
sudah pah, angga akan memberikan anak itu gresya Carlo's murayd
" nama yang bagus " puji sangat kakek
" angga pergi dulu pah mau cari mayang " ucap angga undur diri pada sangat mertua
hari demi hari tahun demi tahun namun tidak ada perubahan mayang sama sekali , hingga membuat kedua orang tuanya mengeram dengan tingkah sangat anak
" mayang sampai kapan kamu seperti ini sudah belasan taun kamu membenci putri mu sendiri " bentak nenek
" sampai kapan pun mayang tidak akan pernah menyayangi anak ini mah " bentak mayang balik
" PLAKK " NENEK menampar pipi mayang dengan keras hingga membuat mayang terjatuh
" sadar lah mayang dia anak mu besok hari ulang tahun gresya yang ke 17 mamah harap kamu akan berubah " tegas nenek pergi dari hadapan mayang
mayang terdiam mendengar ucapan sangat mamah, namun dalam lubuk hatinya ada kata menyesal namun segara iya tepis
__ADS_1
______________________________________________
mayang terdiam sesaat disaat iya menceritakan masalalu nya pada sangat anak sulung nya
wulan terdiam tak mampu mengeluarkan kata katanya jujur dia kecewa pada mamah dan papah nya, dengan teganya orang tuanya berbuat hal yang tidak pantas pada anak kandung nya
tanpa banyak bicara mayang pergi begitu saja, tanpa menghiraukan ucapan mamah mayang wulan pergi dari mansion mencari keberadaan sangat adik
di balik tembok ada seseorang yang sejak tadi menguping tak terasa dirinya menangis dalam diam hingga pandangan nya mengelap
" aduh sepertinya saya kurang tidur , apa karna terus bergadang terus " ucap nya dalam hati
semenjak gresya tinggal di hotel dirinya terus mencari cara agar kedua orang tuanya menyayangi dirinya iya bertekat sampai titik penghabisan darah pun tidak akan pernah menyerah hanya karna kedua orang tuanya
" gresya kamu sudah pulang dek " ucap wulan tepat berada di belakang gresya
gresya melihat sayng kakak dengan perasaan terkejut, bagaimana tak terkejut jika sang kakak terlihat menyedihkan dengan mata memerah dan muka pucat
__ADS_1
" kakak kenapa " tanya gresya
"kakak gak apa apa, palingan cuma masuk angin " ucap wulan
wulan hendak berbalik menuju mansion karna kunci mobilnya tertinggal di kamar namun saat sampai di pintu utama tiba tiba kepalanya pusing, perut sakit, bercampur mual dengan tidak tahan wulan berlari ke samping memuntahkan segala isi dalam perutnya namun yang keluar hanya cairan
" kakak beneran gak apa apa, kakak pucat loh apa perlu kita ke rumah sakit " tawar gresya
" gak apa apa kakak gak kenapa napa lebih baik kamu temuin nenek kakek mereka sejak kepergian kamu terus mencari keberadaan mu " ucap wulan
wulan menarik tangan gresya menuju kamar nenek dan kakek nya
" nenek kakek liat deh wulan bawa siapa " teriak wulan
" astaga wulan kamu buat nenek kaget aja " kesal sang nenek
kakek dan nenek melihat wulan yang cengar cengir , wulan menarik tangan gresya memasuki kamar kakek dan nenek
__ADS_1
kakek dan nenek terkejut melihat cucu keduanya yang berada di dalam mansion cepat cepat kakek dan nenek berlari ke arah gresya lalu memeluk nya dengan erat
" gresya dari mana aja kakek dan nenek cari gresya loh " ucap nenek sambil mengeratkan pelukannya dalam tubuh gresya