
"Ris...kalau kamu jadi aku,apa yang akan kamu perbuat sekarang ini. Ketika melihat suami dan sahabatmu berselingkuh???" Tanya milan dengan frustasi.
"Sabar mil....semua masalah pasti ada jalan keluarnya. Aku yakin kamu adalah wanita yang tangguh dan bijaksana dalam mengambil keputusan. Aku berharap kamu tidak melakukan hal yang bodoh sehingga merugikan diri kamu sendiri " kata Aris.
"Aku enggak tau lagi ris harus berbuat apa?? lebih baik aku mati saja " jawab Milan yang sudah sangat frustasi.
Aris pun segera memeluk Milan dan mengusap punggungnya dengan lembut. Berusaha menenangkan Milan wanita yang secara diam-diam sangat ia cintai.
"Jangan lakukan hal yang bodoh mil,ada Riko yang butuh kamu. Masa depan riko jauh lebih berharga dari apapun" jawab Aris
Milan pun merasa sedikit tenang ketika mendengar Aris menyebut nama anaknya itu.
"Benar ris apa yang kamu bilang... Aku enggak mau terpuruk hanya karena dua manusia berengsek itu ". jawab milan
Dan hari pun sudah semakin sore akhirnya Aris mengantarkan Milan sampai ke rumahmya.
"Aku yakin sama kamu mil.... Kamu pasti bisa mengambil keputusan. Ingat anak kamu riko " kata aris sebelum Milan keluar dari mobil.
"Tenang saja ris... terimakasih kamu sudah mau menjadi sahabatku. Aku tidak akan pernah melupakan bantuanmu ini " jawab Milan.
__ADS_1
Setelah Milan sampai ke dalam rumah ternyata Azam belum pulang. Hari ini Milan akan bersikap seperti biasanya berpura pura tidak ada kejadian apapun yang terjadi hari ini.
Setengah jam kemudian ternyata Azam pulang kerumah.
"Tumben dua hari enggak ngelembur mas??" tanya Milan dengan tenang.
"Iya dikantor lagi gak ada proyek besar jadi bisa santai sedikit. Tadi aku jemput di kantor kamu tapi kata satpam kamu udah pulang dari tadi siang. Kamu sakit ????" tanya Azam.
"Tumben sih mas mau jemput aku lagi. Bukannya mas udah hampir satu bulanan ini enggak pernah mau lagi ngantar jemput aku ??"kata Milan.
"Azam pun merasa heran kenapa hari ini Milan terlihat berbeda dari biasanya".
"Mas...kamu inget yuni gak??sahabku dari kampung yang pernah main kerumah kita tiga bulan lalu ??" tanya Milan
"Iya...kenapa dengan yuni " jawab Azam
"Tadi waktu aku surve ketja di lapangan aku melihat yuni mas. Ternyata dia ada di kota ini,penampilannya juga sudah berubah. Dia tidak seperti wanita kampung dan udik lagi. Sekarang sudah kayak ibu Sosialita " kata Milan
"oh iya.." kata Azam dengan gugup
__ADS_1
"Iya mas...aku juga heran kenapa yuni bisa berubah secepat itu. Seingatku dulu ia ingin main kesini lagi dan aku di suruh mencarikan kerjaan. Sekarang dia sudah ada di kota ini kenapa tidak lagi mau menghubungiku ". Kata Milan
"Apa jangan-jangan Yuni peliharaan om" genit ya mas. Kan banyak tuh sekarang wanita yang mendadak kaya gara-gara jadi simpanan om". Kata Milan.
Azam hanya diam tidak menjawabnya.
"Mas... kamu mengaku sendiri atau aku paksa mengaku ??" kata milan lagi.
"Apa maksud kamu sayang??" jawab azam.
Milan tertawa terbahak bahak entah apa yang sedang di pikirkannya sekarang ini.
"Milan mengambil amplop coklat dari tasnya dan melemparkan ke wajah Azam".
"Apa ini???" tanya Azam
" Bukalah mas...kamu nanti tau sendiri" jawab Milan ketus.
Azam pun membuka amplop coklat itu dan melihat foto-foto didalam amplop itu. Ia pun kaget saat melihat gambar yang ada di foto tersebut adalah fotonya dengan Yuni yang sedang berciuman,jalan berdua,dan masuk ke sebuah rumah kontrakan kecil tapi terlihat mewah itu.
__ADS_1
#######
Next