
sedangkan aksa yang usai kuliah mengajak funi nongkrong di cafe
"Cantik bgt hari ini fun" puji aksa sambil mengelus rambut funi
"hehe kamu jg ganteng bgt hari ini " ucap funi tersenyum menatap wajah aksa
"eh kok tiba2 kamu ngajak aku maen" lanjut funi
"Gak papa sih emng gk ada yang nglarang? pacar mu? "
"ya gpp sih, gak ada pacar" jwb funi tersenyum
"Boleh dong aku daftar masuk " kode aksa sambil mencium kening funi
funi tersipu malu pipinya merah merona aksa yang hanya ada dalam hayalan kini dekat dengannya.
"hhhmmm serius? boleh dong" jwb funi
"Seriuslah " jwb aksa sambil mencubit pelan bibir funi
"eh beneran ini " Lanjut funi meminta kejelasan
" eee iyaaa dong" jawab akasa ragu karna niatnya hanya asik asik aja
"lu suka minum gak? " lanjut aksa mengalihkan pembicaraan
"mabok? gk suka sih"
"masak? besok temenin clubing mau dong? "
"boleh" ucap funi tersenyum
Kabut nafsu sudah menutupi mata hati funi ia sudah terbawa arus permainan aksa.
aksa yang sudah terbawa nafsu berusaha menahan karna ia tau sedang berada ditempat umum.
Aksa melakukan semua ini atas nama egonya bukan hatinya, ia ta peduli tentang dia yang ia tau hanya kebahagiaan dan kesenangan nya.
Handphone funi berbunyi.
"Hallo udah mau gelap kok belum pulang" ternyata orang tuanya
__ADS_1
"ee bntar mah lagi ada kerja kelompok bareng jesica "
"Mau pulang jam berapa? "
"Maleman" jawab singkat funi tanpa sopan santun kepada orang tua nya ia langsung menutup telfon nya.
Ia rela membohongi orang tuanya hanya suatu rasa bernama cinta yang funi tau sekarang ia bisa bersama aksa.
entah apa yang akan terjadi yang iya tau adalah tentang hari ini tak peduli hari esok.
ketika orang jatuh cinta berlebihan mata mereka menjadi buta untuk melihat apa yang terjadi telinga mereka tuli untuk mendengar nasihat, langkahnya terhenti pada sosok yang dipuja melebihi dewa mungkin hanya kenyataan yang bisa memberi pelajaran sakit nya jatuh cinta terlalu dalam.
Cinta dan ridho orang tua adalah jembatan menuju ridho dan cinta allah.
ia tidak tau jika ia jauh dari ridho dan cinta allah maka dia tidak akan pernah tau hakikat cinta sebenarnya.
Waktu sudah menunjukan pukul 20:30
"Yok pulang " ajak aksa
"ayok "
"ee boleh tapi jangan sampe rumah takut papah mamahku liat"
"Oke "
mereka bejalan pulang sebelum ia pulang kerumah aksa mengantar pulang funi.
karna sudah sedikit mabok ia melajukan mobilnya dengan sangat kencang setelah sampai di Gang perumaaahan funi.
"Udah sini aja"
"aku pulang ya" pamit funi sambil mecium pipi aksa
Aksa hanya tersenyum senang karna funi sudah masuk ke permainan nya.
ia melanjutkan perjalanan pulang.
setelah aksa sampai rumah
"Aksa kok baru pulang jam segini" Tanya mamahnya yang berada dirumah sedangkan papahnya sedang diluar kota
__ADS_1
"Main" Jawab aksa ingkat langsung berjalan kekamar
"Ndk makan duulu sini makan dulu" ucap mamahnya
"Ntaar!"
Setelah aksa sampai dikamar
ia mandi kemudia ia tidur sambil melamun ,bukan melamunkan funi ia kembali melamunkan senja ia bertanya tanya kenapa seharian ini ia tidak bertemu dia.
ia iseng iseng membuka grub dan mencari nomernya ia ingin melihat profilnya tapi senja tidak pernah memasang foto profil di wa nya.
dan ia membuang gengsi nya untuk chat ali menanyakan sosl gerakan amal tsb dengan tujuan ingin bertemu senja ia masih sangat penasaran siapa dia wanita pertama yang menatap matanya dengan Amarah wanita pertama yang membentaknya dan yang pertama melihat aksa tapi tidak menunjukan ketertarikan sedikitpun.
"Gmn gerakannya jadi gak? "
"Waalaikumsalam jadi insyaallah ntar lusa kita bahas lagi"
"kenapa gak besok aja"
"Lusa aja"
"li kemaren yang bentak bentak gw siapa sih" tanya aksa ingin tau namanya
"Kalo masih sama kyk kemarin kamu gak ikut gpp" Jawab ali yang masih jengkel
"menyampaikan aspirasi dengan cara yang baik, kalo tidak bisa dengan cara yang baik lebih baik diam"lanjut ali
"Iyaaa tenang aja gw mau ngomong sesuatu" jwb aksa
"Jangan cuman berifikir apa yang mau kamu katakan tapi juga pikirkan bagaimana caramu mengatakan"
Aksa hanya membaca pesan dari ali
Jika berbicara tidak baik, lebih baik diam
lebih baik diam daripada berbicara yang menyakitkan orang lain karna tidak semua orang sepaham denganmu.
lebih baik diam sampai disuruh bicara dari pada banyak bicara sampai disuruh diam.
belajar memahami orang lain bukan hanya egomu sendiri.
__ADS_1