
Revan duduk di balkon kamar menatap rintik rintik hujan yang turun membasahi bumi dikala sore itu fikiran nya menerawang jauh , Revan bergulat dengan perasan yang menyelimuti hati nya , tiba tiba sebuah tangan hangat menyentuh pundak nya
Revan menatap Caca dengan tersenyum ,mas kok melamun masuk yuk di luar dingin ,Hem bentar aku masih ingin disini ,
Caca memeluk Revan dari belakang , Revan membelai tangan Caca yang memeluknya, kamu lihat mas kata Caca sambil memandangi rintik rintik hujan yang turun
dikala hujan seperti ini aku teringat akan adikku Alfian saat kecil kita sering main hujan hujanan ,Hingga ayah akan memarahi kami , kalau kami keasikan main hujan hujanan , tapi aku sama Alfian selalu bandel tetap asik bermain
Hingga suatu ketika aku demam karena hujan hujanan , Alfian merasa sedih dan bersalah karena aku sakit , dia selalu menjaga ku karena bagi Alfian akulah kakak satu satunya yang paling dia sayangi dia selalu menghawatirkan ku Hinga semalaman tak tidur hanya untuk menjagaku dia selalu memelukku dan menangis, tak mau meninggalkan ku barang sejenak, takut aku akan pergi
itulah ikatan saudara mas ,,,,,! saling berkaitan satu sama lain baik suka mau pun duka
Revan nampak berfikir dalam lamunannya ,kadang aku selalu berfikir aku resah meninggalkan adikku sendiri bersama ibu ku ,aku menghawatirkan nya , aku kadang merindukan adiku disana ,setiap hari Alfian selalu menanyakan kabarku disini , takut aku kenapa napa, mungkin Alfian belum terbiasa jauh dariku , itulah saudara dikala berjauhan akan saling merindukan
begitu juga dengan tuan gio mungkin dia merasakan hal yang sama khawatir ,rindu dengan mas revan ,
mana mukin dia menghawatirkan ku , dia senang melihat aku sengsara kata Revan dengan ketus", mas,,,,, mana mukin seorang adik akan senang melihat kakak nya sengsara
__ADS_1
sedangkan mas selalu membatasi jarak antara kalian ,betapa tuan gio ingin merasakan dekapan pelukan hangat kakak nya hanya sebuah kesalahpahaman akan menghancurkan persaudaraan di antara kalian
tapi ca,,,,! masalah aku sama gio itu tak semudah apa yang kau bayangkan , masalah nya sangat rumit sekali.
setiap aku menatap nya , aku semakin membecinya , karna dia terlahir dari seorang wanita penggoda ,
mas bayi di lahirkan dengan keadaan suci apapun kesalahan dari orang tuanya dia tidak ada sangkut paut nya, dia tak mengerti apa apa , tidak ada anak yang ingin di lahirkan dari seorang wanita penggoda, karena itu takdir , semua sudah di atur sama di atas , jangan jadikan tuan gio sebagai pelampiasan kebencian mu terhadap ibunya , seandainya mas revan ada di posisi tuan gio, apa yang mas rasakan di benci kakak nya sendiri
tapi ca ,,,,,dia sudah mengambil orang yang aku cintai ,mas mungkin tuan gio punya alasan untuk jawaban itu ,coba mas berbicara dari hati ke hati
ayo masuk kedalam! di luar dingin Caca mendorong kursi roda kedalam kamar dan membatu Revan berbaring
Revan masih merenungi omongan Caca Revan merebahkan tubuhnya di kasur empuk Dan menatap langit langit kamar ,bayangan bayangan masalalu melintas di fikiran nya
dimana gio telah merebut semua yang ia miliki
🌷🌷🌷🌷🌷🌷
__ADS_1
Caca lagi sibuk menyiapkan makan di dapur untuk Revan , tiba tiba gio datang mengambil minum
apa kakaku baik baik saja kata gio sambil menuang air putih kedalam gelas gio menatap gadis cantik di hadapan nya gadis manis milik kakaknya seandainya dia bukan milik kak Revan batin gio
Caca kaget melihat gio di hadapan nya ,ehhh tuan , kakak anda baik baik saja ,baguslah apa pengobatan nya berjalan lancar? kata gio dengan muka datarnya
tentu saja tuan Selangkah lagi kakak anda akan bisa menjalani hidup normal seperti sedia kala , jagalah kakaku dengan baik kata gio sambil melangkah pergi
Caca menatap pundak gio yang semakin menjauh dari pandangan nya Caca sangat paham dengan perasan gio yang sangat mengkhawatirkan kakak nya
Caca masuk kedalam kamar terlihat Revan sudah terlelap, tiba tiba Caca mendengar Revan mengigau" papah jangan tinggalin Revan, Revan takut sendiri pah" airmata mengalir di sudut mata Revan keringat dingin nampak bercucuran,
Caca segera membangunkan Revan mas Bagun Caca mengoyangkan tubuh Revan mas bangun Revan membuka mata nya melihat sekelilingnya dan Revan menatap Caca dan memeluk erat sambil menagis Caca membalas pelukan Revan dengan hangat , sambil menepuk nepuk punggung Revan menenangkan nya , jangan tinggalkan aku seperti mereka, aku takut kata Revan dengan terisak , aku tidak akan meninggalkanmu mas
laki laki yang biasa terlihat dingin itu sekarang nampak rapuh.
jangan lupa vote dan like nya 😘😘😘😘
__ADS_1