
"Lu lihat kaga Jaka, Arni kedua anak lu sudah baikan. Pada seneng kan lu disana?" Ucap engkong dalam hati sambil menahan tangis akan keharuan ini.
Sore itu Aries dan Jupiter melepas beban mereka masing-masing. Semuanya bahagia melihat bersatunya kembali kakak dan adik yang telah lama tak bertemu. Engkong begitu bahagia melihat kedua cucunya kini telah saling memaafkan.
Flasback Off...
.
.
"Yank, oee yank kok malah bengong sih?" Yazhil bertanya heran.
"Eh iya mas, maaf aku tadi mengingat kejadian kemarin mas pas ketemu bang Jupik."
Aries berkata sembari menggaruk garuk kepalanya.
"Aku mau tanya yank, gimana perasaanmu saat ini setelah ketemu bang Jupik?"
Aries menimbang nimbang apakah ia harus menceritakan semua isi hatinya saat ini atau tidak.
Yazhil yang melihat Aries kembali melamun, menghela nafasnya kasar.
"Jangan bilang kalau kalian belum baikan? Aku harap kamu dan bang Jupik bisa saling memaafkan satu sama lain. Walau bagaimanapun dia tetap kakak kandung kamu yank." Yazhil berusaha memberikan nasehat pada Aries, agar calon istrinya itu tidak membenci kakaknya.
"Apaan sih mas, bukan gitu hanya saja aku masih belum bisa percaya kalau aku dan bang Jupik bisa berbaikan dan menerima maaf masing masing dari kami."
__ADS_1
"Kemarin kita sudah berbaikan kok mas, aku bahagia sekali akhirnya gak ada kekecewaan lagi dalam hatiku." Ucap Aries dengan mata berkaca kaca.
"Senang yank aku dengernya kalau kalian sama sama bisa melupakan kejadian di masa lalu. Masa lalu biarlah berlalu, mari menatap masa depan denganku hehehehe." Canda Yazhil supaya susasana gak tegang kayak tegangan listrik.
Aries tertawa dengan candaan Yazhil.
"Iya mas, makasih ya atas supportnya." Aries merasa bersyukur atas apa yang dia miliki saat ini, seorang laki laki yang tidak pernah ada dalam bayangannya akan menjadi suaminya ini. Mungkin ini kali ya yang namanya takdir? Entahlah dia pun tak ambil pusing.
.
.
Di kediaman Nia dan Mike.
"Kasih apa aja beb, abang manut sama kamu aja. Entar abang yang bayar." Ucap Mike sembari berjalan mendekat ke arah istrinya itu.
Mike yang sehabis mandi menguarkan wangi yang begitu Nia sukai. Dengan cepat Nia menaruh handphonenya sejurus kemudian mulai mengendus endus tubuh Mike.
"Bang wangi banget sih? Entar Nia hilaf loh bang."
"Apaan sih beb, aduh geli ini jangan di ndusel ndusel gini beb nanti si otong bangun dari peraduannya." Mike cekikikan menahan geli karena ulah Nia yang meraba raba terus menciumi badan Mike yang sangat wangi itu.
"Astagga beb, udah loh sumpah ini si otong udah setengah sadar jangan sampai dia sadar sepenuhnya loh beb." Kembali Mike menahan nahan wajah Nia yang masih betah menciumi dadanya.
"Apaan bang, sama suami juga ish pelit banget sih sama istri sendiri." Nia menjauhkan badannya dan ingin berdiri namun sebelum sampai berdiri Mike sudah terlebih dahulu menarik tangannya dan menjatuhkan tubuh Nia ke atas kasur.
__ADS_1
"Aaghh abang." Terika Nia kaget tubuhnya di hempaskan oleh Mike.
Dengan cepat Mike mengukung Nia di bawah tubuhnya.
Nafas Mike memburu dan matanya kini terlihat telah di liputi oleh naf*su.
Nia menyadari kalau Mike sudah berhasr*at.
"Abang, abang kan habis mandi, nanti mandi lagi loh." Tawar Nia tapi tak di pedulikan oleh Mike, karena Mike sudah mulai menjamah tubuh Nia. Bahkan kini bibirnya menggapai bibir Nia dan mengec*apnya dengan nikmat hingga memberikan sentuhan sentuhan yang membuat Nia ikut larut dalam kabut gai*rah.
"Eemmhh bang," Nia sudah di buat merem melek oleh Mike.
Dengan cepat Mike membuka seluruh penghalang yang ada di tubuh Nia begitu pula dengan miliknya. Kini tubuh mereka telah polos tanpa satupun yang menutupi.
"Ini nih gara gara kamu beb, jadi si otong minta tanggung jawab." Ujar Mike sambil membelai tubuh Nia dari atas sampai ke lembah berbulu hitam milik Nia dan memulai pergumulan memasuki surga dunia.
"Ya ampuuunnn gue malah bangunin macan tidur, siap siap kagak bisa jalan gue." Jerit Nia dalam hati.
.
.
.
Tinggalkan jejaknya gaess.. Like or komen yak 😘😘😘
__ADS_1