
" biar kakak bantu pilihin baju buat gresya " wulan menghampiri gresya yang sedang memilih baju
wulan mengambil 3 baju tidur panjang, baju kaos celana panjang dres panjang dan baju stelan
" kak yang benar aja gresya pakek baju ini " gresya mengambil baju baju tersebut iya terbelalak saat melihat semua baju yang di pilih sang kakak begitu menjijikkan bagi dirinya
" jangan banyak komen buruan tarok di koper, baju itu bagus buat kamu pakek disana " ujar wulan
" yasudah kalo gitu kakak ke kamar dulu, ucap wulan
gresya memasukkan baju baju dengan bibir maju 5 cm
" yang benar saja gresya pakek ini " gerutu gresya saat melihat dres panjang yang iya pegang, membayangkan nya sudah membuat sekujur tubuhnya panas karna kegerahan
" pagi semua "sapa gresya pada semua orang yang ada di meja makan
" pagi juga " jawab semua orang
" kak wulan belum turun " gumam gresya
gresya mendudukkan bokongnya di samping sang nenek
" good morning semua " sapa wulan
__ADS_1
" morning " jawab mereka
" kenapa keluarga herlambang masih disini " kesal wulan , wulan melirik sekilas tempat duduknya yang bersebelahan dengan alga
wulan berdiri di tempatnya tanpa melangkah sejengkal pun
sadar sang kakak yang tidak mau duduk di samping kak alga, gresya menukar tempat duduknya hingga wulan tersenyum manis pada sang adik
" tahan gaa, jangan buat dia semakin ilfil sama lu, lu harus perlahan lahan ambil hatinya saat harinya udah berada di gengaman lu, permainkan dia buat dia menderita " ucap alga dalam hati
" lu kira gw mau sama lu, sorry gw gak tertarik " gumam wulan
" ayok semua nya kita santap sarapan kita, berhubung semua orang sudah pada kumpul " ucap kakek
saat semua makanan habis mereka semua bergegas menuju ruang tamu
" cieee yang mau ke lampung " goda nenek pada gresya
" apaan sih nek " gresya berucap dengan pipi memerah
"jangan di goda nek, pipinya jadi merah kan " celetuk wulan
" ihhh kak wulan " kesal gresya dengan muka di sembunyikan di balik bahu dang kakek
__ADS_1
" hahaha " gelak tawa semua orang termaksus mamah dan papah terkekeh melihat interaksi kedua putrinya
" jujur walaupun sang mamah tak bersikap sekejam dulu membuat hati gresya menghangat namun sering kali sikap mamah begitu ketus pada dirinya
" maaf nyonya besar, tuan besar ,nyonya muda tuan muda, nona muda , tuan , nyonya berserta aden . bila saya menganggu aktifitas tuan dan nyonya di luar ada tamu yang ingin bertemu
" ucap ART
" suruh masuk aja bik, itu pasti leo dan orang tuanya " jawab wulan
" uhuyyy, calon suami datang " goda wulan
tak henti hentinya wulan mengoda sang adik hingga membuat gresya begitu kesal pada sang kakak
" apaan sih kakak, mau gresya cubit yah buat mulut kakak itu diam " kesal gresya
" hahahahah, ampun kakak jadi takut nih " tawa wulan pecah saat melihat muka gresya yang memerah menahan amarahnya
" sudah , sudah jangan di gangguin terus adek nya wulan " ucap kakek merelain sang cucu
" iya kakek ku tersayang, cucu pertama mu tak akan godain cucu mu yang kedua ini " ucap wulan dengan gaya lebaiy
ART datang bersama leo beserta kedua orang tuanya
__ADS_1
dengan perasaan senang wulan berlari menghampiri leo dan kedua orang tuanya