SANG PENCINPTA KUNCI CINTA

SANG PENCINPTA KUNCI CINTA
BAB 16


__ADS_3

SETELAH SAMPAI RUMAH


Aksa kali ini gak nongkrong bareng teman temannya lagi ia langsung pulang kerumah untuk pertama kalinya ia melamun kan wanita biasanya ia yang dilamunkan wanita mungkin disini karma berbicara.


ia memikirkan kenapa senja bisa mengabaikannya Harta ada rupa sempurna lalu apa??


ia berinisiatif untuk bertanya lagi kepada ali semua tentang senja namun rasa gengsi membuat ia ragu bertanya kepada ali akhirnya ia mencoba mengajak ali untuk berkumpul membicarakan gerakan amal laagi lewat grub tujuan lainya ingin mencari perhatian senja namun tetap dengan gayanya yang tengil


Di grub chat


"gimana nih jadi gak? " pesan aksa membuka obrolan grub


"kesurupan apaaa luu tiba2 gtu"


"Udah berubah pikiran nih gw jadi kgk klo kgk mah gk masalah" lanjut aksa


"Jadi, Gmna kalo besok kumpul lagi"


"aku sih setuju kalo lanjut tapi kalo ada dia mending aku terima jadi rencananya aja deh males dateng" kata aulia


"Iyaa ayok omongin lagi" kata senja


"Ayok bagus juga gerakan ini positive" ucap aksa mencari perhatian senja


"Oh ya maaf ye gara2 gw berantakan acara kemarin maaf jg senja" lanjut aksa caper ia ta peduli akan rasa gengsinya lagi


"iyaaa gpp sama sama" jwb senja


"ada udang dibalik batu kayaknya nih orang " zahra mulai ikut nimbrung dalam grub

__ADS_1


Aulia merasa aneh dengan aksa ,pasti ia ada maksud lain ia mencoba menghubungi senja private chat


"Senja kamu aapaan sih orang kyk gtu dimaafin "


" apaa sih ul gak boleh dendaman gtu mungkin emng dia udh sadar salahnya dan gak ada alasan jg buat gak maafin diakan? "


"Yaampun senja jangan baik2 lah jadi orang pasti ada niat lain dia"


"ul gak boleh negative thinking gtu jgn buruk sangka gtu "


"yudh deh serah aku males dateng besok orang kyk gtu gak bsa berubah"


"aulia gak boleh menghakimi gtu bukan tugas kita lagi "


"Kok bela dia sih yudh lah"


"aku telfon ul biar gk salah paham gtu"


"Gini ul dengerin aku dulu bukannya aku bela dia aku jg gak kenal dia 1 kita fokus sama tujuan kita soal gerakan amal kita, Gk boleh buruk sangka kalo kita buruk sangka sama dia trs apa bedanya kita sma dia? dia buruk karna kesalahannya kita buruk karna pikiran kita, jadi kita sama dia sama2 buruk dong? "


"gak tau lagi aku sif yudh lah Assalamualaikum" ucap aulia menutup telfonnya


Jika kita membicarakan keburukan orang lain lalu apa bedanya kita dengan dia? dia buruk karna perbuatanya kita juga buruk karna perkataan dipikiran kita, bahkan kita bisa lebih berdosa dari dia bisa jadi dia sadar dan menyesal akan kesalahannya dan kita berdosa karna merasa lebih baik darinya


allah lebih tau niat hati hambanya tetap jaga lisan dan hati kita dari prasangka, itu bisa jadi bumerang bagi kita ketika satu jari telunjuk kita menunjuk ke arah orang lain tanpa sadar 4 jari lainya menunjuk ke arah kita.


Disisi lain aulia yang masih sedikit kesal sama senja mendapat pesan dari ali yang menanyakan kejadian tadi pagi.


"Assalamualaikum ul"

__ADS_1


aulia tidak mau kembali ingat tentang perasaannya kepada ali ia sadar mengaggumi tanpa di kagumi membuatnya kewalahan.


tapi ia tak mau menampakan kekecewaanya kepada ali ia membalas pesan ali dan berusaha mencegah harapan untuk tumbuh di kembali di dalam hatinya.


"Waalaikumsalam iyaa gmn kalo mau tanya soal senja besok aja ya lagi males"


"Gak ul, tadi kenapa gtu langsung pergi"


"gpp kok suatu saat jg bakal tau"


"Alesannya ul ngmng aja sekarang?"


berkali kali ali bertanya tentang alasannya aulia yang trs mengalihkan topik terbawa emosi hatinya ia langsung terus terang kepada ali


"Iyaa kamu cerita kagumkan sama senja tanpa sadar kamu menceritakan kekagumanmu sama orang yang mengaggumimu"


"udah aku mau tidur Assalamuailaikum maaf tadi langsung pergi"


Alipun terdiam beberapa menit membaca pesan dari aulia ia masih memahami pesan tersirat dari itu


Aulia masih mengaggumi ali walaupun dia tau ali mengaggumi senja walau gmnapun ia tetap mengagguminya namun kali ini ia tak mau kembali berlarut dalam harapan semu dan berusaha membohongi perasaannya biar takdir yang berbicara


Aku rela menjadi pagimu menjadi waktumu


membuka mata walaupun kau sibuk mengaggumi senja


suatu hari kamu akan tau bahwa fajar tak kalah indah dari senja


suatu hari kamu juga akan tau disini ada yang mengaggumimu dengan sangat menginginkanmu dengan amat dan memelukmu dalam harapan.

__ADS_1


Aulia belajar dari kekecewaannya bahawa berharap kepada selainnya ada rasa kecewa yang ia sengajakan.


__ADS_2