
Terkadang, apa yang kita harapkan tak sesuai dengan realitanya..
Mike merasa dilema saat ini, dia bingung apa yang harus di lakukan. Walaupun dia dan Nia awalnya tak ada cinta, namun kini rasa sayang itu seiring dengan waktu telah timbul dengan sendirinya.
Tapi di satu sisi, dia tak menampik masih ada sedikit iya hanya sedikit rasa dengan mantannya yang bernama Suzy Andriani. Seorang wanita yang pernah memberinya rasa cinta dan rasa duka sekaligus. Seorang gadis manja yang dulu Mike sangat cintai. Tapi itu dulu, sekarang Nia lah yang mentahtai hatinya Mike.
Saat ini Mike dan Suzy berada di kedai dekat Timezone yang tadi mereka kunjungi. Keduanya masih bungkam, dengan pikiran mereka masing-masing.
Suzy begitu penasaran apa saja yang telah terjadi setelah Kepergiannya dari hidupnya Mike, hingga akhirnya dia yang memulai percakapan.
"Bang, apa abang telah lupa dengan apa yang sudah pernah kita alami dan lalui berdua?" Tanya Suzy sambil menatap mata Mike.
"Haaahh hmmm,, begini Suzy kita sudah berpisah setahun lalu. Jadi abang berhak untuk memulai hidup baru kan dengan siapapun??" Jelas Mike yang balik menatap mata gadis yang dulu begitu ia cintai.
__ADS_1
"Bang, apa kita gak bisa lagi seperti dulu? Aku menyesal telah pergi meninggalkan abang waktu itu, aku sungguh egois. Selama setahun ini aku diliputi rasa bersalah dan rasa menyesal yang mendalam bang." Suzy mulai terisak tak dapat menahan tangisnya.
"Suz, kadang apa yang kita inginkan memang tak semua mesti di dapati. Mencoba ikhlas itu emang sulit, tapi lambat laun perasaan kita satu sama lain akan menguap dengan sendirinya." Mike berusaha memberi pengertian kepada Suzy bahwasannya cinta memang tak mesti harus memiliki.
"Tapi aku masih cinta bang, masih sayang dan rasa itu tetap sama seperti tahun lalu." Suzy masih mencoba melobi perasaannya si Mike.
"Abang minta maaf Suz, karena Nia istri abang yang sekarang adalah wanita satu satunya yang kini memiliki hati abang." Mike dengan tegas menolak Suzy.
Sebelum keadaan bertambah kacau, Mike buru-buru pergi dari sana dan segera menysul istri dan dua temannya. Namun tak lupa Mike berpamitan dengan Suzy, gak sopan juga kan main pergi aja!
Tinggalah Suzy dengan segala kesedihannya. (Othor cuma bisa bilang sokoorin, makanya pas ada yang udah sayang jangan di sia-siakan, tahu gak sakitnya tuh sampai ke ubun-ubun waktu di tinggal pas lagi sayang-sayangnya eheekk)
Sementara itu di taman kota, tiga sahabat tergokil versi kampung SukaManis sedang duduk melingkar di atas rumput berlesehan. Aries dan Yazhil sedang menemani sahabat mereka si Nia yang sedang galau.
__ADS_1
"Nyah, elu gak apa-apa kan??" Tanya Aries khawatir.
"Lu kalau mau nangis, nangis aja Nyah!" Seru Yazhil.
"Jahat banget sih bang Mike sama gue, masak kaga di akuin gue jadi bininya huhuhuhuhu," Nia menangis tersedu.
"Lu tunggu dulu penjelasan dari lakik lu Nyah, jangan sekali-kali beramsumsi sendiri nanti yang ada kepercayaan lu ke dia jadi berkurang. Suami istri harus lah membangun kepercayaan yang kokoh, saling menghargai dan saling melengkapi. Jangan mengambil kesimpulan dengan cara sepihak nanti hubungan kalian merenggang." Nasihat Aries pada Nia.
"Pokoknya gue masih kesel!" Rajuk Nia.
"Udah udah Nyah, sabar ya kalau sampai si Mike kagak nongol tar gue yang ngasi dia pelajaran!" Ujar Yazhil sambil memenangkan sahabatnya.
Sementara itu...
__ADS_1
Mike tergopoh, ngos-ngosan karena berlari mencari keberadaan istrinya. Sudah hampir 20 menit dia keliling mencari namun nihil. Di tengah keputusasaan nya pikirannya tiba-tiba malah berpikir ke arah lain,
"Alamakkkk,,, roman-romannya gue bakal tidur di luar dan gak dapet jatah ini. Apeessss dahhh,, langiittttt lempooohhh aku!!!!"