Sahabatku Merebut Suamiku

Sahabatku Merebut Suamiku
21


__ADS_3

Akhirnya Milan pindah ke aprtmen yang bersebelahan dengan Aris. Hari ini Milan sangat sibuk sekali karena ia mulai menata tempat barunya. Dan ia meminta ijin untuk tidak masuk ke kantor selama 1 hari.


"Mil... ini pasti anak kamu Riko itu yah. Wah ganteng banget sih mirip Om Aris" kata Aris yang mencoba berkenalan dengan Riko.


"iya om" jawab Riko. Dan riko mencium punggung tangan Aris lalu masuk ke dalam kamar.


"Ris...kamu gak masuk kantor juga??" tanya Milan.


"Enggak ah.. aku males masuk ke kantor gak ada kamu. Aku minta ijin juga buat bolos sehari. Mau bantu'in kamu beres2" jawab Aris sambil menyeret koper masuk kedalam.


"Kamu ini ada-ada aja sih... emang nanti kalau aku keluar kamu mau ikut keluar juga " tanya Milan.


"Emang kamu mau keluar ??" tanya Aris terkejut.


"Kayaknya iya deh,aku pengen mulai hidup baru dan memulai lagi semua dari awal. Aku ingin mencari pekerjaan yang sesuai dengan apa yang aku inginkan dari dulu " jawab Aris.


"Emang kamu pengen kerja apa??" tanya Aris


"Aku sebenarnya tertarik drngan dunia modeling,tapi karena Azam gak ngijinin aku jadi terpaksa aku ngelamar kerja di kantor. Sebenarnya aku pengen sekali jadi Model " kata Milan berterus terang.


"Terus kamu bakal ninggalin aku sendiri nih di kantor. Sepi dong kalau gak ada kamu " kata Aris.


"Gak usah lebay deh... kan banyak karyawan lain. Yang cantik-cantik dan masih singel. Kamu kehilangan emak2 kayak aku juga gak akan masalah " kata Milan dengan menahan tawa.

__ADS_1


"Aku gak ngijinin kamu keluar " . Aris


"Emang kamu yang punya perusahaan " tanya Milan


"Kalau aku bilang iya,kamu bakal percaya gak ??" tanya Aris


"gak sama sekali. hahahahaha " jawab Milan.


" Kalau memang perusahaan itu punyaku emang kenapa ??" tanya Aris lagi


"Aku bakal nikah sama kamu,biar aku gak usah capek-capek kerja lagi. Jadi aku tinggal minta uang buat shoping jalan2 keliling dunia. hahahahahahaha " Milan tertawa seakan tiada beban di hatinya.


Sebenarnya perkataan Milan tidak serius,Milan hanya menggoda Aris saja. Mana mungkin Aris pemilik perusahaan tempat ia bekerja batin Milan.


"Kamu tau gak nama panjangku ??" tanya Aris.


"Aris Pratama " kata Milan


"Terus perusahaan kita Pratama grup kan. Itu adalah perusahaan milik keluargaku " jawab Aris.


"Kamu gak lagi bercanda kan. Gak lucu banget tau gak sih " kata Milan.


Milan masih tidak percaya apa yang di katakan oleh Aris. Kalau pun benar berarti Aris sama ini berbohong kepada Milan.

__ADS_1


"Serius mil " kata Aris meyakinkan Milan. Sebenarnya Aris tidak mau mengungkapkan jati dirinya untuk sekarang. Tapi mendengar perkataan Milan yang ingin keluar dari kantor membuat Aris terpaksa mengungkap jati dirinya.


"Apa buktinya ???" kata Milan masih meremehkan Aris


Aris pun menelfon sesesorang,dan selang 5 menit ada orang yang mengetuk pintu.


" Permisi tuan Pratama,apa yang bisa saya bantu " kata Sekertaris Aris.


Milan pun merasa heran karena yang memanggil Aris dengan kata Tuan adalah Direktur dimana tempat ia bekerja.


"Pak sam... kenapa bapak bisa ada di sini ?? Lalu kenapa bapak memanggil si kunyuk ini dengan sebutan Tuan ???" tanya Milan yang masih tidak percaya.


"Maaf nona... ini adalah Tuan Aris pratama. Pemilik Pratama Grup " kata Sam.


"Hahahahahaha kalian ngeprank aku ya " Milan masih tidak percaya.


"Milan... ini benar. Dan di kantor hanya sam,papah,dan kamu yang tau " kata Aris.


"Jadi selama ini kamu berbohong padaku " kata Mila


"Tidak,bukan maksudku untuk berbohong. Aku hanya ingin mencari teman yang tidak tau dengan latar belakangku. Aku ingin hidup normal tanpa ada satu pun orang yang segan kepadaku,dan sebelum aku nanti di angkat menjadi CEO aku bisa tau bagaimana karakter2 karyawanku. dan Aku berpura pura menjadi karyawan biasa sekarang ini" kata Aris.


########

__ADS_1


stay dirumahh


__ADS_2