
Setelah selesai sift paginya Nanda merasa lega hari ini bisa menyelesaikan tugasnya dengan baik tanpa ada suatu kendala dan pastinya setiap hari ia selalu tidak terbebani dengan pekerjaannya sampai-sampai ia baru bisa membuka akun sosmed nya dan membaca pesan-pesan di WhatIsApa nya yang sedari tadi pagi hanya ia gunakan untuk berkirim pesan dengan beberapa dokter yang menangani kasus pasien di bangsalnya. Setelah scroll-scroll Nanda menemukan ada yang spam chat beberapa pesan dari adik tercintanya. Ya seseorang yang menggunakan photo profill baju doreng dengan tanda silang di lengan atasnya yang artinya masih dalam proses pendidikan calon bintara untuk menuju cita-citanya yaitu menjadi seorang Tentara, Namaya Ryan Kusuma Prada menurut nanda adiknya adalah lelaki konyol yang selalu membuat Nanda dan keluarga bahkan teman-teman mereka selalu tertawa dengan candaan-candaan Ryan yang bahkan kadang hanya ucapan spele.
"Assalamu'alaikum mbak"
"mbak hari senin aku sudah pelantikan"
"mbak bisa dateng kan sama bapak ibuk?"
"aku tidak sebahagia kalo tidak ada mbak sama bapak ibuk, seperti nasi kucing tidak pakai karet"
"itupun bungkusnya kekecilan jadinya tidak sekedar ambyar tapi mawut juga mbak"
"dateng yaa mbak, aku tunggu kalian😘"
"tadi aku udah telfon ibuk tapi ngga diangkat mbak"
"mbak udah ya ini hp nya mau dikumpulin lagi insyaallah sabtu atau minggu aku bisa telfon lagi mbak" . Sederet pesan yang sudah diterima Nanda sejak beberapa jam yang lalu tapi tenggelem dengan chat para dokter yang butuh kabar tentang pasiennya, ya begitulah Ryan dalam waktu beberapa menit saja sempat membuat kakaknya menahan tawa dan ada rasa terharu di hati kakaknya.
__ADS_1
"Nan, kenapa kamu senyum-senyum sendiri padahal disini kita semua diam. jangan-jangan kamu nemu ikan dikolong meja, alias nemu jodoh setelah sekian lama, hiyaaa" celetuk Bayu memecahkan keheningan siang menuju jam kerjanya selesai.
"apesihh mas, ikan kok dikolong meja yang ada bangkai ikan bukan ikan lagi lagian ikan gabisa naik kelantai 9 kalo ga dibawa tukang pecel". celetuk Nanda dengan ucapan ngawur. Ya nanda memang suka bercanda tapi kadang candaanya terlihat garing.
"helehh kamu ngaku kenapa senyum-senyum gitu, awas ini rumah sakit jagan bawa sawan pulang" celetuk Pak Dedi seorang perawat senior yang suka bercandaan dengan teman juniornya.
"hahaha". suara gelak tawa perawat satu ruang itu mendengar candaan-candaan garing teman-temannya itu
"gini lho pak buk mas mbak, tadi saya dapet pesen dari adik saya katanya minggu depan sudah pelantikan, makanya saya senyum-senyum sendiri saking bahagianya. maaf ya udah membuat kalian salah paham, hehe". penjelasan Nanda dengan mata berbinar-binarnya.
"yaa kirain ada tambatan hati yang mendatangi hidupmu nak" ucap Bu Sri yang juga sebagai perawat Senior di ruangan itu dengan tawa menggoda Nanda.
"Aamiin". Sontak semua perawat yang ada diruangan itu mengamini do'a Nanda padahal 3 perawat lain sedang berada diruang belakang tapi masih sempat mengucapkan aamiin untuk Nanda saking care nya teman-teman Nanda disitu sudah seperti Keluarga.
"Assalamu'alaikum, selamat siangg yok operan yuk operann" . Kedatangan para pejuang shift siang itu mengejutkan seperti biasanya yang membuat pejuang shift pagi sangat semangat untuk segera menyelesaikan tugasnya hari itu
"Mari-marii kita mulai dari Nol ya alias kita mulai sama-sama langsung keliling saja ke kar warga, ehh kamar pasien maksud saya". Sahut Bayu dengan lantangnya dengan niatan bercanda agar tidak stress dengan pekerjaan mereka.
__ADS_1
"ettt dahh ni anak ngelawak mulu tiap waktu, kamu salah ngambil jurusan Yu harusnya kamu tu ambil jurusan seni ngelawak". ucap Ajeng salah satu perawat yang sift siang kala itu
"mbak ajeng mbak ajeng kalau saya kuliah ngelawak mana kalian diruangan ini bisa tertawa lepas gitu. yang ada malah jadi pasien semua haha". sahut Bayu kepada wanita yang lebih tua darinya itu. Dan ada perawat lain yang juga menahan tawanya karna ulah mereka.
"sudahhh kalian berikan contoh yang baik buat adik junior mu yang baru ini. jangan membuat mereka diam-diam menyukaimu dan melupakan jam kerjanya dan.,. Bawa Rekam Medis pasien ini jangan ngelwak mulu. Markiterr(marikitamuter)". sahut Nanda seraya memukulkan perlahan beberapa Rekam Medis pasien di perut Bayu dan refleks tangan bayu langsung menerima rekam medis itu dengan ekspresi wajah yang tak terima. Disitu bantak perawat senior dan kepala Ruang namun masalah oper-mengoper mereka mempercayakannya kepada Nanda dan Bayu karna mereka sangat cekatan dan tidak pernah melakukan kesalahan sedikitpun. makanya banyak perawat senior yang memujinya dan memuji kampusnya tempat ia kuliah dulu. Ada juga pegawai baru diruang itu karna menggatikan posisi perawat yang pensiun dan resign yang belum terlalu akrab jadi mereka banyak diam dan beradaptasi.
"yahh kenapa harus kasar, lembut dikit bisa kan canteqq". candaan bayu sembari berjalan menuju ruang-ruang pasien. Belum sempat menjawab candaan Bayu, Nanda sudah menginstruksikan menunjuk bayu ke ruang bagian kanan koridor dengan menggunakan isyarat jari telunjuknya dan waktunya serius. Nanda masuk ke ruang sebelah kiri koridor dan Bayu ke ruang pasien sebelah kanan koridor.
Operan telah selesai dan sudah menunjukkan pukul 14.00 yang tandanya tugasnya hari ini sudah selesai tepat waktu biasanya masih molor dan baru selesai hingga lebih dari 20 menit. Pejuang shift pagi dan shift siang saling bersalaman untuk mengakhiri dan mengawali pekerjaan mereka masing-masing pada hari itu. Para pejuang shift Pagi pun berbondong-bondong menuju ruang khusus perawat tempat loker barang-barang mereka berada. Dengan candaan-candaan Bayu lagi yang membuat ruang itu ramai hingga merekapun turun dari ruangan itu menuju lift khusis pegawai. akhirnya merkapun berpisah masing - masing menuju motornya untuk dikendarai kerumahnya masing -masing.
Tiga puluh menit berlalu Nanda sudah sampai dirumah dengan kecepatan sedang karna ingin menikmati suasan kota saat itu dengan keadaan siang yang cerah dan tidak jalanan yang tidak padat seperti ketika berangkat kerja. Setelah sampai dirumah nanda membersihkan dirinnya dan merendam pakaian dinasnya yang dipakai hari ini karena tenaga kesehatan dituntut harus menjaga kesehatan dirinya dan keluarganya jangan sampai penyakit dari rumah sakit bersarang dirumah menjadi pengancan untuk keluarganya.
"mbak udah makan belum tadi?, makan dulu kalau belum". Perintah Bu Aminah terhadap putrinya yang masih saja diperlakukan seperti anak remaja saja.
"sudah bu tadi di RS udah makan siang bareng temen-temen, ehh bu tadi Ryan ngirim pesen bu katanya hari senin udah pelantikan buu. Adek udah bukan jadi Calon Bintara lagi alias udah dapet gelar bintara tapi setelah itu masih ada pendidikan kejuruan lagi bu". Nanda membagikan kebahagiaannya itu kepada sang ibunda dan tidak sengaja Bapak juga mendengar cerita Nanda tentang adiknya itu.
"Alhamdulillah" sontak kedua orangtuanya mengucap syukur bahagia atas karunia itu. didalam hati mereka sudah tidak sabar untuk bertemu dengan anak laki-laki semata wayangnya yang humoris itu. Sejak kepergiannya untuk pendidikan itu rumah menjadi sepi karna Ryan yang biasanya tidak ada habisnya bicara konyol nan humoris.
__ADS_1
🌺🌺 Terimakasih ya udah mau mampir, Mohon maaf ini Novel pertama jadi masih banyak kurangnya. Mari kita sama-sama mendukung satu sama lain yaa berikan semangat buat Author-author kita🤗🤗 Semoga kalian yang membaca selalu dilimpahkan bahagia dan rizki nya berlipat ganda🌺🌺