Salahkah Aku Jika Ingin Bahagia

Salahkah Aku Jika Ingin Bahagia
bab 49


__ADS_3

" iya tadi gresya tarok disini kok tiba tiba gak ada " heran gresya


" coba kita cari, siapa tau terselip " ujar ayu


ayu gresya dan putri mencari keberadaan sendal gresya hingga sampai semak semak


" gresya ini sendal mu, tapi kok udah gak berbentuk lagi mana cuma sebelah yang ketemu " teriak putri


" haaa, kok bisa " kaget ayu saat melihat sendal gresya yang sudah berumbang ambing


" yasudah nanti gresya beli saja sendal yang baru nanti kita pergi ke pasar, untuk sementara waktu gresya pakek sendal saya dulu " ayu memberikan sendal jepit miliknya pada gresya


" tapi bagaimana dengan mu, nanti kaki mu luka lohh " ucap gresya dengan tak enak hati


"udah gak apa apa lagian saya udah biasa setiap keladang gak pakek sendal " jawab ayu


gresya memakai sendal milik ayu, mereka bertiga lantas pergi dari ladang


" wahh ternyata seru juga yahh diam di lampung " ucap gresya


" biasa aja kok, yang ada itu lebih enak diam di kota dari pada diam di kampung seperti ini " jawab putri

__ADS_1


" begini lah gresya suasana di lampung, semua orang disini bekerja sebagai petani, tak jarang petani disini yang mengekspor bahan pokok ke kota kota besar " ujar ayu


" astaga kalian kenapa bisa kotor kotoran seperti ini " ucap sang bibik


" habis dari kadang buk, tangkap ikan " jawab ayu


" ini kami bawa ikan besar besar, buk sekalian bakar yahh gresya pengen coba masakan ibuk " putri menyerah kan ember yang berisikan ikan pada sang ibu


" kalian bertiga segeralah mandi badan kalian udah bau lumpur " titah sang ibu


" iya buk " jawab ayu dan putri


" ayok kita mandi habis itu kita makan ikan hasil tangkapan kita " ajak ayu pada gresya


gresya terdiam saat ayu memberikan dia kain berukuran panjang


" kain ini untuk apa? tanya gresya


" mau di pakek gresya masa gitu saja gak paham " timbal putri


gresya ragu ragu mengambil kain yang ada di tangan ayu, dengan binggung gresya mengikuti cara ayu dan putri

__ADS_1


gresya berhasil melepas baju miliknya dan memakai kan kain yang telah ayu beri


melihat cara ayu dan putri mandi mengunakan gayung panjang untuk mengambil air di sebuah bak besar yang berisikan air didalam nya


dengan bersusah payah gresya mengikuti cara mandi ayu dan putri butuh waktu lama gresya mandi akhirnya iya selesai mandi dan memakai baju milik ayu yang kebetulan pas di tubuhnya


" ayok kita ke meja makan semua orang telah menunggu kita " ajak ayu


benar ucapan ayu bahwa semua orang telah menunggu mereka di meja makan.


meja yang mampu menampung 7 orang dengan ukuran ukuran unik terdapat disekeliling meja kayu tersebut begitu pun dengan kursinya


gresya duduk di salah satu kursi kayu tersebut


mereka mengambil makanan masing masing, semua orang bercerita memenuhi seisi meja makan tersebut gresya diam tak sedikitpun dirinya membuka suara hingga makanan tersebut habis


selesai makan gresya dan ibu pergi dari rumah sang paman


" nak beginilah kehidupan di kampung, maklum kan saja disini sama tempat nak gresya disana jauh berbeda " ucap ibuk sumiatun saat di tengah perjalanan


" iya gak apa apa buk gresya paham kok " jawab gresya

__ADS_1


gresya dan ibu sampai di rumah mereka berdua menuju kamar masing masing


" huff, sangat melelahkan " gresya merebahkan tubuhnya di ranjang


__ADS_2