitu pula dengan Aries, jauh di lubuk terdalam hatinya ada rasa rindu yang membuncah. Aries terlalu malu mengakui dan berkata kalau ia begitu merindukan sosok yang telah puluhan tahun meninggalkannya itu. Tangannya sedari tadi sudah gatal ingin memeluk erat pria tersebut, namun rasa egonya lebih tinggi hingga tak mau melakukan hal itu lebih dulu.
Situasi yang dingin sedingin es inipun juga di rasakan oleh Sam dan Pluto. Demi mencairkan suasana Pluto dengan sengaja meraih tangan Aunty nya yang sukses membuat Aries terkejut akan kehadiran Pluto.
"Haii Onty, onty cantik deh."
"Boleh Plu panggil onty kan?" Pluto terus bertanya sambil menatap Aries dengan puppy eyesnya.
Imut sekali pikir Aries dan itu membuat Aries tersenyum kecil menanggapi pertanyaan dari Pluto.
"Hai Ar, apa kabarnya?" Kini giliran kakak iparnya yang bertanya.
Aries yang bingung hanya mampu mengerutkan keningnya karena kebingungan sedang merajai segala pikirannya saat ini, namun rasa penasarannya membuat Aries malah balik bertanya, "Kalian siapa?"
"Oh kenalkan onty aku Pluto, anaknya daddy Jupiter."
"Dan ini mommyku namanya Samantha." Pluto dengan sigap menjawab pertanyaan Aries.
__ADS_1
"Ini kita gak di suruh masuk onty? Plu capek terus pegal berdiri terus." Celoteh Plu dengan imutnya membuat hati Aries jadi menghangat dan dengan segera menyuruh mereka masuk kedalam.
"Aduh sampai lupa onty, yuk masuk Pluto kan ya tadi namanya? Dan ini mbak Sam ya?" Tanya Aries yang kini sudah tahu kalau mereka adalah anak dan istri dari kakanya Jupiter dan mendapatkan anggukan dari Sam dan Pluto.
Aries mempersilahkan mereka bertiga masuk, "Silahkan Plu, Mbak Sam, daaann ekheemm bang Jupik masuk ke dalam!" Akhirnya namanya di panggil membuat Jupiter tersenyum lebar dan mengikuti langkah Aries, anak dan istrinya buat masuk ke dalam rumah.
Memasuki rumahnya kembali, Jupiter di dera rasa rindu yang amat besar. Matanya berwisata ke seluruh ruangan yang begitu ia rindukan. Masih sama seperti saat ia tinggalkan dulu tak ada yang berubah, Aries menjaga dan merawat rumah peninggalan orang tua mereka dengan baik pikirnya.
Saat mata itu berkelana dia terpaku pada foto kedua orang tuanya yang terpampang jelas di penglihatan Jupiter. Mengingat kembali kepingan kenangan-kenangan yang tiba-tiba saja singgah di pikirannya membuat tangis Jupiter pecah. Jupiter menangis tersedu sambil mendekati foto kedua orang tuanya.
"Huuuu..huuuu bapak, ibuk Jupik pulang huuu huuu Jupik kangen huu huu." Sendu Jupiter di depan foto kedua orang tuanya. Tangisannya pilu, menunjukan betapa Jupiter sangat kehilangan atas kepergian kedua orang tuanya. Di tambah lagi kini adik satu-satunya masih enggan bertemu dengan dirinya walau hanya sekedar memandangpun Aries terasa enggan melakukannya.
Sam dan Pluto yang melihat Jupiter menangis seperti itu segera menghampirinya.
"Daddy are you okay?"
"Daddy i am here." Ujar Pluto menenangkan ayahnya itu.
Dari kejauhan nampak Aries berusaha menahan air matanya yang telah mengembun dan hampir jatuh. Dia ikut merasakan kesedihan Jupiter dan tanpa Aries sadari kakinya melangkah maju. Dengan langkah yang sedikit tergesa dia dengan segera menghampiri Jupiter dan langsung memeluk kakaknya. Jupiter kaget dengan pelukan dadakan yang Aries berikan, namun beberapa saat kemudian senyuman cerah tercetak di bibirnya itu. Dia membalas pelukan adiknya yang begitu ia nantikan selama puluhan tahun ini.
"Abaaaang huuu huu huuu." Aries tak mampu lagi menahan segalanya, biarlah kali ini egonya dia tinggalkan di pojokan sana. Karena hal inilah yang begitu dia nantikan selama ini.
"Abang, Ar rindu abang huu huuu." Aries menangis tersedu dan terisak. "Abang jahat ninggalin Ar sendirian disini! Apakah abang gak sayang Ar lagi? Ar kesepian bang, apa abang tahu itu huuuuu huuu."
Jupiter membiarkan Aries meluapkan segala rasa yang ada di hatinya.
Sam dan Pluto menyingkir dari sana, mereka memberikan ruang dan quality time untuk mereka berdua.
__ADS_1
"Abang minta maaf Ar, abang ngaku salah! Abang terlampau egois buat ninggalin kamu sendiri disini. Abang gak mikirin perasaan kamu waktu itu. Abang minta maaf Ar, abang rela bersujud di kakimu jika itu bisa membuatmu memaafkan abangmu yang jahat ini. Tapi tolong jangan benci abang, puluhan tahun abang sudah tersiksa dengan perasaan bersalah ini Ar. Abang kangen, abang rindu kamu Ar! Maafin abang Ar maafin," isak Jupiter dalam dekapan adiknya.
"Abang, Ar juga minta maaf bang. Ar terlalu kecewa dengan keputusan abang. Padahal ini semua abang lakukan demi Ar, demi masa depan Ar! Tapi Ar telalu naif, engkong sudah sering ngasi tahu alasan abang pergi, tapi Ar tetep aja nutup mata dan nutup telinga Ar bang. Ar gak benci abang, Ar cuma kecewa bang. Maafin Ar juga ya bang huuuu huuu..." Mereka berdua larut dalam dekapan rindu sembari mengutarakan isi hati mereka masing-masing.
Sam dan Pluto begitu bahagia bercampur haru melihat momen itu. Mereka berdua tahu Jupiter sering menceritakan tentang Aries kepada mereka, karena mereka tahu betapa Jupiter begitu merindukan adiknya tersebut.
Saat momen haru itu berlangsung, engkong tiba-tiba saja datang dari luar, "Nah kalau gini kan engkong tenang ninggalin kalian di dunia ini! Selama ni engkong ngerasa bakalan kagak tenang mati kalau kalian belom maaf-maafan!"
Kedua insan yang masih berpelukan itu terkejut dengan kehadiran apalagi dengan perkataan kakek mereka itu. Buru-buru mereka berdua menghampiri si engkong dan memeluknya dengan erat.
"Kalian yang akur ya, jangan lagi ada marah-marahan." Ujar engkong sambil menepuk-nepuk punggung kedua cucunya itu.
"Engkong jangan ngomong ngawur!" Bentak Jupiter tak sengaja karena mendengar celotehan kakeknya yang membuat Jupiter bergidik ngeri.
"Hahahaha lu galak bener Jupik, baru juga nyampe lu dah bentakin engkong." Ujar engkong mencairkan suasana.
"Engkong jangan ngomong gitu lagi ya, Ar sayang engkong! Jupik juga kong!" Kedua kakak beradik itu lantas memberikan pelukan kepada kakeknya tersebut.
"Lu lihat kaga Jaka, Arni kedua anak lu sudah baikan. Pada seneng kan lu disana?" Ucap engkong dalam hati sambil menahan tangis akan keharuan ini.
.
.
.
.
__ADS_1
Dengan minta maaf, orang tidak akan menjadi rendah, begitu pula sebaliknya dengan memaafkan akan membuat hati kalian menjadi mulia. Walau kadang ada beberapa hal yang tak bisa di tuntaskan hanya dengan meminta maaf..
Yuk jarinya kondisikan buat like dan komen biar nambah semangaatt upnya. Yang sudah dukung aku ucapkan terimakasih. Love you gaess 😍😍😘