
*Selamat Membaca, jangan lupa vote,like dan rate yaa*
Setelah kabar pelantikan Ryan adik satu- satunya Nanda, keluarga mereka sangat bahagia dan sudah tidak sabar lagi untuk mendatangi upacara pelantikan Ryan yang akan dilaksanakan disuatu tempat di kota Anggrek.
Nanda menjalani hari-harinya sangat bahagia walaupun biasanya bahagia tapi hari itu ia merasa lebih bahagia dari biasanya. Nanda sudah tak sabar ternyata hari sudah berubah begitu cepat sampai hari sabtu. Hari Sabtu kala itu Nanda mendapatkan shift malam dan hari minggu dan seninnya pas dirinya mendapatkan lepas jaga jadinya Nanda tidak harus mengambil cuti untuk menghadiri upacara pelantikan adiknya.
Malam itu ketika menunjukkan pukul 23.45 diruang keperawatan tempat Nanda bekerja setelah mereka menyelesaikan tugas mereka mengisi rekam medis pasien mereka iseng -iseng dan sibuk memainkan ponsel mereka masing-masing. Kebetulan Nanda mendapatkan jadwal sift malamnya bersama Bayu dan dua orang parternya.
"Na liat ini deh". Bayu menunjukkan sesuatu kepada Nanda setelah Nanda melihat itu mereka tertawa dengan suara yang sangat rendah supaya tidak menganggu kenyamanan pasien.
"hemm Kids zaman now, mainnya udah gadget dan anak- anak pun udah bisa menghasilkan uang saat ini. beda seperti zaman kita dulu ya mas, hahah". Ucap Nanda sambil tertawa juga melihat vidio anak kecil yang Bayu tunjukkan dari salah satu akun kutub yang isinya anak itu sangat menggemaskan.
"wahaha, inget jaman kecilku dulu na, disuruh orangtua ngapain aja berangkat tapi setelah ketemu temen dijalan jadi mampir dan kagak pulang-pulang sampe dicariin emak. Sepertinya masa kecil kita lebih membahana deh daripada kids zaman now yang setiap nangis mintanya gadget. Nanti anak kamu jangan terlalu dimanjakan gadget ya Na kasian masadepan dan kesehatan matanya". Bayu membuka cerita supaya malam itu dia tidak mengantuk karena harus berjaga dan memantau pasien-pasien mereka.
"hahah, pasti mas Bayu dulu disuruh beli Garam sampe rumah jadi bawang kan??? kan kagak nyambung sama sekalii masa kanak-kanak kita tuu". Ucap Nanda dengan tatapan penuh selidik dan sambil tertawa pula.
"Mas Bayu itu ngga gitu mbak dulu paling lupa belanja pulang-pulang bawa jajannya aja giliran ditanya emak jawabnya lupa tapi udah bawa jajan ehh kena jewer tuh kuping, hahaha" celetuk Vina partner sift malamnya kala itu.
"enak aja kamu Vin, ibuku gak pernah jewer aku ya. tapi kalo dikunciin dikamar pernah cuma gara-gara nyolong jeruk tetangga. hehe" Jawaban Bayu mengelak
"sampai segitunya? kok kejam sekali emak mu bro". Kata Dedi parter sift nya juga kala itu
"yaiyalahhh menurutku sih nggak kejam, memang aku pantas dapetin itu bro". Sahut Bayu yang menyadari kesalahan masa kecilnya.
"kenapa padahal kan cuma nyolong jeruk kan paling tetangga juga ikhlas kan masih anak kecil". Pertanyaan Vina kala itu membuat Bayu tertawa terbahak-bahak
__ADS_1
"ya emak ku malu orang aku habisin jeruknya terus aku jual deh ke temen-temen aku. buahahahhaha". Penjelasan Bayu yang sontak membuat mereka berempat tertawa bersamaan.
"udaahh gaada abisnya kali cerita masa kecil, antara kita masih polos atau kita bodoh atau kita gatau malu semuanya jadi satu deh kalo diceritain bakal bikin sakit perut, wakakaka". Dedi berusaha mengalihkan pembicaraan karena merasa berisik kala itu takut jika pasien dan keluarganya terganggu.
"eh iya mas Ded, Bay dan Vin besok aku berangkat ke kota Anggrek mau datengin acara pelantikan adikku Ryan, mohon do'anya ya semoga kami bisa bertemu dengan adikku dan semoga kami selalu dilindungi Allah". pinta Nanda dengan mata yang bebinar-binar menandakan keharuan dan kebahagiaan.
"Na, maaf ya aku ngga bisa nemenin kamu sama orangtuamu. aku hanya bisa doain kamu semoga kebahagiaan selalu dilimpahkan kepada keluargamu karena aku sangat mengenal keluargamu dan mereka sangat baik padaku". ucap bayu seraya mendoakan kebahagiaan untuk Nanda dan keluarganya. Sebenarnya Bayu menyimpan rasa kepada sahabat karib kuliahnya itu namun Bayu takut kalau kejujurannya akan membuat malapetaka untuk suatu kebahagiaannya mempunyai sahabat karib seperti Nanda.
"kalian mendo'akanku saja aku sudah sangat bahagia mas Bay dan mas Ded, juga vin dan doa teman-teman lainnya. Aku sangat bahagia dikelilingi dengan orang-orang yang seperti kalian dan seperti keluargaku. Oh iya katanya lebih lengkap lagi jika ada sosok yang mendampingiku tapi entah mengapa aku merasa seperti ini saja cukup". Kata Nanda dengan tangis harunya yang saat itu bahunya sudah dirangkul oleh Vina partner kerjanya yang juga sangat mengenalnya.
"Na kamu jangan gitu dong menikah kan termasuk sunah dan lebih baik dikerjakan, masalah jodoh kamu harus terima jangan kamu mengelak nanti-nanti terus keburu dia ogah sama kamu. lagian ngga mungkin kan gadis sebaik kamu secantik kamu tidak ada yang memintamu kepada orangtuamu". ucap Vina menyemangati temannya itu dan suatu pernyataan yang sebenarnya memang tidak ada satupun lelaki yang sedang mendekati Nanda ataupun yang memintanya kepada kedua orang tua Nanda.
Nanda tetap tersenyum dengan manisnya walaupun perkataan Vina membuatnya getar-getir karena sampai saat ini memang belum ada lelaki yang mendekatinya. Sebenarnya 1 tahun yang lalu ada laki-laki yang sedang mendekatinya tapi Nanda tau kalau laki-laki itu hanya memanfaatkan profesinya saja jadinya Nanda menolak pria itu baik-baik.
"kamu ke kota Anggrek naik pesawat atau kereta Na?". Tanya Bayu untuk memecahkan suasana haru itu
"sstttttt diammm aku pergi tidak naik semua itu". Sahut Nanda dengan nada ketus dan berniat untuk mengguraui teman-temannya itu juga.
"hahh kamu mau motoran kesana? nggak-nggak nggakk aku nggak ngizinin, aku sebagai sahabat karib kamu aku nggak akan ngizinin kamu pergi Na kalo gini caranya". sahut bayy dengan pandangan penuh selidik tidak terima dengan ucapan Nanda sahabatnya.
"Beneran mbak mau naik motor?, wahh bisa tripp nihh mampir-mapir tempat wisata dong mbak". Ucap Vina dengan percayanya pada Nanda.
"hmmmmm". Beda dengan teman-temannya Dedi hanya berdehem karena Dedi merasa itu hanya gurauan Nanda semata tidak mungkin gadis itu naik motor dengan jarak 380 Km
"bukan aku juga tidak akan naik motor" sahut Nanda dengan santainya ternyata sahabatnya masih sangat mengkhawatirkannya.
__ADS_1
"Lalu?". tanya Bayu dan Vina secara bersamaan tanpa janjian
"Naik karpet aladin, buahahaha". lagian kalian kenapa masih mempermasalahkan itu kan aku udah dewasa bukan anak-anak lagi
"kirain naik kapal laut kan tadi belum disebutkan, mana aku mikirnya transportasi apa lagi yang belum disebut ihh mbak Nanda mah sukanya gitu". celetuk Vina dengan manjanya karna Vina partner baru yang fresh graduate di RS itu jadi jiwa unyu nya masih terbawa.
"hemmmm". Bayu hanya berdehem dan menggeleng-gelengkan kepalanya merasa malu juga dengan Nanda karena overprotective nya dengan ikatan persahabatan itu. Malah justru beberapa kru RS dan teman-teman sejawat mereka yang sering melihat kedekatan mereka mengira bahwa mereka pacaran awalnya mengira suami istri tapi masa iya suami istri bekerja di ruangan yang sama itu tidak mungkin.
Tak terasa perbincangan kebahagiaan itu terlalu larut dan membawanya menemui fajar, mereka dikejutkan dengan kehadiran dokter Hanif yang visite terlalu pagi dan langsung mendekati Nanda.
"mbak gimana dengan 2 pasien saya?" tanya dokter Hanif sembari menarik kursi di samping Nanda dan mendudukinya serta membuka rekam medis pasien yang dilihatnya bersama Nanda seperti sedang memilih paket Wedding Organizer
"ini dok, pasien x dan y mulai membaik tapi ada beberapa catatan khusus dok". Nanda menjelaskan semua permasalahan dan keluhan pasien yang penanggung jawabnya adalah dokter Hanif. Kemudian Nanda mengikuti dokter Hanif beranjak pergi yang tandanya hendak memeriksa keadaan pasiennya dengan membawa dua rekam medis pasien tersebut.
"pagi ibu X, dokter Hanif sekarang visite ya, silahkan masuk dok". Sapa Nanda kepada pasiennya dengan penuh ramah dan dengan penuh kebahagiaan serta membukakan pintu dan mempersilahkan dokter Hanif masuk.
"mbak perawatnya cantik sekali sabar pula, coba saya punya mantu kayak mbak ini pasti saya sehat selalu". Sanjung ibu X kepada Nanda yang kala itu masih tersenyum ramah dan melihat sosok lelaki tampan yang ada dihadapannya sepertinya itu anaknya ibu X.
"Ibu wanita ini adalah kebahagiaan saya". Ucap dokter Hanif dengan lembutnya serta menempelkan stetoskop di perut Ibu X, dan sepertinya dokter Hanif spontan tanpa sadar mengucapkannya dan dokter Hanif langsung mengalihkan pembicaraan menjelaskan tentang kondisi pasiennya.
"hahh apasihh dokter Hanif ini membuatku deg-degan aja belum pernah aku diginiin didepan pasien apa lagi ada dua lelaki tampan disini, haduhh Nanda Nanda tarik nafas hembuskan jangan salting". Batin Nanda yang tidak bisa didengarkan oleh siapapun yang ada disitu. Tanpa disadari pipi Nanda bersemu merah yang menandakan antara dia malu atau bahagia dan tanpa sadar Nanda melamun.
"Nanda, kenapa ?" Tanya dokter Hanif ketika ia minta obat pagi Ibu X malah dikasih rekam medis yang sedang dipegangnya itu.
"bahagia dok". Sahut Nanda spontan namun langsung disadarinya dan melanjutkan kata-katanya dengan cepat "ehh maksud saya ibu X terlihat bahagia jadi beliau cepat sembuh, ini dok obat paginya". Dokter Hanif tersenyum penuh makna saat itu walaupun tidak tahu apa isi hati perawat disampingnya itu.
__ADS_1
**Bersambung....
maaf ya teman-teman episode ini agak panjang karna lagi pengen nulis aja dan maaf kalo ceritanya belum maksimal😁🤗🤗**