
Pagi ini sangat cerah di rasakan oleh Aries dan Yazhil, mengapa tidak semalam mereka habis memadu kasih dan penuh dengan gairah. Hingga pagi ini senyuman manis semanis senyum othor mereka pancarkan membuat seisi rumah bertanya tanya, ada apa gerangan dengan mereka berdua.
"Kalian kenapa pada girang bener?" Papi Yazhil bertanya sambil mengerutkan kedua alisnya.
"Ah itu pi, ga apa apa kok cuma lagi happy aja bentar lagi mau kumpul sama Nia sama Mike. Kan dah lama kita ga ngumpul pi." Yazhil berusaha mengalihkan pembicaraan.
"Ooh gitu, ya sudah lu jangan jauh jauh mainnya." Pesan papi kepada anak menantunya.
"Iya pi, cuma sebentar aja kok." Kini Aries yang menyahuti si papi.
A Few Moments later...
Aries dan Yazhil memang telah membuat janji ketemu kangen kepada sahabat mereka Nia. Mereka kini telah terpisah jarak, di mana Nia mesti ikut bersama Mike tinggal di kota.
Dan disinilah mereka sekarang, di sebuah cafe di kota yang khusus di serve oleh Mike demi quality time istri beserta teman temannya, sekaligus mengalihkan keresahan istrinya yang masih uring uringan setiap mengingat omongan tetangga.
Mike dan Nia telah duluan sampai di cafe itu, setelah beberapa saat Yazhil dan Aries juga tiba.
"Nyaaaahhhhh...." Aries berteriak kencang memanggil sahabatnya itu.
"Astaga yank, jangan di biasain teriak teriak! Malu tuh di lihatin orang orang."
Yazhil menutup mulut Aries secara reflek, sedangkan Aries yang kesal mulutnya di tutup dengan kerasnya menginjak kaki suaminya hingga mengaduh.
"Ampuun yank, aduh kaki gue." Yazhil kelimpungan sambil menahan sakit.
"Apaan sih mas, lihat nih belepotan kan lipstick ku." Ujar Aries sembari bercermin yang ia ambil dari dalam tasnya.
__ADS_1
Mike dan Nia yang memperhatikan mereka dari seberang sana terkikik mendengar keributan dua sejoli itu.
Tak berselang lama, Aries dan Yazhil ikut bergabung dengan Mike dan Nia.
"Sial deh, kaki gue keinjek sapi betina yang lagi ngamuk!" Kata Yazhil yang masih menahan nyeri di kakinya.
"Siapa suruh ish tutup mulut aku." Aries tak mau kalah.
"Woee woee udah udah diem lu pada berdua, tempat umum ini. Malu gue ngajak lu berdua ish!" Nia menengahi perkelahian suami istri itu.
"Ni kita jadi makan siang apa mau ribut?"
"Ya makan lah nyah, laper gue."
Aries menjawab dengan girang, kalau sudah menyangkut makanan dia mah lupa kalau sedang marah. Soalnya dia resek kalau lagi laper hehehehe.
Nia yang telah hafal tabiat temannya hanya mampu menggeleng gelengkan kepalanya.
Kini mereka telah siap makan dengan segala makanan yang telah di pesan. Saat sedang asik bercengkrama sambil menyantap hidangan mereka di kejutkan dengan sapaan seorang wanita yang tak lain dan tak bukan adalah si Nilla.
"Mas Yazhil, apa kabar?" Begitu celetuknya.
Spontan saja Yazhil dan semua orang di meja itu menoleh kearah asal suara.
"Kebetulan ya kita ketemu disini, mungkin ini yang namanya jodoh," Nilla dengan tak tahu malunya malah berkata seperti itu sambil menampilkan senyum termanisnya ke arah Yazhil.
"Mas, kenapa ni uler keket senyam senyum ga jelas gini?" Aries yang telah mengetahui perihal Nilla dari jaman mereka bersahabat jadi tak ambil pusing dengan kejadian ini.
__ADS_1
"Kaga tahu yank, stress kali." Jawab Yazhil cepat.
"Eh mbak Nilla, ngapain disini?" Nia bertanya penuh selidik merasa tak suka dengan kehadiran Nilla.
"Mau ngapain aja kan urusan gue, kenapa loe yang sewot!"
"Wah, loe minta di geprek ya!" Ancam Nia.
"Sini aja gue kagak takut sama bocah kayak loe!" Tantang Nilla.
Mike, Yazhil dan Aries buru buru melerai agar tidak terjadi keributan di cafe ini, malu kalau di lihat orang orang.
"Stop oe, ini tempat umum bang*sat!" Umpat Aries kesal.
"Woe mbak Nilla, silahkan angkat kaki saya gak suka mbak Nilla deket deket suami saya!" Titah Aries tegas.
"Loe berani ya ngusir gue?"
"Berani lah loe kan bukan siapa siapa!"
Kedua kubu memancarkan aura permusuhan. Apakah yang akan terjadi??? Saksikan minggu depan 😆😆
.
.
Gass dong like dan komennya yak biar semangaat ini 💪💪💪
__ADS_1