
Setelah Nia menutup telponnya, Yazhil malah ngomel-ngomel.
"Sial*an siang-siang ngadon bayi!"
Aries yang melihat suaminya berdecak pinggang keheranan.
"Kenapa mas? Kok marah? Apa kata si Nia?" tanya Aries beruntun.
"Kamu tau pas aku telpon dia malah lagi asik buat bayi, msna ngegas pula tu orangnya." kesal Yazhil kalau mengingat momen tadi.
"Pffff, buahahaha." Aries terpingkal mendengar penuturan suaminya.
"Kamu kayak ga tahu gimana si Nia mas, ya jelaslah dia marah. Orang lagi anu kamu malah nelponin." ucap Aries.
"Iya sih ya, aiisshh! Trus kita ngapain ini yank? Gabut tahu. Apa kita ngadon bayi juga nih?!" ujar Yazhil nakal sembari menaik turunkan alisnya.
"Kagaaaaakkk ada ya! Semalam dah ampe pagi. Capek!" keluh Aries yang masih merasa capek karena kegiatan semalam.
"Dih gitu amat yank am lakik sendiri! Dosa tahu nolak." kata-kata keramat yang paling Aries takutkan akhirnya keluar juga.
"Tapi, bukan mau nolak aku capek mas!" tawar Aries.
"Terus ngapaen kita nih?" tanya Yazhil.
Entah ide darimana, tiba-tiba saja melintas di pikiran Yazhil untuk mengganggu Nia ke rumahnya.
"Yank, let's go!" ajak Yazhil.
__ADS_1
"Loh, kemana mas?" Aries malah balik bertanya.
"Udah ikut aja ayok!" Yazhil menarik tangan Aries dan menuju mobil mereka.
Aries cuma bisa menurut, kalau di tolak nanti yang ada ngambek. Padahal dia mau istirahat memulihkan tenaga karena terkuras tadi malam.
Setengah perjalanan, Aries sadar kalau mereka akan ke rumahnya Nia dan Mike.
"Ish, mas Yazhil mau ngerusuh pasti ni." monolog Aries dalam hati.
***"""**"
Setelah 20 menit berkendara, Aries dan Yazhil telah sampai ke kediamannya Nia dan Mike.
"Mas, ngapain kita kesini? Tar di amuk Nia loh!" ujar Aries menahan Yazhil.
Akhirnya Aries mau tak mau ikut turun.
Sesampainya di depan rumah Yazhil menekan bel rumah itu dengan asal dan berulang, hingga membuat si empunya rumah kesal di dalam sana.
"Siapa sih mainin bel rumah?" tanya Mike heran.
"Kaga tahu bang, ganggu aja tu orang!" Nia menimpali.
"Buka gih bang, Nia males pake baju." Nia dan Mike ternyata melanjutkan kegiatan mereka yang tertunda karena Yazhil.
Mike memakai boxer miliknya lantas berjalan kedepan membukakan pintu.
__ADS_1
Saat pintu di buka Mike kaget melihat siapa yang datang.
"Loh kalian ternyata kiraen orang gila darimana yang mainin bel kek bocah!" sindir Mike pada Yazhil.
"Ya elah, loe kaga merasa senang nih gue kesini Mike?" Yazhil berpura-pura marah pada Mike.
"Eehh kaga gitu Yazh, sini masuk!" Mike entah kenapa malah takut sama Yazhil.
Sedangkan di dalam kamar, Nia heran kenapa suaminya lama sekali. Dia pikir yang datang pasti tamu penting.
Bergegas dia memakai piyama, dan berjalan keluar kamar untuk melihat siapa yang datang.
Sesampainya di ruang tengah miliknya, Nia mengumpat kesal karena kehadiran dua kutu kupret.
"Bang*sat gue kira tamu penting darimane datang!"
Ketiga orang yang tengah duduk kaget mendengar umpatan Nia yang datang tiba-tiba.
"Sia*lan lu Nyah, bikin kaget aja!" kini Aries yang balik mengumpat.
"Kaga Ridho lu kita dateng kesini?" tanya Yazhil dengan memicingkan matanya.
"Ya kagak lah, nasi gue dah pasti habis karena kalian." jujur Nia yang membuat kedua sahabatnya tertawa.
"Emang dasar teman durajanah lu Nyah!" teriak Yazhil dan Aries bersamaan.
Begini ya enaknya punya sahabat yang sudah tahu baik dan bobroknya kita. Jadi mau di omongin kayak apa ga bakalan tersinggung.
__ADS_1