
Siang itu Nanda sudah pulang dari dinas paginya dan tiba-tiba Nanda teringat akan ponsel nya dan iapun segera merogoh ponselnya di dalam tas yang biasa dibawanya dinas, "aku mau nyari resep buat bikin kue ahh, siapa tau nanti aku jadi enterpreneur sekaligus nursing" (Batin Nanda ketika merogoh tasnya mencari ponselnya)
💌081xxxxxxxx
Assalamu'alaikum. Bisa saya bertemu dengan kamu di caffe Respati malam ini Nanda.? Kuharap kamu datang
"Hahh, Ni orang gila apa yaa nomor baru kenalan juga kagak, sopan sih sopan tapi kok kesannya maksa amat, siapa sihh dia" gumam Nanda tanpa menggubris pesan itu Nanda menonton vidio tentang kue-kue di aplikasi Kutub.
"Oke langsung aku buat aja kali yaa kue nya nanti Bapak sama Ibu keburu pulang malah malu aku kalau sampai kuenya bantet, hehe". Ucap Nanda sembari beranjak dari ranjangnya dan menuju ke dapur semua bahan sudah ada dirumah, sengaja ia memilih kue yang sederhana bahan-bahannya yaitu brownies.
"Alhamdulillah akhirnya berhasil nih kue pertamaku, mana ya ponselku aku mau buat instastory ah". Gumam Nanda agak sedikit lebay.
Saat membuka ponselnya Nanda menemukan pesan whatisapa nya dari nomor yang sama seperti yang tadi siang
💌
Nanda, dateng ya aku mau ngomong sesuatu, ini penting. (Hanif)
"Yahh, dokter Hanif kenapa gabilang sih dsri tadi kan kirain orang iseng" gumam Nanda dalam hatinya dan berprasangaka bahwa dokter Hanif akan melamarnya atau meminangnya dan mungkin ini adalah kencan. "Ehh kenapa aku mikir gitu sih ihh dasar Nanda kok kamu gaada mahal-mahalnya dikit sihh". Gerutu Nanda mengeritiki batinnya sendiri
📤
*Waalaikumsalam dok, iya dok insyaallah saya hadir. Apakah harus ada berkas atau sesuatu tentang pasien dokter yang harus saya bawa.?
📩*
Ini bukan masalah pekerjaan Na, yang penting kamu hadir bawa diri kamu saja dan yang pasti hati-hati dijalan, maaf sekali saya tidak bisa menjemputmu.
Hari sudah petang Nanda sudah siap dengan gamis dan jilbab nya yang membuat penampilannya perfect malam ini.
"Pak Buk Nanda mau pergi keluar sebentar ya ada kepentingan sebentar di caffe Respati". Sembari mencium punggung tangan keduaorangtuanya.
📤
*Dok ini saya sudah berangkat, maaf ya dok mungkin agak terlambat
📩*
Saya dimeja 21 Na, Nyusul ya
Setelah sampai di depan caffe itu Nand langsung membuka pesan dari dokter hanif dan segera menuju meja nomor 21 dengan perasaan senang dicampur dengan deg-deg an.
__ADS_1
"Na, saya disini". Ucap dokter Hanif seraya melambaikan tangannya keatas agar terlihat oleh Nanda.
Deggg.. aku kira dokter Hanif sendirian, eh ternyata dia membawa gadis cantik putih berseri. Nanda kamu berpikir apa sih kagak mungkin lahh kalau dokter Hanif mau ngajakin kamu nge date (Gumam Nanda dengan langkah goyah dan getaran jiwanya yang tergoncang) "Maaf dok saya terlambat". Ucap Nanda ketika sudah sampai didepan meja dokter Hanif.
"Duduk Na, ini makanan dan minumnya sudah saya pesankan biasanya kamu suka menu seperti ini" Titah dokter Hanif
"I..iya, Makasih dok". jawaban Nanda dengan hati tak menentu dan campur aduk
Setelah selasai makan dokter Hanif mengenalkan wanita yang disampingnya.
"Na, kenalin ini Sasya, dia...". Belum selesai bicara tiba-tiba sudah disahut oleh Sasya
"Hai saya calon tunangannya Hanif". Ucap Sasya sembari mengulurkan tangannya dengan kesombongannya itu
"ohh, Saya Nanda mbak, bawahannya dokter Hanif". Ucap Nanda berusaha santaii
Tiba-tiba suara baku tembak diluar membuat semua orang didalam cafe itu panik dan spontan dokter Hanif menarik tangan Nanda dan meninggalkan Sasya begitu saja saking paniknya.
"Dok tapi Sasya masih disana dok dia juga ketakutan". Teriak Nanda diantara orang-orang yang juga berlarian entah menuju kemana yang tangan Nanda saat ini masih di genggam dokter Hanif
"Tapi kamu lebih penting dari apapun Na". Ucap Hanif seraya menarik tangan Nanda dan membawanya kesebuah dapur dan disana banyak koki yang tiarap didapur karena ketakutan juga. "Nah kita berlindung disini dulu Na sambil aku akan menghubungi pihak berwajib". Titah Hanif kepada Nanda yang kala itu sedang bersembunyi dibalik tungku keramik dapur itu. Sebenarnya banyak orang disana tapi mereka berdua yang dapat masuk di balik tungku itu.
"Na, Aku dijodohkan dengan dia dan tujuanku mengundangmu tadi aku ingin menyampaikan perasaanku yang sebenarnya dan menunjukkan kepada Sasya kalau aku bisa mencari jodohku sendiri tanpa dijodohkan" Ucap Hanif seraya memandang lekat-lekat wanita dihadapannya itu dengan wajah melas.
deggggg ., Nanda hanya terdiam membisu tak berkutik antara takut, sedih, dan senang
Suara mobil polisi datang dan dibantu juga oleh tentara untuk pengamanan dan evakuasi korban.
"Pak izinkan kami membantu korban yang luka berat untuk mengurangi korban meninggal dunia, Kami tenaga medis dan ini kartu anggota saya". Titah Hanif sembari menunjukkan id anggota nya.
"Mari Mas mbak silahkan saya percaya kalian dengan banyaknya korban disini tim medis yang ada juga kurang". Ucap polisi yang menerima kartu Id dokter Hanif tadi.
Dorrrrrrrr Dorrrrrrrr Dorrrrrrrrr
Suara triple tembak terdengar dari jarak agak jauh dari TKP dan polisi segera menembak pelaku ditempat.
"Allahuakbar"., Teriak Nanda seketika ia pingsan
"Nandaaaaaaaa, Dokter Hanif berlari mendekati Nanda dan segera mengangkatnya kedalam mobil ambulans nomor 3 yang sudah terparkir sejak tadi untuk evakuasi korban.
"Pak kami mohon maaf atas keteledoran kami masih ada pelaku yang berhasil kabur dan menembakkan peluru dari jarak jauh pak". Ucal salah satu pihak Polisi terhadap dokter Hanif namun Hanif diam saja dan segera menyelesaikan tugasnya dan segera menyusul Nanda ke RS dimana Nanda dibawa.
__ADS_1
"Aku harus mampir kerumah Nanda dulu menjemput orangtuanya". Gumam Hanif sambil menyalakan mesin mobilnya dan menuju kerumah orangtua Nanda. "Ini semua gara-gara aku, Maafkan aku Nanda, Aku bodoh andai saja aku tidak mengajakmu bertemu, andai saja aku tidak mengajakmu menolong korban itu". Ucap Hanif dengan airmata yang berderu dipipinya menyesali apa yang terjadi dengan orang yang selama ini ia pendam rasa cintanya.
"Assalamu'alaikum". Hanif mengetuk pintu dan tak lama kemudian pintu terbuka.
"Eh pak dokter, maaf pak Nanda nya sedang tidak dirumah pak tadi izin keluar" Ucap Ibunya Nanda
"Maaf buu Nanda mengalami luka tembak dan sekarang dilarikan ke RSUD Batik". Dengan rasa bersalahnya Hanif tetap tegar didepan Ibunya Nanda.
"Apaaa, Ya Allah Nanda". Seketika Ibu Nanda menangis dan segera menyusul suaminya kemasjid dan berangkat ke RS bersama dokter hanif
---------
"Permisi Mbak Korban baku tembak atas nama Eylisa D. Firnanda dimana.?". Ucap Hanif tergesa-gesa karna merasa sangat khawatir dan tanpa sadar ia sudah melupakan Sasya begitu saja.
"Maaf pak kalau masalah pasien itu tolong tanyakan dulu kepada pihak yang berwajib, soalnya masih dalam pengawasan pihak yang berwajib pak". Ucap salah satu pegawai pendaftaran IGD RDUD Batik.
"YaAllah nakk, Semoga Allah melindungimu nak". Ibu Nanda semakin menangis menjadi-jadi melihat IGD banyak dipenuhi TNI Polri yang berhaga-jaga atas keamanan korban dan sekaligus pelaku yang berhasil tertembak tadi.
"Sudah buu kita sabar saja semoga Nanda baik-baik saja". Titah Bapak Nanda memberikan semangat kepada istrinya walaupun sebenarnya hatinya juga teriris mendengar kabar tentang anaknya.
"Maaf bapak dan Ibu apakah keluarga dari Nona Nanda?" Tanya salah satu Polisi yang sedari tadi paham akan kejadian tentang Nanda.
"Bapak tau panggilan anak saya?, dia anak saya pak" Sahut Ibu Nanda.
"Bu Nanda dan dokter Hanif ini tadi berniat baik ingin menolong korban yang berjatuhan tapi naas ternyata pengawasan kami lengah karena ada pelaku yang tidak tertangkap dan melukai tim evakuasi bu pak, kami dari pihak kepolisian benar-benar minta maaf yang sebesar-besarnya, kami akan membiayai Nanda, dan 2 korban lainnya dari anggota tentara dan dari anggota kami yang tertembak saat evakuasi berlangsung". Penjelasan kronologis dari pihak kepolisian kepada kedua orangtua Nanda.
"Pasien mengalami banyak kehilangan darah dia mengalami syok berat dok dan sepertinya pasien akan mengalami koma". Ucap salah satu dokter kepada dokter Hanif yang baru saja keluar dari ruang operasi pengeluaran peluru yang bersarang ditubuh Nanda.
Dokter Hanif langsung masuk keruang operasi dan menemui Nanda yang terbaring lemas dengan segala alat medis ditubuhnya
"Kamu bertahan yaa aku akan berusaha semaksimal mungkin untukmu". Dokter Hanif menitikkan air mata ketika memandang keadaan Nanda saat itu kalau bisa ia yang menggantikannya di brankart itu. "Disini aku tak bisa ikut menangani mu karena bukan wilayah tugasku tapi aku berusaha untuk bisa menemanimu berjuang dari masa Kritis mu Na".
"Permisi, Maaf dok saya pasangkan transfusi darahnya dulu ya". Ucap salah satu perawat khusus ruang operasi cito.
Dokter Hanif Menyisih dan mengusap air matanya yang jatuh dengan tulusnya. Dokter Hanif pergi keruang temannya yang juga dinas di RSUD Batik itu dan menumpahkan airmata nya dan mengutuki dirinya sendiri.
"Hanif, tenanglah dia akan baik-baik saja jangan menyalahkan dirimu seperti itu semua terjadi karna takdir yang kuasa". Ucap dokter Mega teman karib semasa kuliah ya dulu.
Tanpa menjawab Hanif diam dan sadar dia adalah lelaki tak seharusnya dia seperti itu. Aku harus menguatkan kedua orangtua Nanda dan mensuport mereka tidak dengan seperti ini. pasti Allah akan menunjukkan karuniaNya dan memberikan kesembuhan untuk Nanda.
***Bersambung
__ADS_1