
aulia dan zahra mengejar senja yang sudah menaiki motor nya.
"Senjaaa!" teriak aulia dari kejauhan
Namun senja menghiraukan dan berjalan pulang.
"aduh gmn ul" kata zahra
"udh ayok kerumah senja" ajak aulia
Mereka bergegas menyusul senja
Ditengah perjalanan
"ul disana jangan bahas soal tadi ya jangan ingetin senja soal tadi kita bahas yang lain aja"
"beli jus dulu gmn buat senja, Tapi senja sukanya jus apa ya? "tanya aulia
"boleh, Jussss ama " jawab zahra sambil tertawa
"Serius ndut" kta aulia sedikit kesal
"Ndut tros" j
"yakan bener senja suka ngaji ya jus ama" lanjut zahra
"Serah deh"
Setelah senja sampai rumah
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam " jawab bapak ibu senja
Tidak seperti biasanya senja yang seusai kuliah selalu menyempatkan berbincang dengan orang tuanya kali ini langsung mengambil air wudhu dan langsung masuk kekamarnya.
hati yang dikuasai amarahnya ia berusaha mendinginkan nya dengan membaca alQur'an sebagai obat hati nya.
Al Qur'an sabaik baiknya obat sebaik baiknya penenang , amarah adalah cara setan menjrumuskan manusia dalam jurang benci dan dendam dan air wudhu adalah cara memadamkan api amarah.
Senja tau amarah bisa menjadi benci dan dendam ia berusaha mencegahnya dan menjaga agar tidak menjadi penyakit hati
"Pak anak mu kenapa tumben gak duduk dulu"
"bapak jg gak tau udh biarin aja dl nanti hbs sholat bpk tanya"
__ADS_1
"ibu jadi kepikiran pak"
"udah tenang aja"
tak lama kemudian Aulia dan zahra datang.
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam oh aulia zahra sini masuk" ucap ibu senja
"Senja mana buk" tanya zahra
"itu dikamar tadi dateng wudhu lgsng ke kamar mmng kenapa tumben senja gtu? "
"eee iyaa gk tau bu " jwb zahra
"ee sedikit salah paham sma aku bu " saut aulia berusaha menyembunyikan masalah
"yudh sana samperin ke kamar.
Senja yang sudah selesai.
kemudian ia duduk ditepi kasur sambil menonton film dilaptopnya untuk mendinginkan hatinya
tok tok tok
"Senja Assalamuailaikum "
"Waalaikum salam masuk ul"
pintu kamar dibuka
"ini aku bawain juss kesukaanmu " kata zahra yang sebelum kerumah senja sudah membeli juss untuknya.
"makasih ya " jawab senja yang sudah mulai tenang
"Yaampun senja kaget bgt aku liat km marah gtu baru pertama kali" kata aulia sambil memeluk senja
zahra mencubit pelan tangan aulia sambil sedikit memberi kode, mereka sudah sepakat sebelumnya untuk tidak membahas masalah tadi, mereka hanya ingin menenangkan dan menghibur senja.
senja hanya menghela nafas panjang.
"Udh lupain aja masalah tadi emng gtu orang nya gak ada sopan santunnya" lanjut zahra sambil mengelus punggung senja dengan lembut.
"emang sih orang itu kudu diksh tau senja kayak gak berpendidikan gtu kalo ngomong bsk kalo ketemu hmm pasti gw omelin udh buat marah kamu" kata aulia
__ADS_1
"emang berani? " tanya zahra
"Yaallah gak liat tadi aku marah sama dia? "
"Kenapa habis marah langsung nunduk? "
" ya ya gpp lah jaga pandangan"jwab aulia
"ngomong aja takut" ucap zahra sambil tertawa
"hm udah udah gak perlu gtu mungkin memang orangnya seperti itu" jwb senja tersenyum
"gk baik dendam ul" kata zahra
"Aku gak dendang cuman jengkel aja awas aja besok"
"itu namanya dendam aulia" kata senja
"gk baik jg ngomongin orang mending nonton film ini aja bareng" lanjut senja sambil membuka Laptopnya
"tapi masih kesel aku tu" kata aulia sambil memukul mukul Guling
"hahaha" senja dan zahra tertawa kecil
"Lebay" kata senja
Kemudia mereka menghabiskan waktu dengan menonton film dan bercanda sambil menunggu mata langit yang menangis, berhenti berubah menjadi waktu senja yang indah.
mereka sahabat yang selalu mengukir tawa untuk sahabatnya menghentikan air mata sahabatnya.
Persahabatan mereka ibarat air mata dan tangan, ketika air mata mengalir tangan sahabatnya berusaha mengusap, ketika tangan sahabatnya terluka air mata sahabatnya mengalir.
mereka selalu hadir memberikan tawa ataupun untuk mengusap air mata sahabatnya.
Wajah langit sudah berubah menjadi gelap adzan berkumandang.
"Aku pamit ya senja pulang dulu ya pak bu Assalamuailaikum " pamit zahra dan aulia berpamitan pulang
"Waalaikumsalam hati hati hujan licin" kata bapak
" udah selesai? hati hati ya langsung pulang udah malem" ucap ibu
Orang tua senja sudah menganggap zahra dan aulia anaknya sendiri itu karna mereka bersahabatan sudah lama mereka sudah seperti saudara kandung begitu kuatnya mereka menjaga komitmen persahabatan mereka.
aulia pernah berkata
__ADS_1
"Jika kelak kita punya prioritas tolong jangan sampai lupa dengan solidaritas"
Walau hingga mereka suatu hari akan menjadi Seorang istri atau ibu nanti mereka akan berusaha memegang bendera persahabatan walaau badai prioritas akan menggoyahkan mereka akan tetap mempertahankan ini.