Sahabatku Merebut Suamiku

Sahabatku Merebut Suamiku
42


__ADS_3

"Hahahahahaha aku berbicara fakta. Kamu memang wanita murahan yang gak tau malu. Oh iya... apa Azam sudah menikahimu sekarang??" kata Milan dengan melipat kedua tangannya.


Yuni pun enggan menjawab perkataan dari Milan. Karena kenyataannya Azam justru menjauhi Yuni.


"Kenapa kamu diam saja... kamu gak bisa jawab. Aku bisa menebak,pasti Azam menjauhimu dan mencari wanita lain. Hahahahaha... kamu sudah dibuang ya sama Azam " kata Milan dengan tersenyum puas lalu pergi meninggalkan Yuni yang masih diam mematung dengan raut wajah yang memerah seperti menahan amarahnya.


"Brengsekk kamu Mil... Aku pastikan pernikahanmu yang kedua ini tidak akan pernah bahagia " kata Yuni meneriaki Milan


Tapi Milan enggan menyautnya,dan memilih berjalan keluar meninggalakn mall.


Milan sudah tidak berminat untuk berbelanja lagi. Moodnya hilang ketika melihat Yuni.


"Pak.. kita langsung pulang saja. Aku sudah malas gara2 perempuan tadi " kata Milan.


"Baik nyonya " kata supir.


Yuni masih asik berbelanja di mall Xxx tersebut. Ia akan menghabiskan uang untuk membeli barang2 mewah yang ia inginkan.


"Aku tidak peduli dengan perkataanmu mil. Aku akan mendekati Aris. Aku akan merebut lagi apapaun yang kamu punya " kata Yuni dengan senyum liciknya.


Milan pun sampai dirumah dengan suasana hati yang buruk. Milan juga tidak tahu kenapa belakangan ini ia merasa sangat sensitif.


Lalu ia menelfon suaminya..


Tuttt....tuttt..tutttt...


"Haloo sayang.... Gimana tadi belanjannya " kata Aris.

__ADS_1


" Aku cuma beli buah aja mas.. tadi ketemu nenek lampir. Jadi aku gak mood lagi buat belanja " kata Milan.


"Dimana.. terus apa yang perempuan itu lakukan denganmu. Aku tidak akan memaafkan perempuan itu kalau sampai menyentuh istri kesayanganku ini " kata Aris


"Kamu berlebihan banget sih mas... Mana berani ia melukaiku. Aku justru yang sudah mengata-ngatainya. Pasti kali ini ia tambah marah dan benci padaku " kata Milan.


"Syukurlah... Kamu kalau ketemu perempuan itu lagi tidak usah kamu ladenin. " kata Aris


"Iya sayang... Kapan kamu pulang aku udah kangen " kata Milan.


Aris pun heran dengan tingkah aneh Milan hari ini. Tadi pagi merengek minta di antar belanja. Sekarang sudah bilang kangen. Padahal biasanya ia sangat cuek.


"Kamu kenapa sih ynx.. Aneh banget. Biasanya juga gak pernah kangen. Nanti kalau aku pulang kan bisa ketemu lagi " kata Aris.


" Tapi aku kangen kamunya sekarang mas.. Apa kamu gak bisa pulang cepat " kata milan.


"Ya sudah lah... kamu memang gak sayang sama aku mas. Awas kalau kamu melirik wanita lain di kantormu ya." kata Milan lalu mematikan telfonya.


Milan juga heran ada apa dengan dirinya ini. Ia gampang sekali marah,gampang sedih.


Aris juga khawatir saat di kantor. Tumben Istrinya itu kangen dan marah seperti ini. Tapi ia tidak bisa pulang karena ada klien yang sudah menunggunya.


Hari ini Milan merasa bosan dan enggan keluar kamar. Akhirnya Milan ketiduran sampai sore. Bahkan saat suaminya pulang dari kantor Milan tidak mendengarnya.


"Sayang... Bangun dong. Aku sudah pulang "kata Aris.


"Masih inget pulang " kata Milan.

__ADS_1


"Kamu ini kenapa sing yang... Kan aku setiap hari pulangnya sama jam segini juga " kata Aris.


"Yaa... baiklah " kata Milan mengalah.


"Kata bibi tadi kamu ketiduran dari tadi siang dan belum makan. Pasti kamu lapar..ayo kita turun makan. Tadi Riko sama papah sudah makan malam " kata Aris.


"Gak mau ah.. Aku pengennya makan martabak telur yang di pinggir jalan mas " kata Milan.


"Tumben sih kamu minta makanan. Biasanya kamu bikin sendiri kan sayang. Gak pernah mau jajan di luar. Apalagi di pinggir jalan " kata Aris.


"Ohh.. jadi kamu gak mau beli'in nih. Pelit banget sih. Kamu kan CEO mas.. Kamu beli sekalian gerobak sama abangnya juga bisa " kata Milan.


"Hufff... Ada apa dengan istriku ini. Tambah aneh sekali " batin Aris.


"Ya sudah aku akan menyuruh Sam untuk membelinya " kata Aris lalu menelfon Sam .


"Gak usah mas... Mending kita beli sendiri aja. Aku pengen sekalian jalan2 mas " kata Milan.


"Baiklah... Aku ganti baju dulu ya " kata Aris.


Walau sekarang Aris merasa lelah. Tapi ia tidak mau mengecewakan Istrinya. Ia terpaksa menuruti permintaan istrinya. Karena tidak biasanya istrinya bersikap seperti ini.


#######


**Terimakasih yang sudah berpartisipasi ya. Makasih like dan sarannya. Nanti aku akan memperbaikinya lagi. Dan maaf kalau upnya cuma sedikit ya.. sudah gak ada ide lagi nih. Dan dirumah juga sibuk jadi maaf ya kalau lama up nya. Nanti akan aku usaha.in buat up cepat kok. hehehehehehe


Jangan lupa Votenya ya. Aku tunggu 😜😜😜😜**

__ADS_1


__ADS_2