
" nak gresya bangun sayang kita sudah sampai " ibuk membangun kan gresya dengan pelan
gresya membuka kedua matanya iya mengedarkan matanya melihat kiri dan kanan
terdapat berbagai pepohonan disekitar, mata wulan tertuju pada rumah minimalis berukuran sedang
" disini tempat tinggal ibuk dan bapak, nak wulan keberatan tinggal disini ? maaf ibuk sama bapak hanya bisa menyediakan tempat tinggal seperti ini buat nak wulan " ucap ibuk tak enak hati saat gresya terdiam
" gak apa apa kok buk, gresya tak masalah tinggal dimana saja " jawab gresya
" ayok nak kita masuk " bapak membantu membawakan 2 koper besar milik gresya
" biar saya bantu pak, barang -barang gresya banyak " ucap gresya
" tak masalah biar bapak saja yang bawak nak gresya lebih baik masuk duluan bersama ibuk " titah bapak leo
gresya dan ibuk sumiatun masuk kedalam rumah gresya me perhatikan sekeliling bangunan tersebut pandangan gresya tertuju pada sebuah poto dimana terdapat dua anak kecil berjenis laki laki dan perempuan sedang tersenyum bahagia
" itu poto nak wulan dan leo waktu masih kecil " ucap ibuk yang berada di belakang gresya
" wulan dan leo sudah lama bersahabat, nak wulan juga sering menginap disini itu kamar miliknya ,sedangkan kamar milik leo tepat di samping kamar nak wulan " tunjuk buk sumiatun pada 2 pintu kamar berbentuk coklat
__ADS_1
" boleh gresya liat kamar kak wulan "
" boleh ayok ibuk temanin " jawab ibuk
ibuk membuka pintu kamar wulan, gresya melihat kamar tersebut yang begitu bersih, barang barang tertata rapi walau kamar tersebut terlalu kecil menurut nya namun saat masuk ke kamar kak wulan gresya begitu nyaman
" harum nya kak wulan masih tercium di kamar ini " cicit gresya pelan
" nak gresya ayok ibu tunjukkan kamar leo , nak gresya bisa langsung istirahat sekarang juga " ucap ibuk
gresya dan ibuk pergi dari dalam kamar wulan menuju kamar milik leo ( calon suami )
selepas kepergian calon ibu mertunya gresya memilih melihat lihat kamar leo
" kamar ini sama seperti kamar nya kak wulan, cuma beda sepre saja " ujar gresya
gresya merebahkan tubuhnya di kasur milik leo tak terasa iya tertidur karna kelelahan
drett... drett.... drett...
" emmm, " gresya terbangun saat mendengar henpon nya berbunyi
__ADS_1
📞PANGGILAN TERSAMBUNG
" hallo " ucap seseorang
" iya hallo kak leo " jawab gresya dengan suara khas bangun tidur
" baru bangun yang , tidur dimana ? tanya leo
" iya kak gresya baru bangun, ini gresya tidur di kamar kakak " jawab gresya, gresya terduduk mengumpulkan nyawa yang tertinggal
" owh gitu, yang buruan mandi habis mandi ikut lah ibuk pergi ke tempat paman " pinta leo
" emmm, gresya malu kak, gresya canggung kalo mau tempat paman nya kakak " cicit gresya
" kenapa malu keluarga kakak semua nya baik baik kok, nanti disana gresya bisa berkenalan dengan beberapa sepupu kakak mereka orang nya ramah ramah di jamin pasti betah ngobrol sama sepupu kakak " ucap leo
" iya nanti gresya ikut ibu, kak wulan lagi apa kak ? tanya gresya
" wulan sudah pergi ke mansion alga " jawab leo
" alhamdulillah kalo kak wulan menerima perjodohan itu, lagian kak alga adalah orang yang tepat buat kak wulan gresya mendukung kak alga jadi kakak ipar nya gresya "
__ADS_1