Sahabatku Merebut Suamiku

Sahabatku Merebut Suamiku
35


__ADS_3

Aris berencana malam minggu nanti akan mengajak Milan dan papahnya untuk makan malam bersama. Sekaligus Aris akan meresmikan pertunangannya di depan papahnya.


"Sayang...besok malam kita akan makan malam sama papah " kata Aris sambil memainkan rambut belakang Milan.


"Iya.. tapi papahmu sudah tau kan kalau aku janda beranak satu " tanya Milan.


"Sudah aku bilang papah tau semuanya tentangmu.. bahkan soal suamimu yang berhianat padamu. Kamu tidak usah memikirkan hal itu " jawab Aris.


"Baiklah.. Aku percaya padamu" kata Milan lalu memeluk Aris.


**********


Malam minggu pun tiba.. Aris dan Milan segera pergi ke restauran yang sudah dipesan. Dan disana sudah ada Farid Pratama dan sekertarisnya yang sudah menunggu.


"Papah.." kata Aris mencium tangan ayahnya.


"Pah... ini Milan. Pacar aris yang sebentar lagi akan menjadi istri Aris " kata Aris menjelaskan kepada papahnya. Karena saat pesta kemarin mereka tidak sempat untuk mengobrol bersama.


"Kamu cantik sekali nak... Apakah kamu tidak mengajak anakmu " tanya Farid


" Tidak om... dia sudah tidur waktu kita mau berangkat " jawab Milan dengan sopan.

__ADS_1


"Jangan panggil aku om. Panggil papah saja sama seperti Aris " kata Farid.


Walaupun Farid orang kaya raya,ia tidak pernah melihat seseorang dari statusnya. Asal orang tersebut baik dan tidak menjerumuskan anaknya ke arah yang tidak baik. Ia akan merestui Aris dengan siapa saja,asal anaknya bahagia.


"Kapan kalian berencana menikah ?? kalian harus secepatnya memberikan aku cucu. Umurku sudah tidak muda lagi. Bahkan teman2ku yang lain ada yang sudah mempunyai cucu sepuluh" kata Farid.


"Secepatnya pah... papah tidak usah khawatir. Aku pasti langsung memberikan papah cucu dua belas " kata Aris cengengesan.


"uhuk uhuk uhuk " Milan yang sedang meminum air menjadi tersedak karena mendengar perkataan Aris.


"Sayang... pelan-pelan minumya " kata Aris sambil menyodorkan tisu.


Lalu mereka tertawa bersama dan melanjutkan makan malamnya.


"Terimakasih ya Allah... Engkau telah memberikan aku pasangan yang baik dan Mertua yang baik mau menerima alu apa adanya" batin Milan dlam hati.


" Kalian harus secepatnya melaksanakan pernikahan. Karena menunda nunda itu tidak baik " kata Farid


"Kalau aku selalu siap pah... Tinggal nunggu keputusan Milan " jawab Aris. Ia juga penasaran drngan jawaban yang di berikan Milan.


"Aku masih terikat kontrak kerja sebulan lagi pah... Jadi dalam bulan ini aku tidak bisa menikah dulu. Bagaimana kalau bulan depan " kata Milan.

__ADS_1


Karena Milan masih terikat kontrak kerja dan isi dari kontrak kerja tersebut tidak membolehkan untuk menikah karena jadwal pemotretan yang sangat padat.


"Aku bisa membatalkan kontrak kerjamu... Kita bisa menikah minggu depan " kata Aris. (Apa sih yang tidak bisa dilakukan pewaris Perusahaan terbesar itu ).


"Tapi sayang... Aku harus bertanggung jawab dengan pekerjaanku. Aku tidak bisa pergi begitu saja. Kamu harus sabar untuk sebulan lagi " kata Milan merayu Aris.


"Benar kata Milan. Ia harus bertanggung jawab dengan pekerjaannya. Sebulan itu waktu yang singkat. Kamu harus bersabar " kata Farid membela Milan.


"Baiklah... aku mengalah. Kalian berdua sungguh membuat aku kesal malam ini. Tidak ada yang mendukungku " kata Aris berpura pura cemberut.


Lalu Milan dan Farid malah tertawa terbahak bahak mendengar ucapan Aris. Bukannya kasihan malah mereka menganggap Aris begitu lucu.


"huuuuhhhh.... teruslah tertawa. Aku tidak peduli " kata Aris yang sekarang benar2 marah.


"Sayang... tapi kan kita bisa mempersiapkan pernikahan kita dari sekarang. Tapi akad dan resepsi sebulan lagi " kata Milan membujuk Aris.


"Kamu tidak usah mempersiapkan. Biar aku saja.. Aku yang akan memilih semua dekorasi,ketring makanan,sampai gaun yang akan kamu kenakan nanti" kata Aris .


"Ya baiklah... Apapun pilihan kamu pasti yang terbaik " kata Milan. Lalu Aris kembali ceria dan tersenyum lagi mendengar ucapan Milan.


"Tidak salah Aris memilih calon istri. Milan begitu dewasa dalam menghadapi sifat Aris yang terlalu manja. Ia juga kelihatan sabar. Pasti Aris akan bahagia kalau menikah dengan Milan " guman Farid.

__ADS_1


__ADS_2