SALAH PAHAM MENUJU PERNIKAHAN

SALAH PAHAM MENUJU PERNIKAHAN
Eps.8 (Pernikahan Salah Paham)


__ADS_3

Hari H-1 Pernikahannya, dokter Hanif berusaha menemui Nanda dan hendak menjelaskan semuanya kepada Nanda dan hari itu juga Hanif pergi ke RSUD dimana Nanda dirawat.


"Assalamu'alaikum" Ucap dokter Hanif seraya mengetuk ruang rawat Nanda.


"Waalaikumsalam warahmatullah" ucap Nanda dan orangtuanya.


"Dokter Hanif apa kabar lama tidak bertemu" Tanya Nanda ketika Hanif masih diambang pintu.


"Ahh kamu Na pdahal baru seminggu aku tidak kesini, oh iya bagaimana keadaanmu saat ini sudah seperti sedia kala kah.? saya lihat kamu sudah ceria seperti sedia kala dan bagaimana kabar Bapak Ibu juga" Ucap Hanif dan duduk di samping bed Nanda serta melekatkan pandangannya kepada orangtua Nanda yang duduk di sofa pojok ruang rawat Nanda.


"Alhamdulillah baik Nak Hanif, Mbak Bapak sama ibu mau cari makan siang dulu ya mumpung ada dokter Hanif disini" Ucap Bapaknya Nanda seraya pamit ingin mencari makan siang.


"Iya Pak, Pak Nanda nitip beliin rujak yaa pak Nanda pengen makan berbagai macam buah" Pinta Nanda kepada Bapaknya.


"Iya nanti bapak carikan, bapak keluar dulu ya" pak Wandi pamit dan keluar ruangan tersebut.


"Na aku minta maaf". Ucap dokter Hanif


"Maaf kenapa dok? justru saya yang minta maaf karena selalu merepotkan dokter" Ucap Nanda bingung dengan dokter Hanif.


"Na, a..aku besok mau nikah". Air mata pun lolos di pipi dokter Hanif dan baru kali ini Nanda melihat lelaki yang dikenalnya tangguh itu menitikkan air mata.


"haha dokter jangan bercanda katanya dokter sayang sama saya, upss maaf dokter hehe saya lancang". Bantah Nanda karena Nanda pun tidak mengerti apa yang dikatakan dokter Hanif.


"I..iya Na aku minta maaf aku tidak bisa meneruskan rasa ini" Dokter Hanif memangku jidatnya dengan kedua telapak tangannya seperti orang yang sedang stress berat.


"Ma..maksud dokter apa? saya tidak paham sama ucapan anda dok" Ucap Nanda bingung


"Satu minggu lalu saya mengantarkan Sasya pulang ke rumah, saya sudah bersikeras untuk langsung pulang tapi dia alasan kalau dia pusing sekali dan saya mengantarkan dia masuk dan dibantu satpam namun satpam itu kembali keluar, kebetulan dirumah itu hanya ada pembantu dan satpam saja. Kemudian saat hendak membawanya duduk di sofa saya tidak sengaja menjatuhkan tas Sasya dan handphonenya terpental ke kolong sofa dan saya refleks mencarinya dengan posisi tengkurap di lantai saat udah nemu saya balikkan badan dan tiba-tiba Sasya jatuh dan memeluk saya dan posisi dia sudah diatas saya..." Tiba-tiba dokter Hanif terdiam.


"Lalu apa yang terjadi setelah itu dok?" Tanya Nanda dengan rasa khawatir, sedih, dan kecewanya.


"Tiba-tiba Papa dan Mama Sasya pulang dan mereka kebetulan membawa tamu undangan untuk makan malam dirumahnya dan mereka mengira bahwa saya berbuat macam-macam kepada anak perempuannya". Dokter Hanif kembali menitikkan airmata.


"Seperti sudah direncanakan". Nanda Cemburu dan tidak sengaja dia Se'uzon.


"Apa maksud kamu Na? Kenapa kamu bisa berpikiran seperti itu, tidak biasanya kamu punya pikiran seperti itu kepada orang lain". Dokter Hanif tidak percaya kalau Nanda bisa berpikiran seperti itu.

__ADS_1


"Dok, kalau dari cerita yang saya dengar. Ngapain tiba-tiba Sasya meluk dokter? dan nggak lama orangtuanya masuk rumah kan? berarti Sasya tau kalau mobil orangtuanya sudah sampai". Ucap Nanda dengan lantangnya dan tanpa sadar ia telah berpikiran buruk.


"Memang beberapa waktu sebelum kejadian itu, Sasya datang kerumah dan mengancam saya dan Ibu saya katanya dia bakal ngelakuin apa aja demi dapetin saya Na" Ucap Hanif dengan nada kesalnya.


"Nah kan berarti memang dia menghalalkan segala cara untuk anda dok, apa anda tidak menjelaskan yang sebenarnya?". Sebenarnya Nanda sedih melihat orang yang diharapkan akan menikah dengan wanita lain hanya karna salah paham.


"Saya sudah menjelaskan Na, tapi orangtuanya malah mengancam kalau Saya tidak segera menikahi Sasya maka nama baik Ayahku sebagai komandan akan jatuh reputasinya". Ucap dokter Hanif dengan kepiluannya.


"Padahal semua ini hanya salah paham". Nanda hampir menitikkan air mata tapi ia berusaha untuk menahannya.


"Makanya Na saya mau minta maaf kepada kamu kalau saya tidak bisa melanjutkan rasa saya kepadamu". Ucap dokter Hanif dengan penyesalannya.


"Dok kalaupun kita memang jodoh pasti kita akan dipertemukan lagi, Allah itu tidak pernah tidur dan tidak pernah salah menilai mana yang baik dan buruk dok". Ucap Nanda memberikan semangat kepada dokter Hanif


"Sekalipun status saya duda?" Timpal dokter Hanif.


"haha, dok tenang aja kali Rasulullah saja ketika menikah dengan Aisyah humaira beliau berstatus duda juga" Nanda berusaha menguatkan dirinya sekaligus lelaki harapannya itu.


"Kamu Na, dalam kondisi seperti inipun kamu masih bisa tersenyum, mungkin ini bisa jadi pertemuan terakhir kita Na, tapi tolong kita masih tetap berteman" Pinta dokter Hanif.


"Iya dok tenang aja". Berpura-pura tegar itu memang menyakitkan dalam batin Nanda bergumam.


"Waalaikumsalam dok, nanti hadiah pernikahannya saya kirim kerumah dok, hehe" Ucap Nanda dengan nada sedikit berteriak.


Air mata yang sejak tadi terbendung akhirnya lolos juga, ia tak bisa menerima kenyataan ternyata orang terkasihnya yang selama ini ia harapkan dan hampir saja ia dapatkan malah jatuh ke tangan wanita lain yang bukan lain besok sudah sah menjadi istrinya.


"awww",. Teriak Nanda ketika terisak tangis dan membuat luka tembak di bahunya nyeri lagi.


"Nanda kamu kenapa nak?" Ibu tiba-tiba masuk dan membantu Nanda untuk kembali berbaring karna posisi sebelumnya sedang duduk.


"Sudah nak jangan dipaksakan, ni bapak bawain mbak rujak, orang sakit kok kayak orang ngidam" Sahut bapak Nanda dengan santainya.


"hehe". Nanda meringis


"Mau dimakan sekarang?" tanya ibu kepada Nanda


"Nanti dulu Bu, Bu besok dokter Hanif akan menikah" Jawaban Nanda

__ADS_1


"Loh bukannya kalian memiliki hubungan spesial?" Tanya Bu Aminah


"Eng..enggak kok Bu kita cuma partner kerja biasa dan kedekatan kita itu cuma sekedar temen aja Bu". Ucap Nanda bohong


1 hari kemudian di kediaman keluarga Herman


"Tuan Nyonya, Keluarga mempelai pria sudah hadir" Ucap Pembantu keluarga Herman.


"Iya bi terimakasih". Jawab Sasya dengan senyum liciknya karena berhasil mendapatkan pria tampan pujaannya itu.


"Ayo nak kita keluar" Ajak Bu Herman


"Anak gadis Papi sekarang sudah menikah dan jadilah istri yang baik dan solehah ya nak, tanggung jawab papi sekarang sudah beralih ke suami mu". Tutur pak Herman papinya Sasya, Yaa dia sebenarnya orang yang bijak dan baik jika pak Herman tau masalah dibalik kelicikan putrinya itu pasti beliau akan murka.


"Bu, Ayah mana?" ucap dokter Hanif


"Tadi ada kok Han" jawab Ibunya


Akad nikah sudah berlangsung dan mereka dinyatakan sah sebagai suami istri kebahagiaan terlihat di keluarga Herman karena tidak mengetahui bahwa semua terjadi karna kesalahpahaman atas kelicikan putrinya, beda dengan keluarga Darmawan, Mereka menyesal telah mengenalkan putranya dengan wanita itu, mereka kira Sasya adalah wanita yang berhasil dididik oleh keluarganya yang dikenalnya sangat baik tapi ternyata Sasya salah pergaulan yang menyebabkan dia licik dan tak tau sopan santun tapi tanpa sepengetahuan orangtuanya. Dan kini Sasya ikut tinggal diumah orangtua Hanif.


"Maaf saya akan pergi dinas malam ini karna ada on call mendadak dan ini sangat urgent". Ucap Hanif didepan keluarga dan istri nya.


"Apa? ini kan malam pernikahan kita, apa tidak ada dokter lain yang bisa menggantikanmu, seharusnya ada kan?" Sahut Sasya dengan nada tinggi


"Sudahlah nak sabarlah, suamimu itu kan dokter dan sewaktu-waktu dia harus menerima panggilan on call karna dia kan belum Pegawai Negri" Ucap pak Darmawan


"Iya Yah maafin Sasya". Jawab sasya dengan pura-pura menyesal.


Setelah sampai dikamar pengantin Sasya melihat suaminya telah selesai mandi dan berpakaian rapi.


"sayang, kamu mau berangkat?" Tanya Sasya


"Iya, Assalamu'alaikum" Dokter Hanif langsung keluar begitu saja


Ya Allah maafkan saya belum bisa menjadi suami yang bertanggung jawab, saya sanggup memberinya nafkah lahir tetapi entah dengan nafkah batin atau tidak Ya Allah semua ini demi Ayah. Dan sebentar lagi ayah akan pensiun jadi aku bisa segera membongkar kelicikan dia. Gumam dokter Hanif


"Kali ini kamu bisa lolos dari aku sayang, tapi lihat saja besok atau besoknya lagi pasti kamu akan segera meminta hakmu sebagai suami kan?, haha lihat saja besok sayang aku akan segera memilikimu sepenuhnya dan seutuhnya". Gumam Sasya sambil tertawa licik merencanakan sesuatu yang dapat meluluhkan hati dokter tampan pujaannya itu.

__ADS_1


*Bersambung...


Happy reading yaa. Maaf belum bisa memberikan yang terbaik. Jangan lupa mari saling dukung yaa🌺🌺🌺🌺


__ADS_2