
Pagi itu mentari bersinar sangat indah seperti hati seorang gadis nan cantik rupawan baik hati dan ramah bernama Nanda. Waktu sudah menunjukkan pukul 6.00 Nanda sudah siap dengan pakaian dinasnya berwarna pink karna hari ini hari selasa. Ibu dan Bapak Nanda hanya seorang petani sederhana dan sudah siap untuk pergi berkebun. Ibu Nanda bernama Aminah dan bapaknya bernama Wandi.
"Sarapan dulu mbak ibu sudah selesai masak" ucap bu Aminah sambil menutup pintu kamar-kamar karena hendak ditinggal semua penghuni.
"iya bu, terimakasih ya bu maafin Nanda tadi nggak bantuin ibu masak karena habis subuh tidur lagi, hehe" jawab nanda dengan tawa lugunya tapi ibunya memakluminya karena kemarin Nanda double sift dari jam 7 pagi sampai jam 9 Malam karna ada hari dimana dia ingin cuti.
Setelah sarapan Nanda pamit kepada bapak ibunya dan tidak lupa mencium tangan keduaorangtuanya, Nanda pergi mengendarai sepeda motornya jarak tempuh antara rumah ke Rumah Sakit Nanda bekerja sekitar 30 menit jika macet bisa sampai 45 menit.
Sesampainya di parkiran khusus perawat Nanda bertemu dengan Naya teman satu ruangan tempat bekerja. Bukan hanya dengan Naya saja, Nanda dekat dengan semua teman-temannya satu ruang bahkan perawat ruang lain banyak yang mengenal Nanda karna Nanda adalah gadis elegan yang mudah mengenal dan dikenal orang lain.
"Nay tumben kamu ngga diantar suamimu?" pertanyaan Nanda ketika sedang berdiri didepan lift khusus pegawai dan menuju lantai 9 ruangan tempat mereka bekerja
"Anakku sedang demam Na, aku menyuruhnya biar jagain adek aja dirumah lagian suamiku kan kerjanya serabutan Na jadi bisa gantian sama aku" jawaban Naya ketika sudah masuk ke benda kubus itu dan melayang hingga lantai 9 dimana ruangan mereka disana.
__ADS_1
"wah semoga adek cepat sembuh ya Nay, oh iya nay kemarin kamu ke poli kandungan ya kata mbak Alis? kamu sedang ngga lagi sakit kan?" tanya Nanda dengan wajah cemas dan memandang lekat sahabatnya tersebut. Kebetulan di lift itu cuma ada mereka berdua jadi lebih leluasa mereka berbincang-bincang apalagi masalah pribadi.
"oh itu Na, Aku ada kabar bahagia nihhh. kemarin aku ke poli kandungan karena aku ngerasa aneh aja sama perutku Na, terus aku ngga sadar ehh ternyata aku telat 2 minggu, nah ceritanya cuma pengen memeriksakan aja telat karna apa eh ternyata aku mengandung Na" jawaban Naya dengan mata berbinar-binar dan sangat bahagia karena sebentar lagi akan menimang anak kedua diumurnya yang ke-25 sembari berjalan keluar lift dan menuju ruang perawat tempat khusus meletakkan tas dan jaketnya.
"wahhh aku ikut seneng ya Nay diumur pernikahanmu yang ke 5 nanti bakal dikarunia 2 orang anak". Ucap Nanda dengan wajah yang berbinar-binar karna sahabatnya membawakan kabar bahagia sembari memasukkan tas dan jaketnya ke dalam loker khusus yang ada namanya masing-masing.
"iya Na, tapi sepertinya aku bakal resign deh dari sini selagi kan aku bukan PNS jdi aku bisa resign kapan aja dengan segala konsekuensinya, anak aku yang pertama saja baru berumur 2 tahun Na, kasian mereka kalau Ibunya tidak memperhatikan mereka" ucap Naya serasa wajahnya menjadi sedih
"oiya kamu kapan menyusul, aku udah dua lohh nanti siapa temen main anak-anakku?" Tanya Naya seraya tertawa kecil menggoda memandang wajah sahabatnya Nanda yg masih malu ketika ditanya tentang jodoh ataupun pasangan.
Nanda hanya tersenyum dan melanjutkan bersalaman dengan perawat lain yg dinas malam dan yang baru datang untuk dinas pagi.
"Heii Nanda, kamu belum jawab pertanyaanku, kamu sudah mulai main sembunyi-sembunyian yaa sama aku" bisik Naya saat duduk disamping Nanda sambil menata rekam medis pasien.
__ADS_1
Nanda menjawab dengan senyum ramahnya "jodoh ditangan Allah Nay, aku kan tinggal nunggu saja"
"apa kamu masih trauma dengan kisahmu beberapa tahun yang lalu?, iya jodoh memang ditangan Allah Na tapi kita juga harus ikhtiar dan usaha seperti halnya Rezeki" ucap Bayu yang tiba-tiba masuk ke pembicaraan mereka
"ehh mas Bayu baru datang kok tiba-tiba nimbrung emang tau kita lagi ngomongin apa" kata nanda sambil memandang lekat lelaki itu yang dulunya adalah teman satu kampus saat pendidikan Ners nya jadi tidak heran jika Bayu tau segalanya tentang Nanda karna Nanda juga sering cerita banyal hal kepada Bayu, hanya bayu satu-satunya sahabat laki-laki Nanda di kampusnya dan pekerjaan menyatukan sahabat lama itu.
"Dia mah sok tau Na walaupun sebenarnya gatau. hahaha" celetuk Naya sambil memainkan bolpoin yang ada di tangannya.
"oh iya bagaimana dengan pria abdi negara itu Na?" tanya Bayu dengan nada sangat rendah yang hanya bisa didengar oleh mereka bertiga
Belum sempat saling menjawab kepala ruang sudah sampai dan membuka meeting morning hari itu dan melakukan operan jaga yang biasanya berlangsung selama satu jam
Terimakasihh sudah menyempatkan membaca💕💕
__ADS_1