
" sayang dengerin mamah, " nenek memegang bahu putri semata wayang nya
" apa yang di bilang papah benar, untuk kedepan nya kamu tidak bisa memiliki anak lagi " tutur nenek
" kasih alasan nya mah kenapa mayang gak bisa punya anak lagi " jerit mayang
" lebih baik kamu tidur jangan mikir yang gak gak nanti kapan sehat nya " ucap kakek mengalihkan pembicaraan
" benar yang di bilang papah kamu harus tidur biar cepat sembuh " ucap angga lembut sambil membelai kepala mayang
may tidak mau mayang menurut perintah suaminya , iy memejamkan kedua matanya lama kelamaan mayang tertidur
semua orang bernafas lega disaat mayang tertidur
seminggu sudah mayang berdiam dirumah sakit akhirnya dirinya di perbolehkan pulang
" sayang mayang udah gak sabar mau pulang may ketemu wulan dia sehat kan " antutis mayang
__ADS_1
" wulan baik baik saja jangan khawatir " timbal kakek
mobil berhenti di sebuah bangunan dengan bergaya Eropa, berdinding kokoh semua orang berkumpul di halaman mansion menyambut kedatangan bayi mungil yang tertidur di dalam gendongan sang nenek
" mayang sepertinya anak mu haus sebaik nya kamu nerima kamu dulu " titah nenek saat mereka telah masuk kedalam. mansion
" maaf mah mayang tidak bisa karna mayang benci sama bayi itu, seharusnya yang lahir itu bayi laki-laki bukan perempuan " ketua mayang
" mau bagaimana pun dia anak kamu mayang kamu tega sama bayi ini dia gak salah " tegas nenek
saat berada di rumah sakit nenek menceritakan semua pada mayang prihal kondisi dirinya hingga mayang syok mendengar perkataan sangat mamah
mayang menatap nyaman branka di samping dirinya dengan tak berperasaan mayang mendorong tempat tersebut hingga terjatuh beruntung nya kakek dengan sigap menahan brangka tersebut hingga sikutnya terbentur lantai rumah sakit
"apa apaan kamu mayang kenapa kamu mendorong anak mu sendiri " pekik nenek
" karna dia mah, saya gak bisa punya anak lagi kenapa harus saya yang menderita kenapa harus mayang yang di angkat rahim ini " jerit mayang
__ADS_1
" kamu gak boleh seperti itu mayang, walau bagaimana dia putri kamu bukan karna dia rahim kamu di angkat ini sudah takdir " tutur nenek
" SIALLL " pekik mayang, ingatan mayang berputar pada kejadian dirumah sakit minggu kemaren perkataan kedua orang tuanya yang terus iya ingat, kedua orang tua mayang terus mendesak dirinya mengurus bayi yang berusaha hadir kedalam dunia ini
ingatan demi ingata saat berada di rumah sakit membuat kepala mayang pusing demi menghindari segala masalah nya mayang memutuskan pergi ke kamar putri sulung nya
"mau kemana sayang " tanya angga
" cari wulan " jawab mayang
" wulan lagi sama pengasuhnya " ucap kakek, yang kebetulan lewat
" mayang, papah mohon sama kamu jangan buat dirimu membenci putri mu dia gak salah mayang kamu harus membuka hati kamu buat anak kamu jangan seperti ini kamu seorang ibu mayang " nasehat kakek
" mayang gak mau ngurus anak itu, mayang tidak pernah punya anak selain wulan kalo papa sama mamah gak mau ngurus anak itu lebih baik buang aja, sampai kapan pun dia bukan anak mayang walau sampai mati pun mayang tidak akan pernah mengangap dia anak mayang " tegas mayang, ma yang segera melangkahkan kakinya pergi dari hadapan sangat papa dan suami nya
" angga bagaimana apa kamu sudah memiliki nama buat anak mu " tanya papah
__ADS_1